Mirna adalah cewek yang kuliah di Jakarta yg berasal dari kota Medan,disana dia tak mempunyai saudara bahkan kenalan.Mirna turun dari bus lalu berjalan menelusuri jalan raya tak sengaja sebuah motor menyenggolnya karna dia tidak hati-hati "gimana sih lo punya mata gak sih,kalo jalan dari pinggir dong!"kata seorang lelaki sambil melepas helm dan memberhentikan motornya lalu berjalan ke arah Mirna,seketika Mirna ingin marah tapi tak jadi karna di depannya telah hadir seorang pangeran "i...ya..maaf tadi aku melamun"kata Mirna terbatah-batah "udah gak usah minta maaf,ada yg sakit gak gue gak mau lo kenapa kenapa, karna gue itu laki-laki yang bertanggung jawab"kata lelaki itu "enggak gak ada kok"balas Mirna "oke kalo gitu gue pergi yah,sekali lagi hati2"kata lelaki itu lagi tapi sekarang dengan sedikit senyuman "eh..emm..tunggu dulu"
"apa,lo mau gue antar ?"
"emmm...gini aku kan anak baru mau kuliah disini tapi,gak punya tempat tinggal"kata Mirna pelan
"jadi loh maw minta cariin tempat tinggal!Oke gue bantu sebagai pertanggung jawaban gue,kebetulan rumah gue itu nerima mahasiswi gitu loh maw disitu?"jawab lelaki itu.
Mirna mempertimbangkan secara matang sebnarnya dia takut percaya begitu saja pda orang yang blom dikenal namun karena tak tau mau apalagi terpaksa dia menerima tawaran pemuda itu "oke gue mau"jawab Mirna tegas "yaudah naik gih gue boncengin"kata lelaki itu sembari menyalakan motornya,selama di atas motor "oh iyah gue blom tau namamu siapa?Mirna membuka pembicaraan "gue...Arnold Pratama tapi panggil ajah Arnold,nama lo siapa?"kata Arnold datar "gue Mirna Askari panggil ajah Mirna"jawab Mirna "ohh,di rumah gue nnti loh punya kawan kok satu org kebetulan dia jugk anak kuliahan tapi dah semester 4,kita bukan satu rumah,rumah gue ada dua cuman bersampingan kok!"kata Arnold "ooh gituu yahh mahal gk disitu?kalo mahal,gk jadi lah aku pun disini beasiswanya di Universitas Jakarta"kata Mirna memberi penjelasan "gak..gk mahal kok orangtua gue itu org yg baek banget jadi bikin uang kost gak mahal karna mereka pengertian banget apalagi sama org gak mampu,kebetulan yah gue jugk kuliah disitu cuman udah semester 2"jawab Arnold.
Sesampai di rumah Arnold "wih besar amat rumah ni orang"kata Mirna terkesan di dalam hati "oke loh langsung masuk ajah ni yah kunci kamar loh,gue jugk mau masuk ke rumah"kata Arnold sembari pergi masuk,di dalam kamarnya Mirna hanya bisa tertegun sembari membayangkan bagaimana situasi kuliahannya nanti tapi hayalannya buyar ketika terdengar suara ketokan pintu "boleh masuk"terdengar suara seorang wanita dari balik pintu,Mirna membukakan pintu "hey,selamat datang di rumah ini,gue Cinta Ayu panggil aja kk Ayu karna gue lebih tua"kata Ayu dengan senyum manisnya "iyah kk,namaku Mirna kk"balas Mirna dengan senyum jugak "kalo perlu apa-apa pnggil gue ajah yah,tapi sorry gue mau pergi lo gppkan sendirian disini!"kata Ayu lagi "em,iyah gpp kok hati-hati yah kk"jawab Mirna,setelah Ayu pergi Mirna merasa kesepian dia memutuskan untuk pergi keluar cari angin,diluar Mirna melihat seorang lelaki yang sedang duduk sambil bermain gitar di taman yang ada di rumh Arnold,setelah dilihatnya lebih jelas lagi ternyata itu Arnold "ganteng kali ni cowok apalagi kalo main gitar"puji Mirna dalm hati,tiba-tiba saja hati Mirna berdebar debar melihat Arnold "apa apaan sih ini!kok aku jadi suka sama dia sih"cetus Mirna dalam hati sembari pergi masuk ke kostnya itu.
Keesokan paginya Jam 06.40 Mirna pergi berangkat menuju ke tempat kuliahnya,setelah keluar dari rumah Mirna melihat Arnold yg baru saja pergi menaiki motornya "iihh,pelit amat sih tu org ditawarin kek pergi bareng"gerutu Mirna dalam hati,sesampai di kelas barunya,Mirna langsung menduduki bangku kosong yg ada "Hey lo orang baru yahh disini"kata seorang lelaki yang lumyan tampan terlebih memiliki sebuah lesung pipi yg membuat lelaki itu semkin manis "em.. Hey jugak,iyah aku baru disini"jwb Mirna kikuk "ohh gitu,kenalin gue Glen Rey,asal gue dari Jakarta ini jugak"kata Glen ramah "oooh,namaku Mirna dari Medan aku disini karena dapat beasiswa lumayan ngurangi biaya"jawab Mirna "berarti loh siswi yg pinter dong"kata Glen spontan "ah bisa ajah lo Glen"jawb Mirna malu.Semenjak pertemuan itu Glen tertarik dengan Mirna,tentu saja Glen dapat secepat ini jatuh cinta pada Mirna,karna Mirna itu cewek cantik dan pinter namun Mirna tak mengetahui hal itu karena Glen belom berani jujur.Di rumah karna merasa bosan Mirna sering sekali minta ikut kepada Arnold kemanapun dia pergi,suatu sore Mirna melihat Arnold keluar dri rumahnya "emm,lo mau kemana gue ikut yah,bosan nih di rumh gak punya kawan kak Ayu tadi pergi sama kawannya please!"kata Mirna penuh harap "ha!gak boleh gue mau pergi ke cafe jumpa sama kawan-kawan lo gk boleh ikut,nanti loh sama siapa!"kata Arnold secara detail sambil menaiki motoranya "gak pokoknya gue ikut titik!"kata Mirna sambil naik di bangku belakang motor Arnold "yaudah tapi inget loh duduk gak bareng sama gue!"kata Arnold diperjalanan "iya..iya bawel amat sih''jawab Mirna.Sesampai disana Mirna turun dari motor Arnold begitu pula Arnold, namun Arnold berjalan terebih dahulu lalu Mirna mengikuti dari belakang,Arnold langsung bergabung di sebuah meja disitu sudah ada sekitar 5 orabg yaitu 1 cewek,4 cowok yg sedang menunggu Arnold,yah tentu saja sesuai perjanjian Mirna harus duduk sendiri berjarak sekitar 3 meja dari tempat Arnold,namun Arnold duduk mengarah padanya jadi bila terjadi sesuatu dia bisa melihat Mirna.
Hampir satu jam berlalu Mirna hanya duduk sendiri tiba-tiba "hey lagi ngapai kenapa sendirin dari tadi"kata seorang pemuda sambil duduk di sebelahnya "em..hey,yah gk kenapa!"jwb Mirna heran, karena seorang lelaki bertubuh tinggi dan memiliki 2 lesung pipi yg membuat lelaki itu semakin tampan datang menghampirinya "loh ank baru kan loh pernah gue lihat soalnya,kenalin gue Bram satu kelas si Arnold"kata Bram dengan senyum manisnya
"oh kakk satu angkatan Arnold"jawab Mirna polos
"iyah,lo kenal samanya jangan-jangan lo pergi kesini samanya yah!"kata Bram penasaran "emm..kenal gue tinggal d rumh kost-kostan nya kk,iyah aku datang kesini tadi sama Arnold karena bosan,tapi sialnya lebih bosan disini kak karena sendiri"jawb Mirna sedikit kecewa" yaudalah gpp kan udah ada gue,lo jangn manggil kakk nama aja!"kata Bram "emm,iyaa"jawab Mirna.Setelah beberapa menit mereka terlihat sangat akrab,seketika Arnold melihat Mirna dan Mirna membalasnya degan sebuah senyuman manis sekali siapa saja yg melihat itu pasti tertarik,hal itu membuat Bram sakit hati karna dia mulai tertarik pada gadis itu,tak tahan emosi Bram pergi meninggalkan Mirna sendiri dan pindah ke meja lain yang berjarak 2 meja dari meja Mirna.Melihat tindakan Bram itu seketika Mirna membeku air matanya keluar seketika "parah!parah banget merekas ninggali aku sendiri,tadi aku udah senang banget akhirnya gk sendirian lagi tapi ternyata sama ajah bikin gue sakit hati"gerutu Mirna di dalam hati di tengah isak tangisnya,karna tak tahan lagi Mirna memutuskan untuk pergi,melihat reaksi itu Bram merasa sangat bersalah pada Mirna "gu..e.. benci ngapai cobak tadi gue ikut"teriak Mirna "Mir....Tunggu loh mau kemana"kata Arnold sembari menarik tangan Mirna "lepas gue mau pulang"teriak Mirna smbil menangis "oke2 kita pulang tapi tunggu gue ambil kunci motor masih ketinggalan di dalam"setelah mengatakan itu Arnold secepatnya berlari masuk,tapi tak tahan menunggu lagi Mirna pergi pulang sendiri terpaksa dia naik taxi agar diantar sampai rumah.Sejak hari itu Mirna selalu menghindar dari Arnold maupun Bram "hey Mir,akhir2 ini loh kok cemberut sih!ada masalah?" kata Glen dengan penuh perhatian "ehh,gak knpa-knpa kok Glen"jawb Mirna datar "em,ayok ke taman Mir! ada mau aku omongin please?"kata Glen berharap,ternyata di hari itu Glen jujur terhadap Mirna bahwa dia mencintai cewek itu dan dia ingin menjadi pacar Mirna,tanpa berpikir panjang Mirna menerima Glen sejak saat itu mereka resmi pacaran.Kabar itu langsung sampai di telinga Arnold,ketika Arnold mendengarnya dirinya merasa sakit hati sejak saat itu dia sadar bahwa Mirna telah memikat hatinya,suatu siang Arnold menghambat mobilnya Glen sontak glen me-rem secepatnya dan keluar dari mobilnya "lo jauhin Mirna,kalo lo maw selamat"kata Arnold sambil menarik kera baju Glen,karna kejadian itu dengan berat hati Glen harus melepas Mirna karena takut terjadi sesuatu pada dirinya,esoknya "Mir,kali ini gue minta maaf"kata Glen terdengar suaranya sangat berat "kenapa loh kok sedih?"tanya Mirna heran "mulai skrg kita putus yah kita berteman lagi,maaf aku gak bisa lagi lanjutin hubungn ini soalnya aku di ancam sama kk Arnold"kata Glen sedih,Mirna hanya bisa mengangguk karna tak bisa bicara lagi air matanya keluar dia segera berlari menuju taman lalu duduk di sebuah bangku "udah loh gak usah nangis lagi gue gak tahan ngeliat loh nangis untuk kedua kalinya"kata Arnold "loh yg bikin gue nangis!"kata Mirna kesal "oke gue ngaku salah"kata Arnold sembari mengusap air mata Mirna,Mirna ingin pergi meningglkan arnold tapi tangannya ditarik dan dia terjatuh di pangkuan Arnold "aku gak bakalan izinin kau pergi dariku untuk kedua kalinya gue sayang elo maaf gue selalu mengabaikanmu tapi aku sadar hatiku telah memilihmu,gue janji gak nyakitin loh lagi"kata Arnold tulus namun setelah mendengar itu Mirna pergi begitu saja.
Sejak saat itu hubungan mereka kembali membaik begitu juga hungungan Mirna degan Bram karena Bram telah menjelaskn semuanya pada Mirna dan Mirna mengerti degan keadaan Bram itu,setelah sebulan berlalu akhirnya Mirna dan Arnold menjadi sepasang kekasih "Gue senang akhirnya loh sadar bahwa hati gue untukmu,karna hati loh jugak udah memilih gue"gumam Mirna di hatinya "kenapa kok bengong"kata Arnold dengan senyuman sambil menggenggam tangan kekasihnya itu,Mirna hanya memberi respon dengan gelengan kepala sambil tersenyum.
Tamat