Selasa, 04 Oktober 2016

KISAH CINTAKU

                                                             
 Tak sengaja Ana bertemu temannya smp yang sedang di topang orang yang tak dikenal dia di jalan "emm,pak mau dibwa kemna dia?"kata Ana heran "ini dek tadi dia mau jatuh di jalan seperti tak tahan berjalan sendiri tapi saya gak tau mau bawa dia kemna,adek kenal?"kata org yang baik hati itu "i...yah.. Pak,mari pak saya bantu"kata ana,sesampai di simpang rumah cowok itu "udah pak bapak pulang ajah,maksih yah pak udah bantuin kawan saya sampai sini"kata ana dengan tersenyum "iya dek sama sama,gpp adek yg bawa sendiri?"kata bapak tadi degan lembut "gpp pak,sekali lagi terimakasih"balas ana,si bapak pun pergi meniggalkan mereka berdua disitu.5 menit mereka hanya berdiam diri sampai ana yg membuka pembicraan terlebih dahulu "eee... Loh kenapa Ja? Sekalian kebetulan kita jumpa,aku mau minta maaf samamu,wktu smp aku dah salah karna it kita jad musuhan,maw nya kaw kan maafkan aku"kata ana pelan sambil mengulurkan kelingkingnya "gak tau mungkin kecapekan,makanya ana jagan asal nuduh sekali lagi,lagian udah kumaafkannya kaw seblom minta maaf kian kaw samaku,tapi makasih yahh udah maw nolong aku,jad ngerepoti "kata raja dengn tulus "iya sama2,bdw mana sahabat mu yg sok perfect itu? Kok klen gak bareng?"tanya Ana heran "tad dah pulang luan,katanya ada urusan gitu"jawab Raja "oh gitu tapi gak boleh gitu jugak dong,masak lo d tinggal sendiri,bentar2 biar ku suruh jemput kaw!" kata Ana sambil menelpon Toga,Toga pun menjawab teleponnya lalu "lo parah amat sih ni si Raja lagj sakit malah di tinggal sendiri parah!"kata ana langsung "eh kok lo tau,dimana klen sekarg?"jawab Toga "di simpang"balas Ana,hp Toga pun langsung mati tanpa ada balsn satu kata pun.Tak lama kemudian Toga datg dan satu org kawanny membawa 2 motor "eh Ja sorry yahh"kata Toga "iya gpp,santai ajah lagian udah ad Ana kok!"jawab Raja datar "oh thanks Ana"kata Toga lgi "hmm"jawab Ana pendek "okk gue cabut dulu ya kan Raja udah ada yg jagain"kata Ana "ehhh,tunggu2 gak bisa gitu dong sebagai tanda terimakasih kami,loh harus ikut nonton kami main bola,kan loh tau Raja lagi sakit biar ada kawannya nanti,kalo dia gue bawa dia ke rumahnya pasti nyokap dia marah besar"kata Toga panjang lebar "ehh itu mah gak tanda terimakasih,iyah yah!yaudah deh demi sahabat"kata Ana pasrah "yaudah naik"kata Toga "gak2 gue naik di motor kawan loh ajah,biar Raja sama loh"kata Ana "oke,fine" balas Toga.Selama si jalan Ana hanya bisa terdiam karna dia tak mengenal org yg sedang memboncengnya dan karna takut pulang kelamaaan.
 
Sesampai disitu Ana Raja langsung duduk d sebuah gubuk sementara Toga dan temannya bersiap2 ingin bermain bola "oh Tuhan sungguh aneh nasibku satu hari ini kenapa kkk itu jugak ada disini"kata Ana,sungguh kagetnya Ana karna melihat org yg sedang dekat dengannya berada disitu yaitu Alfon siswa yg sedang duduk di kelas XII "eh elo dek,ngapai disini?tad d ajak pulang bareng gk mau!"kata Alfon dengan wajah murung "emm..." belom saja Ana selesai menjawab Alfon langsung balik badan dan siap2 untuk pertandingan itu,selama permainan Alfon tak dapat lagi fokus karna adik kelasnya itu berda di tempat yg tak seharusnya dia kunjungi.Selesai pertandingan Alfon langsung menemui Ana dan menarik lengan Ana "kita pulang bareng"kata Alfon sambil melotot pada Ana "tapi kak.... aku gak bisa,Aku harus pastiin kawan aku sampe ke rumah soalnya dia lagi sakit"kata Ana panjang lebar karna takut kakk kelasnya itu salah paham padanya "ok tap dengan syarat aku harus ikut kemnapun kau pergi"kata Alfon.Hati Ana menjadi sangt resa tapi di dalam hati nya dia juga mersa sangat bahagia karna org yg selama ini di cintai nya sangat perhatian kepadanya "hei Ana kaw kenal sama dia?"kata Toga "iya dia kakk kelas aku di SMA!"jawab Ana "ooh,gitu yaudah kalo gitu ayo makan bareng yok soalny kmi laperni?!"kata Toga "sorry sorry banget kali ini gue gk bisa ntar ortuku marah besar kalo aku lama banget pulang"kata Ana "oh yaudah deh kalo gitu lain kali ajah"kata Toga dengan nada sedikit kecwa "ayok dek,sekalian kita pulang bareng!"kata Alfon,mereka pun pulang bersama,sedangkn Toga dan Raja
"loh cemburu yah"kata Raja "engakk ah ngapai jugk kan masa lalu"kata Toga langsung tapi dalam hati nya dia merasa sangat cemburu walaupun dia tak dapat mengungkapkannya.Di perjalanan jantung Ana berdebar dengan sangat kencang terlebih ketika dia tak sengaja memegang dgn erat tangan kakak kelasnya itu karna ingin terjatuh "hati hati dong dek,nanti kalo jatuh aku jugak yg repot"kata Alfon "iya2 deh kak maaf"kata Ana cemberut,Alfon langsung memegang tangan Ana dengn erat yg membuat Ana terdiam sejenak "udah2 jangn gr ini demi keselamatn mu jugk,tpi ngomong2 tanganmu dingin kali dek dah gitu kau kok agak salting gitu dek,yg sukanya kau sama ku kan biasanya kalo org itu suka sama org lain kan ciri2nya gitu"kata Alfon sambil tersenyum menahan tawa;melihat itu mata Ana langsung melotot dan brusaha melepas tangannya dari genggaman Alfon tetapi tetap saja tak bisa, seketika tawa Alfon pun lepas dan membuat pipi Ana semakin memerah.Ana pulang bersama kakak kelasnya degan berjalan kaki sementara Raja dan Toga yang naik motor dengn tak sengaja melihat Ana yg sangat dekat dengan kakk kelasnya itu "sudahlah akui saja bahwa kau masih menyimpan rasa untuknya"kata Raja dan Toga hanya dapat terdiam dan melanjutkan perjalanannya untuk pulang.Sesampai di rumah Ana merebahkan dirinya ke tempat tidur dan membayangkan kejadian2 yang dialaminya,betapa bahagianya dia sehingga "yg kenapa nya yg udah gila nya senyum2 sendiri"kata adik Ana tapi Ana tak memperdulikannya,adiknya hanya dapt geleng2 melihat tingkah kakak nya yg begitu aneh.

 Keesokan harinya Ana bersiap siap untuk sekolah dia memiliki semangat empat lima,tetapi sampai di sekolaj semangatnya berubah menjadi kesedihan,betapa sedihnya Ana melihat kakk kelasnya itu dekat sekali dengan seorang cewek,saat itu Alfon pun baru melihat Ana ketika ingin pergi berlari menjauh dari dirinya "Ana... Ana.. Tunggu"kata Alfon sambil berlari,tapi Ana tak perduli dengn Alfon sedikit pun,Ana terus berlari sehingga dia pun akhirnya sampai di kelasnya,betap herannya teman sekelas Ana melihat dia bersedih sanpai di kelas "loh kenapa Na gak biasanya!?"tanya Tia dengan heran tapi Anatm tak menjawab dan hanya berdiam diri,tapi Tia tak perlu jawaban Ana karna dia sudah tau penyebabnya Alfon datg ke kelasnya sangkin khawatirnya,Alfon datg ke tempat duduknya seketika Tia refleks berdiri dan meninggalkan sebgkunya itu "makasih Tia sudah mau menbantu"kata Alfon tapi Ana hanya mengangguk "kenapa kah dek?!"tanya Alfon "gak kenapa,ngapai kesini kasihan cewek tadi ditinggal!"kata Ana kasar "cewek yg mana? ohh... dia sahabatku nya dek!"kata Alfon menjelaskan "gak mau tau"bentak Ana yg membuat seluruh mata selalu menatap mereka berdua "tolong,tolong yg lain keluar"tegas Alfon,semuanya keluar tinggallah mereka berdua di dalam kelas "jadi kenpa rupanya kalo dekat aku samany dek,kok maraha kau?"kata Alfon "oo..iyah yah aku lupa kau kan hanya kakak kelasku,bodohnya aku ngapai jugak aku sedih!kata Ana menahan tangis "jadii.... sorry lah dek kalo salah aku"kata Alfon sambil meninggalkn kelas Ana karna pelajran akan di mulai.Selama belajar Ana tak lagi semangat sampai saatnya pulang,di jalan "hey Ana"kata seorang lelaki dri belakang ternyata itu adalah Toga "hey,.ngapai disini"kata Ana sambil berjalan disamping Toga "mau liat kaw...ngak deng mau ngambil ijazah nya aku!"kata Toga sambil tersenyum,mereka bicara sangat akrab tak sengaja saat itu mereka berpapasan dengn Alfon,Alfon melihat keakrapan mereka yang membuat hatinya terluka ingin rasanya dia pergi lalu menjauhkan Toga dari Ana,tapi dia mengurungkan niatnya itu karna dia tau Ana masih marah besar padanya. Di depa gerbang sekolah Toga menarik tangan Ana yang ingin segera menyebrang dan Alfon melihat hal itu dengan jelas karna dia dari tadi sudah mengekor dari belakang "emmm...Ana ada mau kubilang samamu!"kata Toga "apaan?"tanya Ana penasaran "masihh...adanya tenpat ku di hatimu"tanya Toga penuh harapan "sorry aku harus pulang" Ana langsung melarikan pembicaraan dan pergi pulang ke rumahnya,tapi Alfon yg mendengarkan semua itu sangat marah dan "loh jauhi Ana"kata Alfon sambil menunjuk Toga dan langsung pergi,Toga yg tak menerima perbuatan Alfon langsung menghampiri Alfon "yah suka2 lah emang dia siapamu pacar?"kata Toga memanas-manasinya,Alfon hanya bisa terdiam mendengar itu dan pergi pulang ke rumahnya.

Disepanjang malam Ana dan Alfon tak bisa tidur dengan tenang keduanya sangat gelisah karna kejadian tad di sekolah.Keesokan harinya Alfon sudah ada di gerbang sekolah menunggu Ana yg belom datng ke sekolah,dari jauh sudah terlihat Ana dan Alfon langsung bersembunyi agar Ana tak melihat dirinya,jika Ana melihat Alfon pasti dia akan marah,Ana telah masuk ke dalam sekolah dan sudah melewati gerbang,Alfon yang tadinya masih bersembunyi di balik gerbang langsung memegang tangan Ana dengan erat yang membuat Ana sangat terkejut "lepas,lepasin tanganku malu ditengok orang"kata Ana "gak,gak bakalan kulepas kalo kaw masih marah samaku"kata Alfon lagi "iya janji aku gak bakal marah aku"jawab Ana lagi "oke gitu dong dek,senyum dong!"kata Alfon "taunya maksa dan bikin sakit hati ajah"kata Ana pelan "apa kaw bilang dek? o ala dek dek"kata Alfon sambil mengelus puncak kepala Ana,Alfon menarik tangan Ana lagi sehingga mereka berhenti sesaat "dek,nanti maw pulang tunggu akamu yah di bawah tangga"kat Alfon sambil tersenyum "mau apa?"tanya Ana heran "udah gak usah bawel ikuti ajah yg kubilang"kata Alfon lagi.Tak terasa Alfon sudah sampai di kelasnya "perlu diantar dek ke kelas"kat Alfon yg membuat semua mat tertuju pada Ana "gak"itu lah yg dikatakan Ana dan bergegas pergi ke kelasnya.Setelah pulang sekolah Alfon menghampiri Ana yg sedang menunggunya "lama kali lah"kata Ana marah "iih,si adek lah cerewetnya"kata Alfon sambil menahan tawa "jadi kita mau kemana ?"tanya Ana "makan!"jawab Alfon,sambil menarik tangan Ana.Mereka pun sampai di tempat yg telah disiapkan Alfon "loh kok sepi kak?"tanya Ana "iya tempat ini khusus ku pesan siang ini hanya untuk kita,"ciee yang bnyak uang"goda Ana "demi kau dek"balas Alfon yg membuat hati Ana berdebar dengan kencang,Alfon mempersilahkan Ana untuk duduk di bangku yg telah disediakan "mau makan apa kau dek?tenang aku yg bayar dek,kan aku yg ngajak kau"kata Alfon "terserah kak,yg penting makanan"jawb Ana "okee sama ajah yahh"kata Alfon lagi,tak berapa lama makanannya pun disajikan Ana yg dalam kedaan lapar langsung menyantap makananan itu yg membuat Alfon tertawa geli,karna Ana makan belepotan sangkin laparnya Alfon menghapus noda yg ada di dekat mulut Ana yg membuat Ana terdiam membeku "udah deh jangn tegang gitu,abisnya kau makan belepotan"kata Alfon sambil tersenyum,Ana hanya membalas dengn senyuman.Setelah makan selesai Alfon mengajak Ana ke taman yg berda di sekitar situ,mereka lun duduk di bawah pohon yg rindang dan duduk berdekatan sangat rapat,yg membuat jantung Ana kembali berdebar dengan sangat kencang,lalu Alfon memegang tangan Ana "iyah,dingin kali tangan mu dek,rileks ajalah,nampak kali lah polos mu itu dek!"kata Alfon sambil tertawa namun Ana hanya diam "ok...ok langsung ajahlah yah dek,sukanya kau samaku? tanya Alfon tapi Ana tetap saja diam "ok jujur ajah aku yah dek,sebenarnya dah lama aku suka sama mu, tapi kan dek gak mungkin lah kau dulu kutembak,karna kau menurutku masih terlalu polos,tapi kayak mana lah gak tahan lagi aku memendam rasa ini,mau nya kau jadi pacarku dek?!"tanya Alfon penuh harap,semua harapan Ana akhirnya terkabul,impiannya selama ini untuk menjadi pacar kakak kelasnya itu tercapai,dengan penuh rasa takut Ana mengatakan ya mau aku jadi pacarmu kak,setelah mendengar itu Alfon pun lansung memeluk Ana dengan erat,semenjak hari itu hubungan mereka pun semakin erat dan mereka tak lagi sering bertengkar.

                                                       TAMAT

Kamis, 25 Agustus 2016

Akhirnya Kau Pilih Aku

Mirna adalah cewek yang kuliah di Jakarta yg berasal dari kota Medan,disana dia tak mempunyai saudara bahkan kenalan.Mirna turun dari bus lalu berjalan menelusuri jalan raya tak sengaja sebuah motor menyenggolnya karna dia tidak hati-hati "gimana sih lo punya mata gak sih,kalo jalan dari pinggir dong!"kata seorang lelaki sambil melepas helm dan memberhentikan motornya lalu berjalan ke arah Mirna,seketika Mirna ingin marah tapi tak jadi karna di depannya telah hadir seorang pangeran "i...ya..maaf tadi aku melamun"kata Mirna terbatah-batah "udah gak usah minta maaf,ada yg sakit gak gue gak mau lo kenapa kenapa, karna gue itu laki-laki yang bertanggung jawab"kata lelaki itu "enggak gak ada kok"balas Mirna "oke kalo gitu gue pergi yah,sekali lagi hati2"kata lelaki itu lagi tapi sekarang dengan sedikit senyuman "eh..emm..tunggu dulu"
"apa,lo mau gue antar ?"
"emmm...gini aku kan anak baru mau kuliah disini tapi,gak punya tempat tinggal"kata Mirna pelan
"jadi loh maw minta cariin tempat tinggal!Oke gue bantu sebagai pertanggung jawaban gue,kebetulan rumah gue itu nerima mahasiswi gitu loh maw disitu?"jawab lelaki itu.

Mirna mempertimbangkan secara matang sebnarnya dia takut percaya begitu saja pda orang yang blom dikenal namun karena tak tau mau apalagi terpaksa dia menerima tawaran pemuda itu "oke gue mau"jawab Mirna tegas "yaudah naik gih gue boncengin"kata lelaki itu sembari menyalakan motornya,selama di atas motor "oh iyah gue blom tau namamu siapa?Mirna membuka pembicaraan "gue...Arnold Pratama tapi panggil ajah Arnold,nama lo siapa?"kata Arnold datar "gue Mirna Askari panggil ajah Mirna"jawab Mirna "ohh,di rumah gue nnti loh punya kawan kok satu org kebetulan dia jugk anak kuliahan tapi dah semester 4,kita bukan satu rumah,rumah gue ada dua cuman bersampingan kok!"kata Arnold "ooh gituu yahh mahal gk disitu?kalo mahal,gk jadi lah aku pun disini beasiswanya di Universitas Jakarta"kata Mirna memberi penjelasan "gak..gk mahal kok orangtua gue itu org yg baek banget jadi bikin uang kost gak mahal karna mereka pengertian banget apalagi sama org gak mampu,kebetulan yah gue jugk kuliah disitu cuman udah semester 2"jawab Arnold.
Sesampai di rumah Arnold "wih besar amat rumah ni orang"kata Mirna terkesan di dalam hati "oke loh langsung masuk ajah ni yah kunci kamar loh,gue jugk mau masuk ke rumah"kata Arnold sembari pergi masuk,di dalam kamarnya Mirna hanya bisa tertegun sembari membayangkan bagaimana situasi kuliahannya nanti tapi hayalannya buyar ketika terdengar suara ketokan pintu "boleh masuk"terdengar suara seorang wanita dari balik pintu,Mirna membukakan pintu "hey,selamat datang di rumah ini,gue Cinta Ayu panggil aja kk Ayu karna gue lebih tua"kata Ayu dengan senyum manisnya "iyah kk,namaku Mirna kk"balas Mirna dengan senyum jugak "kalo perlu apa-apa pnggil gue ajah yah,tapi sorry gue mau pergi lo gppkan sendirian disini!"kata Ayu lagi "em,iyah gpp kok hati-hati yah kk"jawab Mirna,setelah Ayu pergi Mirna merasa kesepian dia memutuskan untuk pergi keluar cari angin,diluar Mirna melihat seorang lelaki yang sedang duduk sambil bermain gitar di taman yang ada di rumh Arnold,setelah dilihatnya lebih jelas lagi ternyata itu Arnold "ganteng kali ni cowok apalagi kalo main gitar"puji Mirna dalm hati,tiba-tiba saja hati Mirna berdebar debar melihat Arnold "apa apaan sih ini!kok aku jadi suka sama dia sih"cetus Mirna dalam hati sembari pergi masuk ke kostnya itu.

Keesokan paginya Jam 06.40 Mirna pergi berangkat menuju ke tempat kuliahnya,setelah keluar dari rumah Mirna melihat Arnold yg baru saja pergi menaiki motornya "iihh,pelit amat sih tu org ditawarin kek pergi bareng"gerutu Mirna dalam hati,sesampai di kelas barunya,Mirna langsung menduduki bangku kosong yg ada "Hey lo orang baru yahh disini"kata seorang lelaki yang lumyan tampan terlebih memiliki sebuah lesung pipi yg membuat lelaki itu semkin manis "em.. Hey jugak,iyah aku baru disini"jwb Mirna kikuk "ohh gitu,kenalin gue Glen Rey,asal gue dari Jakarta ini jugak"kata Glen ramah "oooh,namaku Mirna dari Medan aku disini karena dapat beasiswa lumayan ngurangi biaya"jawab Mirna "berarti loh siswi yg pinter dong"kata Glen spontan "ah bisa ajah lo Glen"jawb Mirna malu.Semenjak pertemuan itu Glen tertarik dengan Mirna,tentu saja Glen dapat secepat ini jatuh cinta pada Mirna,karna Mirna itu cewek cantik dan pinter namun Mirna tak mengetahui hal itu karena Glen belom berani jujur.Di rumah karna merasa bosan Mirna sering sekali minta ikut kepada Arnold kemanapun dia pergi,suatu sore Mirna melihat Arnold keluar dri rumahnya "emm,lo mau kemana gue ikut yah,bosan nih di rumh gak punya kawan kak Ayu tadi pergi sama kawannya please!"kata Mirna penuh harap "ha!gak boleh gue mau pergi ke cafe jumpa sama kawan-kawan lo gk boleh ikut,nanti loh sama siapa!"kata Arnold secara detail sambil menaiki motoranya "gak pokoknya gue ikut titik!"kata Mirna sambil naik di bangku belakang motor Arnold "yaudah tapi inget loh duduk gak bareng sama gue!"kata Arnold diperjalanan "iya..iya bawel amat sih''jawab Mirna.Sesampai disana Mirna turun dari motor Arnold begitu pula Arnold, namun Arnold berjalan terebih dahulu lalu Mirna mengikuti dari belakang,Arnold langsung bergabung di sebuah meja disitu sudah ada sekitar 5 orabg yaitu 1 cewek,4 cowok yg sedang menunggu Arnold,yah tentu saja sesuai perjanjian Mirna harus duduk sendiri berjarak sekitar 3 meja dari tempat Arnold,namun Arnold duduk mengarah padanya jadi bila terjadi sesuatu dia bisa melihat Mirna.

Hampir satu jam berlalu Mirna hanya duduk sendiri tiba-tiba "hey lagi ngapai kenapa sendirin dari tadi"kata seorang pemuda sambil duduk di sebelahnya "em..hey,yah gk kenapa!"jwb Mirna heran, karena seorang lelaki bertubuh tinggi dan memiliki 2 lesung pipi yg membuat lelaki itu semakin tampan datang menghampirinya "loh ank baru kan loh pernah gue lihat soalnya,kenalin gue Bram satu kelas si Arnold"kata Bram dengan senyum manisnya
"oh kakk satu angkatan Arnold"jawab Mirna polos
"iyah,lo kenal samanya jangan-jangan lo pergi kesini samanya yah!"kata Bram penasaran "emm..kenal gue tinggal d rumh kost-kostan nya kk,iyah aku datang kesini tadi sama Arnold karena bosan,tapi sialnya lebih bosan disini kak karena sendiri"jawb Mirna sedikit kecewa" yaudalah gpp kan udah ada gue,lo jangn manggil kakk nama aja!"kata Bram "emm,iyaa"jawab Mirna.Setelah beberapa menit mereka terlihat sangat akrab,seketika Arnold melihat Mirna dan Mirna membalasnya degan sebuah senyuman manis sekali siapa saja yg melihat itu pasti tertarik,hal itu membuat Bram sakit hati karna dia mulai tertarik pada gadis itu,tak tahan emosi Bram pergi meninggalkan Mirna sendiri dan pindah ke meja lain yang berjarak 2 meja dari meja Mirna.Melihat tindakan Bram itu seketika Mirna membeku air matanya keluar seketika "parah!parah banget merekas ninggali aku sendiri,tadi aku udah senang banget akhirnya gk sendirian lagi tapi ternyata sama ajah bikin gue sakit hati"gerutu Mirna di dalam hati di tengah isak tangisnya,karna tak tahan lagi Mirna memutuskan untuk pergi,melihat reaksi itu Bram merasa sangat bersalah pada Mirna "gu..e.. benci ngapai cobak tadi gue ikut"teriak Mirna "Mir....Tunggu loh mau kemana"kata Arnold sembari menarik tangan Mirna "lepas gue mau pulang"teriak Mirna smbil menangis "oke2 kita pulang tapi tunggu gue ambil kunci motor masih ketinggalan di dalam"setelah mengatakan itu Arnold secepatnya berlari masuk,tapi tak tahan menunggu lagi Mirna pergi pulang sendiri terpaksa dia naik taxi agar diantar sampai rumah.Sejak hari itu Mirna selalu menghindar dari Arnold maupun Bram "hey Mir,akhir2 ini loh kok cemberut sih!ada masalah?" kata Glen dengan penuh perhatian "ehh,gak knpa-knpa kok Glen"jawb Mirna datar "em,ayok ke taman Mir! ada mau aku omongin please?"kata Glen berharap,ternyata di hari itu Glen jujur terhadap Mirna bahwa dia mencintai cewek itu dan dia ingin menjadi pacar Mirna,tanpa berpikir panjang Mirna menerima Glen sejak saat itu mereka resmi pacaran.Kabar itu langsung sampai di telinga Arnold,ketika Arnold mendengarnya dirinya merasa sakit hati sejak saat itu dia sadar bahwa Mirna telah memikat hatinya,suatu siang Arnold menghambat mobilnya Glen sontak glen me-rem secepatnya dan keluar dari mobilnya "lo jauhin Mirna,kalo lo maw selamat"kata Arnold sambil menarik kera baju Glen,karna kejadian itu dengan berat hati Glen harus melepas Mirna karena takut terjadi sesuatu pada dirinya,esoknya "Mir,kali ini gue minta maaf"kata Glen terdengar suaranya sangat berat "kenapa loh kok sedih?"tanya Mirna heran "mulai skrg kita putus yah kita berteman lagi,maaf aku gak bisa lagi lanjutin hubungn ini soalnya aku di ancam sama kk Arnold"kata Glen sedih,Mirna hanya bisa mengangguk karna tak bisa bicara lagi air matanya keluar dia segera berlari menuju taman lalu duduk di sebuah bangku "udah loh gak usah nangis lagi gue gak tahan ngeliat loh nangis untuk kedua kalinya"kata Arnold "loh yg bikin gue nangis!"kata Mirna kesal "oke gue ngaku salah"kata Arnold sembari mengusap air mata Mirna,Mirna ingin pergi meningglkan arnold tapi tangannya ditarik dan dia terjatuh di pangkuan Arnold "aku gak bakalan izinin kau pergi dariku untuk kedua kalinya gue sayang elo maaf gue selalu mengabaikanmu tapi aku sadar hatiku telah memilihmu,gue janji gak nyakitin loh lagi"kata Arnold tulus namun setelah mendengar itu Mirna pergi begitu saja.

Sejak saat itu hubungan mereka kembali membaik begitu juga hungungan Mirna degan Bram karena Bram telah menjelaskn semuanya pada Mirna dan Mirna mengerti degan keadaan Bram itu,setelah sebulan berlalu akhirnya Mirna dan Arnold menjadi sepasang kekasih "Gue senang akhirnya loh sadar bahwa hati gue untukmu,karna hati loh jugak udah memilih gue"gumam Mirna di hatinya "kenapa kok bengong"kata Arnold dengan senyuman sambil menggenggam tangan kekasihnya itu,Mirna hanya memberi respon dengan gelengan kepala sambil tersenyum.

Tamat

Sabtu, 30 Juli 2016

LANJUTAN 2 TAK SEINDAH YANG DULU

"di liat liat lo cakep jugk yah"Frans buka suara duluan karna perkataanya itu semua mata melirik lagi ke arah mereka berdua,yabg lebih parah lagi kata2 itu membuat pipi ani yg putih menjadi merah,Frans melihat itu hanya bisa tersenyum geli.Lonceng berbunyi setelah makanan mereka habis "thanks yah"kata frans tersenyum sambil berdiri "emm.. Gak usah bilang maksih kk kan ni hukuman!"jawab ani sambil menutupi pipinya,Frans hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan Ani dan semua mata yg masih melotot.
Setelah kejadian itu sikap Frans yg ketus berubah seratus persen, dia menjadi sangat ramah terhadap Ani sebaliknya ani hanya bisa heran dengn smua perubhan kakak senior nya itu.MOS telah selasai itu adalah hari yg ditunggu anak kelas satu,saat jam istirahat Frans pergi menemui ani "eh lo pulang bareng gue yah !" sontak ani terngangak dan hanya bisa mengangguk,melihat itu Frans hanya tersenyum dan pergi menghampiri Ryan dan ani hanya memandangi kepergian frans dengan pikirannya sendiri.Sepulang sekolah ani berjalan keluar kelas bersama sebangkunya Tara namun mereka berpisah setelah sampai di parkiran "gue duluan yah ani,bye!" "okeeee,bye too"kata ani secepatnya.Frans sudah duduk di motornya yg keren jelas harganya tdk murah "lama amat gue udah capek nunggui loh ngapai ajh sih?"tanyk Frans "apaan sih kak memang baru pulang lagi"jawab ani kesal "iya sorry,udah naik gih"kata frans dngn tersenyum sambil menunjuk ke belkangnya,ani langsung menaiki motor frans tnpa bicara sedikit pun,"lo yg ada di belakang pegangan dong org ajh kalo naik ojek biasanya ajah pegangan"kata Frans sambil terkekeh dengn sedikit kikuk "e...lo kak taw ajah cara2 maksa org"cetus ani "hehehe"tawa frans lepas seketika "iya deh lagiankan itu buat keselamatan elo ntar kalo lo jatoh gitu kan sakit,rumah loh dimna ntar tunjukin yah!"kta Frans lag sambil menhan tawanya "iya"bals ani dengan tampang yg masih cemberut.Motor frans melaju ke rumah ani kurang lebih dua puluh menit mereka sampai d rumah ani,ternyata ibu ani yg terkenal rajinnya di komplek itu melihat kedatangan mereka "Siang tante,tante rajin bnget deh"celoteh frans setelah melihat mama ani,sedangkan mama ani hanya membals dengan senyuman yg benar2 manis "em...maksih yah kak,gak bayar kan!"kata ani dibarengi tawa "elo yah ada2 ajah"jawb frans dibarengi senyum lalu memutar motornya "pulang dulu yah tante"
"gak mampir dulu nak"
"gak tante,lain kali ajh"
frans pun pergi meninggalkn rumah ani dengn mata ani yg memandnginya sampai tidak terlihat lagi.
"siapa tuh pcr?"goda mama
"apaan sih ma buknlah cuman kakk kelas ajh"jwab ani dengan malu
"pacar jugak gak papa asal sekolah nya baik baik ajah"kata mama lag i dengan senyum menawan hati,ani hanya tersenyum geli lalu pergi masuk ke rumah.
Malm harinya frans gelisah tk menentu dia hnya memikirkan adik kelasnya itu yg telah memikat hati nya begitu pula ani yg ternyata jugk memiliki rasa terhadap kkk kelasny itu.Ani lumayan terlambat bangun karna semalam ani larut malam tidur,ani tergesa gesa mandi dan yg lainnya lalu pergi ke sekolah tak lupa pamitan kepda kedua orgtuanya.Sesampai di sekolah ani terkejut "kok lama amat sih datgnya"kata frans dari balik gerbang,ani hanya memasang muka kesal lalu pergi meninggalkan kakk kelasnya itu.Mulai dari jam pertama sampai selesai ani tak fokus dalam belajr krna mersa ngantuk dan malas,bel pulang berbunyi "loh kenapa sih kayaknya lemes amat kayak mayat hidup"kata frans nyindir "kakak apa apaan sih,cuman lagi malas ajh taw"jawb ani dengn malas "ya udah kalo mals,ikut gue sepulang sekolah ini jalan2 gitu biar rasa malas lo ilang,gimana?"kata frans begitu semangat "ehhh..gimana yah kak aku kan blom pamit sama ortuku tpi ..."
"Tapi apa"potong frans
"ya udah deh kk siapa taw bisa ngilangin rasa malasku"blas ani kikuk "oke deh sipp"kata frans dengn penuh semangat.
Frans membawa ani ke sebuah tempat yg begitu indah y romantis2 gitu,bisa di bilang tempat org2 kaya meluangkan wktu ajh .
"wahh indah ny ayok dudk disna kak"kata ani refleks lalu menggemgam tangn frans pergi ke tempt yg ditunjuknya tadi,sontak frans terkejut namun dia mersa bahagia.
"ani,lo sadar gak lo lagi ngapai sekarg?kata frans ceplos,segera ani melepas genggamannya "aduh bodoh banget sih gue,kok ini terjadi sih iiih!"cetus ani dalam hati "udah2 gak usah dipikiri santai ajh kalik,dah biasa kok di gandeng cewek"kata frans sambil tersenyum "ih apaan sih kakak"kta ani pelan.

Saat ini ani terlihat tegang terlebih setelah dia melakukan hal tadi sedangkan frans mencoba untuk setenang mungkin agar tidak terlihat kikuk.
"ani..."
"Apa"
"lo taw gak bedanya elo sama pencuri"
"gak"kata ani sok polos
"kalo pencuri mencuri apa yg mereka inginkan tapi kaloo elooo....
mencuri hati gue"kata frans sambil tersenyum lebar lalu mengelus puncak kepala ani,seketika pipi ani terlihat sangat merah dan membuat frans tersenyum geli,dia hanya bisa ternganga kayaknya sih jantungnya maw keluar gitu "a..h.. Kakk bisa ajah gak lucu taw"kata ani kikuk "iya lo kok gak percayaan sih,jujur ajah yah walau loh gak taw apa2 gitu,gue tetap sukak sama lohh jadi...." frans terdiam sesaat dia melihat reaksi ani lalu "lo maw gak jadi pacar gua?"kata frans dgn menatap ani lurus2,spontan ani berdiri lalu melotot dan ternganga,yah sedikit berlebihan sih tapi itulah gerakan refleks,menyadari tindakannya ani kembali duduk namun dalam keadaan setengah sadar,jujur saja dia pun sudah menunggu saat ini datang tapi namanya jugak cewek gengsi bro,"jadi gimana ani loh maw gak?gue udah gak sabar nih nunggu jawabn lo tapi kalo loh nolak gue lo kejam!?"kata frans dengan kata penuh harap "eee...emm..
gimana yah kak,gue gak bisa.....
"loh kok gitu"potong frans
"kan aku blom siap ngomong kak,maksudku gak bisa nolakk"kata ani sambil tersenyum geli.Sekarg frans yg melakukan refleks dia langsung memeluk erat erat ani dan seketika mengecup kening ani,spontan ani malu2 gak jelas gitu pokoknya lucu deh,"eh,sorry2 gue gak sengaja soalnya gue bahagia banget,tapii..
Gak papalah kan kita resmi pcaran"kata frans dengan senyumnya yang paling manis pastinya siapun yg melihatnya pasti klepek2,ani hnya bisa tersenyum geli dengan perkataan frans tadi.Waktu terasa cepat berlalu ternyata sudah pukul setengah lima sore "kak ayok pulang aku takut ntar mama marah"ani buka suara setelah beberapa lama mereka diam dengan pikiran mereka sendiri "eh..
Iya tapi,lo gak usah manggil kakk lagi deh nama ajah oke ,jad mersa tua banget nih gue!"
"Iya iya frans".Frans berdiri lalu menggemgam tangan kiri ani "ayok diri donk"
Ani tersenyum lalu mereka pergi pulang.Motor frans melaju dengan sangat kencang sehingga ani harus memeluk frans kencang2,yah ini salah satu modus frans agar ani tak malu2 kucing lagi.
"ini udah nyampe,keasyikan melulu meluk gue,adem yah"kata frans sambil tertawa "ah elo kak...
Eh frans gitu amat terus ajah,pacarnya diledekin "balas ani dengan cemberut,"iya2 sorry deh ani kusayang,aku balek yah baik2 di rumah,oke"kata frans sembali mencubit gemas pipi ani yg agak tembem lalu mengedipkn sebelah matanya,"oke sipp deh"bals ani.Frans menghidupkan motornya lalu memutar balek motornya dan pergi berlalu meninggalkan rumah ani.
Ani masuk ke dalam rumah sambil cengengesan gak jelas,biasalah ABG zaman sekarang kalo yang namanya jatuh cinta pasti kayak org yg udah dapat uang 2 milyar ajah.Selama di rumah ani hanya melamum dan senyum senyum sendiri saja,mamanya hanya bisa senyum dan geleng geleng kepala saja melihat perilaku anaknya itu,dia dapat memakluminya karna dulu dia pun pernah merasakan hal yang sama,"nak liat tuh teh nya udah penuh awas tumpah nanti capek lo ngelap nya"kata mama sambil menahan senyum "hehehe"hanya kata itu yang bisa diucapkan ani karna merasa malu sekali lalu pergi masuk ke kamarnya.Pagi terasa cerah seperti hati ani dan frans cerah berseri seri,dengan semangat ani beres2 lalu pamit dari rumah "hey,pagi ani"sapa frans yang sudah menunggu di depan rumahnya kali ini dia membawa mobil agar ceweknya nyaman berada di sampingnya,lagian ini adalah hari pertama dia menjemput ani untuk pergi ke sekolah bersama sama "eh elo cepat amat"kata ani dengan senyum khasnya
"emang gak boleh gitu !
Oke deh mana mama lo gue maw pamit ni"
"udah deh ayo pergi,tadi udah aku pamitin sama nyokap"
Yaudah deh kalo gitu"kata frans lagi,mereka pun pergi meninggalkan rumah ani menuju sekolah.
Belum saja mereka turun dri mobil semua mata sudah menatap ke arah mobil itu"widih keren amat tuh mobil pasti itu frans gue yakin!" tutur seseoarang dari siswa SMA lainnya,yah benar saja tapi yang tak disangka mereka ani juniornya dulu yang selalu di marahi frans akhirnya dapat memikat cowok terpopuler di sekolah itu,ada yg merasa dongkol itu pasti bagian cewek2,heran,dan bahkan bersiul melihat apa yang ada di hadapan mereka.Frans turun dari mobil lalu membukakan pintu mobil untuk gadis pujaannya itu " silahkan tuan putri,pegang tangan saya agar lebih romantis lagi"goda frans
"iih apaan sihh malu taw diliatin org2"balas ani,frans yang tak maw menunggu beberapa lama lagi langsung menggemgam tangan ani "loh bro udah jadian ni makan2 dong"goda ryan sahabat frans itu,frans yg terkenal dengan kebaikannya itu langsung tersenyum lebar lalu mengangguk menandakan setuju.Setelah frans mengantar ani dia langsung pergi bergegas berlari ke arah sahabatnya itu,giliran ani yang mendapat sejuta pernyataan dari teman sekelasnya tapi dia hanya bisa tersenyum geli dengan pernyataan teman2 nya yang menggodanya.Seperti biasa setelah jam pelajaran ke-3 selesai,frans sudah berdiri di depan pintu kelas anak kelas 10,mau apa lagi pasti ingin menjemput sang kekasih
"hey,gimana belajarnya sukses gak?"frans membuka pembicaraan
"jelaslah,malah fokus banget,apalagi karna elo itu gak ada jadi gue konsen deh" goda ani
"iiih,gitu amat ngomong sama pacar sendiri,ayok ke kantin aku dah laper ni"sambil mencubit gemas pipi ani lalu menggemgam tangan kekasihnya itu.
Suatu hari frans tak lagi muncul di hadapan ani yahhh saat2 menjelang tamat SMA "mana sih frans kok gak muncul2 sihk?dia kenapa sih kok gitu jahat amat gk ngabari gitu,jangan jangan....
Ahk gue gak boleh asal ngomong ajah"gerutu ani dalam hati.Sayang memang waktu cepat berlalu yang membuat frans sedihnya minta ampun,air mata frans ingin turun sederas mungkin "kenapa .. Kenapa ini terjadi padaku,aku tak ingin berpisah dengan ani mengapa ayah dan ibu harus menyiksaku dgn membuatku pergi jauh dari sini ?"teriak frans disela tangisnya,ani yang tak kunjung menerima kabar kekasihnya itu dengan setengah sadar pulang ke rumah,akibatnya dia hampir terus mebabrak orang yang berpapasan dengannya"eh ,maaf pak bu tadi gk liat"kata ani pelan tapi orang2 yg ditabraknya hanya bisa geleng geleng kepala.Keesokan harinya muka ani pucat benar saja dia hanya tidur sebentar karna sibuk memikiri pacarnya itu "lo kenapa,lagi sakit yahh?"kata frans yg muncul beberpa saat di belakangnya
"gak kenapa"jawab ani malas,ani mengira frans akan lebih memperrhatikannya tapi "oh ya udah,gue masuk duluan yah"kata frans sembari meninggalkan ani yang sangat heran dengan perubahan sikap pcrnya itu "sebenarnya aku tak tahan berpaling darimu ani,tapi aku harus bisa lo jugak harus bisa ni"kata frans dalam hati dengan penuh penyesalan.Ani yang tak tahan dengan perubahan sikap frans tak lagi bisa menahan diri "kamu kenapa sih kok cuek banget samaku,semalam dari mana ajah kok gak ngabari aku,aku khawatir sama elo frans"kata ani dengan penuh harap mendapat sebuah jawaban namun "nanti gue jemput jam 3 sore"kata frans langsung,ani yang menerima respon itu hanya bisa mengangguk.Ani yang tak sabaran hanya selalu melihat jam sehingga "ani melihat apa kamu?"tanya seorang guru dengan dingin
"mm... Maaf pak"kata ani,sang guru hanya bisa geleng2 kepala lalu melanjutkan pelajaran yang tadi dihentikan itu.Sepulang sekolah ani segera bergegas pulang, sangkin tak sabarnya dia langsung berlari naik bus lalu "lo ani,kenapa terburu buru gitu nak? Ada yang ngejar2 kamu yah?"tanya mama dengan heran namun ani hanya menanggapi nya dengan sebuah lirikan,lirikan yang mampu membisukan mama seketika.Tin tin terdengar suara motor "iya iya"kata ani dari dalam rumah lalu pamitan dengan ortunya dan "em.. Hai..kali ini loh yg menentukan tempat untuk kita pergi soalnya..."frans tak melanjutkan bicaranya "kok gue sihh....tapi yaudah deh kita pergi ke taman ajah kalo gitu ! Maw ngomong apa lagi tadi kok di potong?" "udah ntar ajah,naik ajah dulu"kata frans dengan lembut sambil menyodorkan jaket kepada ani yah tidak seperti biasa kali ini dia hanya membuat perpisahan yg tak bisa dilupakan "tumben"kta ani cepat "udah pakek aja bawel amet"kta frans kali ini dengan sebuah senyuman tpi senyuman asing yg menyimpan sejuta kesedihan,ani pun tak berani lagi berkata apapun.Sesampai disana "ni jaketnya thanks,kita duduk disitu yah"kata ani sambil menunjuk bangku di bawah pohon yg sangat besar dan rindang,frans mengambil jaketnya dan hanya merespon dengan sebuah senyuman lalu merangkul kekasihnya itu ke bangku itu,"emm..e... Lo maw ngomong apa frans kok aku merasa aneh gini yah?"kata ani dengan sedikit gugup,frans menatapnya lurus lurus tepat di manik matanya "ani... Seandainya waktu bisa kuulang kembali ingin sekali aku berjumpa denganmu seawal mungkin,namun itu hanya khayalan belaka yg membuat ku semakin terpuruk,jujur aku sayang banget sama lo tapi maaf seperti nya kita harus berpisah karna keadaan yg tak memungkinkan kita.. "frans diam sejenak lalu menarik nafas "untuk bersatu,aku mohon jangan pernah membenci ku bahkan melupakanku sungguh aku pun tak tahan menerima semua ini"kata frans lagi kali ini dengan air mata yang mengalir "kenapa,kenapa frans..kenapa loh harus pergi lo gak kasihan nengok gue sendirian"jawb ani dengan sedih sambil menahan isak tangisnya,frans yg tak tahan akhirnya memeluk erat2 kekasihnya itu seperti ingin tak maw melepaskannya lalu langsung mengecup pipi ani sebelah kiri "maaf... Maaf banget ni,aku harus pergi ke London untuk meneruskan kuliahku disana"kata frans lagi sedangkan ani setelah mendengar perkataan itu langsung pergi berlari pulang sambil menangis "gak adil,semua ini gk adil"ketus ani dalm hati".Sesampai di rumah ani langsung masuk ke kamar dan mengunci kamar rapat2 lalu merebahkan tubuhnya yang sudah tak tahan merasakan sakit seperti dibanting,di dalam kamar dia hanya bisa menangis sangkin marah nya ani,dia mematikan suara hp nya agar tak dapat mendengar apapun selain tangisnya itu,sebaliknya frans hanya bisa terus menelfon tapi diabaikan padahal itu adalah hari terakhirnya bertemu dengan pujaan hatinya itu,akhirnya dia mengirimkan sebuah sms " kali ini aku tak bisa berbuat apa apa,aku pun tak ingin ada perpisahan antara kita,tadi aku hanya ingin pamitan jam 5 sore ini aku berangkat pergi ke london jaga baik2 diri lo yah ani ..
I want always remember you my love,i hope you always remember me too.
Aku sayang padamu selamanya" setelah frans mengirim sms itu dengan sedih dia pergi menyusul kedua orang tuanya yg sudah menunggu di bandara.Sayang ani tak secepatnya membaca pesan itu karna menangis dia pun tertidur setelah jam delapan malam dia terbangun melirik ke hpnya ternyata sudah ada 10 mis call dan 1 sms dari frans,ani pun membacanya air matanya pun meluap luap setelah beberapa lama ani mencoba menenangkan dirinya dan mencoba setegar mungkin "oke aku harus kuat aku gak boleh selemah ini"kata ani kepada dirinya sendiri.
Alarm ani berdering segera dia bersiap siap menanti keajaiban jika frans sudah menunggu di depan gerbangnya,namun itu hanya khayalan belaka yg tak mungkin bisa terjadi.Setiap harinya pun ani pergi ke sekolah dengan rasa hampa dia merasa sendiri,hari hari nya menjadi gelap seperti tak ada tujuan hidup,namun dia bersi keras untuk bisa bangkit dari keterpurukan itu.


                                                                      TAMAT

Thanks for reading :)

Kamis, 21 Juli 2016

LANJUTAN 1 TAK SEINDAH YANG DULU



Seketika Frans hilang dari penglihatan Ani “dimana tuh senior galak”cetus Ani dalam hati “dor” Ani tersentak dari lamunannya danmelirik ke belakang “eh kakak”kata Ani sambil nyengir “elo yang tadi pagi kan udah gak sopan melamun ajah lagi kerjanya ntar kesambat baru tau rasa!”kata Frans menejek,Ani hanya bisa terdiam dengan ocehan kakak kelasnya itu.Semua kegiatan yang berlangsung membuat Ani sangat lelah apalagi kegiatan ini termasuk dendam dari kakak kelasnya,yang dulu diperlakukan seperti saat ini.Ani membuat sebuah kesalahan “lo maju ke depan!”kata seoarang kakak senior yang biasa dipanggil Ocha,Ani maju ke depan dengan langkah tersendat-sendat “lo tau kan elo udah buat kesalahan jadi lo harus di hokum!”kata senior itu “ehm…” “gak ada kata-kata yang bisa lo pakek buat ngeles”potong ocha sebelum Ani siap menjawab pernyataannya tadi.Dari bawah pohon terlihat Frans sedang berjalan ke arah Ani yang kenak marah “ada apa ini?”kata Frans sok polos ”ini nih bikin kesalahan,mumpung loh ada disini loh ajah gih bikin hukuman buatnya gue mau cabut dulu kesana mau lihat anak-anak yang lain!” “oke”jawab Frans secepat mungkin,yang membuat Ocha heran namun tidak memperdulikan apapun dia langsung pergi.Dengan tampang mengejek “eloh lagi….emang lo gak bisa apa apa yah!” “a…pa?Eh maksudnya kan aku hanya melakukan sedikit kesalahan kak!”jawab Ani “udah jangan banyak alasan,jangan ngeles lagi sekarang!sebagai hukumannya elo harus bandari gue ntar ke kantin dan elo harus makan sama gue!”kata Frans tersenyum sambil menahan tawa”eh gak bisa gitu dong kak emang kakak orang miskin gak bisa bayar makan sendiri!”jawab Ani kesal “kan ini hukuman bukan masalah miskinnya,elo belom tau siapa gue,gue bukan orang gak mampu inga..” “Frans temani gue kesana dong”kata senior lainnya yaitu sahabat dekat Frans bernama Ryan,sebelum Frans selesai ngoceh dia dan Ryan pergi meninggalkan Ani.

Bel berbunyi Frans langsung menghampiri kelas Ani seketika semua mata memandang ke arah Frans mereka sangat bahagia karena orang terpopuler di sekolah itu dating ke kelas mereka,mungkin hanya Ani yang tidak mengetahui identitas Frans.”eh lo ayo gue udah laper ni!Bdw,gue belom tau nama loo,nama loh siapa?”kata Frans dengan sedikit senyum “eh….i…ya kak aku lupa,namaku Ani”jawab Ani gugup.Mereka pergi berlalu meninggalkan kelas Ani dengan semua mata yang masih melotot memandangi mereka “loh mau makan apa?”kata Frans membuka pembicaraan,Ani yang sedang asyik dengan pikirannya tersadar “eh….itu kak somay ajah tapim pedas yah!”jawab Ani sambil berjalan mendekati bangku yang kosong,yang berada di pojok sedangkan Frans pergi memesan makanan.Tak berapa lama “ni pesanan lo inget lo yang bayar”kata Frans sambil terkekeh,Ani cuman mengangguk dan segera memakan somaynya

                                                            BERSAMBUNG

Minggu, 17 Juli 2016

Tak Seindah Yang Dulu



Pukul 05.00 am tepat Ani beranjak dari tempat tidurnya,ini adalah hari pertama Ani memasuki SMA barunya.Dengan semangat Ani segera bergegas mandi-pakaian-makan-dan yang lainnya,jam tujuh kurang dua puluh menit dia pamit untuk pergi ke sekolah tak biasanya dia pergim secepat ini.Hari pertama MOS Ani tak ingin ketinggalan apapun, “hey kamu”kata seorang lelaki bertubuh tinggi dan tampan setelah Ani memasuki sekolah ‘’i..yah’’jawab Ani ragu ‘’kamu gak ada sopan-sopannya yah sama kakak kelas beri salam kek apa kek!’’kata lelaki itu ‘’eh maaf kak gak liat tadi,lagian harus yah beri salam emang kakak guru,kan bukan!’’kata Ani sok polos,membuat lelaki itu bertambah geram ‘’eh awas kamu yah nanti liat ajh waktu MOS’’kata lelaki itu sembari pergi meninggalkan Ani.


Bel berbunyi dengan rasa takut Ani pergi berbaris ke lapangan dengan siswa-siswa baru yang lain.Lelaki yang bertubuh tinggi dan tampan itu ternyata cowok yang paling populer di sekolahnya tidak hanya populer dia jugak incaran cewek-cewek namanya Frans.”Semuanya baris dengan rapi jangan ada yang berani ribut!”kata seorang senior yang muncul dari belakang,betapa terkejutnya Ani melihatnya ternyata itu orang yang menegurnya tadi di gerbang ‘’eh,mampus gue bisa bisa gue habis nanti”sungut Ani dalam hati.Frans melirik-lirik semua siswa-siswa baru itu,seketika matanya berhenti pada satu titik yah jelas saja pada Ani,dia tersenyum mengejek kepada Ani,sedangkan Ani hanya berani menunduk karna merasa takut.



                                                            BERSAMBUNG