Tak sengaja Ana bertemu temannya smp yang sedang di topang orang yang tak dikenal dia di jalan "emm,pak mau dibwa kemna dia?"kata Ana heran "ini dek tadi dia mau jatuh di jalan seperti tak tahan berjalan sendiri tapi saya gak tau mau bawa dia kemna,adek kenal?"kata org yang baik hati itu "i...yah.. Pak,mari pak saya bantu"kata ana,sesampai di simpang rumah cowok itu "udah pak bapak pulang ajah,maksih yah pak udah bantuin kawan saya sampai sini"kata ana dengan tersenyum "iya dek sama sama,gpp adek yg bawa sendiri?"kata bapak tadi degan lembut "gpp pak,sekali lagi terimakasih"balas ana,si bapak pun pergi meniggalkan mereka berdua disitu.5 menit mereka hanya berdiam diri sampai ana yg membuka pembicraan terlebih dahulu "eee... Loh kenapa Ja? Sekalian kebetulan kita jumpa,aku mau minta maaf samamu,wktu smp aku dah salah karna it kita jad musuhan,maw nya kaw kan maafkan aku"kata ana pelan sambil mengulurkan kelingkingnya "gak tau mungkin kecapekan,makanya ana jagan asal nuduh sekali lagi,lagian udah kumaafkannya kaw seblom minta maaf kian kaw samaku,tapi makasih yahh udah maw nolong aku,jad ngerepoti "kata raja dengn tulus "iya sama2,bdw mana sahabat mu yg sok perfect itu? Kok klen gak bareng?"tanya Ana heran "tad dah pulang luan,katanya ada urusan gitu"jawab Raja "oh gitu tapi gak boleh gitu jugak dong,masak lo d tinggal sendiri,bentar2 biar ku suruh jemput kaw!" kata Ana sambil menelpon Toga,Toga pun menjawab teleponnya lalu "lo parah amat sih ni si Raja lagj sakit malah di tinggal sendiri parah!"kata ana langsung "eh kok lo tau,dimana klen sekarg?"jawab Toga "di simpang"balas Ana,hp Toga pun langsung mati tanpa ada balsn satu kata pun.Tak lama kemudian Toga datg dan satu org kawanny membawa 2 motor "eh Ja sorry yahh"kata Toga "iya gpp,santai ajah lagian udah ad Ana kok!"jawab Raja datar "oh thanks Ana"kata Toga lgi "hmm"jawab Ana pendek "okk gue cabut dulu ya kan Raja udah ada yg jagain"kata Ana "ehhh,tunggu2 gak bisa gitu dong sebagai tanda terimakasih kami,loh harus ikut nonton kami main bola,kan loh tau Raja lagi sakit biar ada kawannya nanti,kalo dia gue bawa dia ke rumahnya pasti nyokap dia marah besar"kata Toga panjang lebar "ehh itu mah gak tanda terimakasih,iyah yah!yaudah deh demi sahabat"kata Ana pasrah "yaudah naik"kata Toga "gak2 gue naik di motor kawan loh ajah,biar Raja sama loh"kata Ana "oke,fine" balas Toga.Selama si jalan Ana hanya bisa terdiam karna dia tak mengenal org yg sedang memboncengnya dan karna takut pulang kelamaaan.
Sesampai disitu Ana Raja langsung duduk d sebuah gubuk sementara Toga dan temannya bersiap2 ingin bermain bola "oh Tuhan sungguh aneh nasibku satu hari ini kenapa kkk itu jugak ada disini"kata Ana,sungguh kagetnya Ana karna melihat org yg sedang dekat dengannya berada disitu yaitu Alfon siswa yg sedang duduk di kelas XII "eh elo dek,ngapai disini?tad d ajak pulang bareng gk mau!"kata Alfon dengan wajah murung "emm..." belom saja Ana selesai menjawab Alfon langsung balik badan dan siap2 untuk pertandingan itu,selama permainan Alfon tak dapat lagi fokus karna adik kelasnya itu berda di tempat yg tak seharusnya dia kunjungi.Selesai pertandingan Alfon langsung menemui Ana dan menarik lengan Ana "kita pulang bareng"kata Alfon sambil melotot pada Ana "tapi kak.... aku gak bisa,Aku harus pastiin kawan aku sampe ke rumah soalnya dia lagi sakit"kata Ana panjang lebar karna takut kakk kelasnya itu salah paham padanya "ok tap dengan syarat aku harus ikut kemnapun kau pergi"kata Alfon.Hati Ana menjadi sangt resa tapi di dalam hati nya dia juga mersa sangat bahagia karna org yg selama ini di cintai nya sangat perhatian kepadanya "hei Ana kaw kenal sama dia?"kata Toga "iya dia kakk kelas aku di SMA!"jawab Ana "ooh,gitu yaudah kalo gitu ayo makan bareng yok soalny kmi laperni?!"kata Toga "sorry sorry banget kali ini gue gk bisa ntar ortuku marah besar kalo aku lama banget pulang"kata Ana "oh yaudah deh kalo gitu lain kali ajah"kata Toga dengan nada sedikit kecwa "ayok dek,sekalian kita pulang bareng!"kata Alfon,mereka pun pulang bersama,sedangkn Toga dan Raja
"loh cemburu yah"kata Raja "engakk ah ngapai jugk kan masa lalu"kata Toga langsung tapi dalam hati nya dia merasa sangat cemburu walaupun dia tak dapat mengungkapkannya.Di perjalanan jantung Ana berdebar dengan sangat kencang terlebih ketika dia tak sengaja memegang dgn erat tangan kakak kelasnya itu karna ingin terjatuh "hati hati dong dek,nanti kalo jatuh aku jugak yg repot"kata Alfon "iya2 deh kak maaf"kata Ana cemberut,Alfon langsung memegang tangan Ana dengn erat yg membuat Ana terdiam sejenak "udah2 jangn gr ini demi keselamatn mu jugk,tpi ngomong2 tanganmu dingin kali dek dah gitu kau kok agak salting gitu dek,yg sukanya kau sama ku kan biasanya kalo org itu suka sama org lain kan ciri2nya gitu"kata Alfon sambil tersenyum menahan tawa;melihat itu mata Ana langsung melotot dan brusaha melepas tangannya dari genggaman Alfon tetapi tetap saja tak bisa, seketika tawa Alfon pun lepas dan membuat pipi Ana semakin memerah.Ana pulang bersama kakak kelasnya degan berjalan kaki sementara Raja dan Toga yang naik motor dengn tak sengaja melihat Ana yg sangat dekat dengan kakk kelasnya itu "sudahlah akui saja bahwa kau masih menyimpan rasa untuknya"kata Raja dan Toga hanya dapat terdiam dan melanjutkan perjalanannya untuk pulang.Sesampai di rumah Ana merebahkan dirinya ke tempat tidur dan membayangkan kejadian2 yang dialaminya,betapa bahagianya dia sehingga "yg kenapa nya yg udah gila nya senyum2 sendiri"kata adik Ana tapi Ana tak memperdulikannya,adiknya hanya dapt geleng2 melihat tingkah kakak nya yg begitu aneh.
Keesokan harinya Ana bersiap siap untuk sekolah dia memiliki semangat empat lima,tetapi sampai di sekolaj semangatnya berubah menjadi kesedihan,betapa sedihnya Ana melihat kakk kelasnya itu dekat sekali dengan seorang cewek,saat itu Alfon pun baru melihat Ana ketika ingin pergi berlari menjauh dari dirinya "Ana... Ana.. Tunggu"kata Alfon sambil berlari,tapi Ana tak perduli dengn Alfon sedikit pun,Ana terus berlari sehingga dia pun akhirnya sampai di kelasnya,betap herannya teman sekelas Ana melihat dia bersedih sanpai di kelas "loh kenapa Na gak biasanya!?"tanya Tia dengan heran tapi Anatm tak menjawab dan hanya berdiam diri,tapi Tia tak perlu jawaban Ana karna dia sudah tau penyebabnya Alfon datg ke kelasnya sangkin khawatirnya,Alfon datg ke tempat duduknya seketika Tia refleks berdiri dan meninggalkan sebgkunya itu "makasih Tia sudah mau menbantu"kata Alfon tapi Ana hanya mengangguk "kenapa kah dek?!"tanya Alfon "gak kenapa,ngapai kesini kasihan cewek tadi ditinggal!"kata Ana kasar "cewek yg mana? ohh... dia sahabatku nya dek!"kata Alfon menjelaskan "gak mau tau"bentak Ana yg membuat seluruh mata selalu menatap mereka berdua "tolong,tolong yg lain keluar"tegas Alfon,semuanya keluar tinggallah mereka berdua di dalam kelas "jadi kenpa rupanya kalo dekat aku samany dek,kok maraha kau?"kata Alfon "oo..iyah yah aku lupa kau kan hanya kakak kelasku,bodohnya aku ngapai jugak aku sedih!kata Ana menahan tangis "jadii.... sorry lah dek kalo salah aku"kata Alfon sambil meninggalkn kelas Ana karna pelajran akan di mulai.Selama belajar Ana tak lagi semangat sampai saatnya pulang,di jalan "hey Ana"kata seorang lelaki dri belakang ternyata itu adalah Toga "hey,.ngapai disini"kata Ana sambil berjalan disamping Toga "mau liat kaw...ngak deng mau ngambil ijazah nya aku!"kata Toga sambil tersenyum,mereka bicara sangat akrab tak sengaja saat itu mereka berpapasan dengn Alfon,Alfon melihat keakrapan mereka yang membuat hatinya terluka ingin rasanya dia pergi lalu menjauhkan Toga dari Ana,tapi dia mengurungkan niatnya itu karna dia tau Ana masih marah besar padanya. Di depa gerbang sekolah Toga menarik tangan Ana yang ingin segera menyebrang dan Alfon melihat hal itu dengan jelas karna dia dari tadi sudah mengekor dari belakang "emmm...Ana ada mau kubilang samamu!"kata Toga "apaan?"tanya Ana penasaran "masihh...adanya tenpat ku di hatimu"tanya Toga penuh harapan "sorry aku harus pulang" Ana langsung melarikan pembicaraan dan pergi pulang ke rumahnya,tapi Alfon yg mendengarkan semua itu sangat marah dan "loh jauhi Ana"kata Alfon sambil menunjuk Toga dan langsung pergi,Toga yg tak menerima perbuatan Alfon langsung menghampiri Alfon "yah suka2 lah emang dia siapamu pacar?"kata Toga memanas-manasinya,Alfon hanya bisa terdiam mendengar itu dan pergi pulang ke rumahnya.
Disepanjang
malam Ana dan Alfon tak bisa tidur dengan tenang keduanya sangat
gelisah karna kejadian tad di sekolah.Keesokan harinya Alfon sudah ada
di gerbang sekolah menunggu Ana yg belom datng ke sekolah,dari jauh
sudah terlihat Ana dan Alfon langsung bersembunyi agar Ana tak melihat
dirinya,jika Ana melihat Alfon pasti dia akan marah,Ana telah masuk ke
dalam sekolah dan sudah melewati gerbang,Alfon yang tadinya masih
bersembunyi di balik gerbang langsung memegang tangan Ana dengan erat
yang membuat Ana sangat terkejut "lepas,lepasin tanganku malu ditengok
orang"kata Ana "gak,gak bakalan kulepas kalo kaw masih marah samaku"kata
Alfon lagi "iya janji aku gak bakal marah aku"jawab Ana lagi "oke gitu
dong dek,senyum dong!"kata Alfon "taunya maksa dan bikin sakit hati
ajah"kata Ana pelan "apa kaw bilang dek? o ala dek dek"kata Alfon sambil
mengelus puncak kepala Ana,Alfon menarik tangan Ana lagi sehingga
mereka berhenti sesaat "dek,nanti maw pulang tunggu akamu yah di bawah
tangga"kat Alfon sambil tersenyum "mau apa?"tanya Ana heran "udah gak
usah bawel ikuti ajah yg kubilang"kata Alfon lagi.Tak terasa Alfon sudah
sampai di kelasnya "perlu diantar dek ke kelas"kat Alfon yg membuat
semua mat tertuju pada Ana "gak"itu lah yg dikatakan Ana dan bergegas
pergi ke kelasnya.Setelah pulang sekolah Alfon menghampiri Ana yg sedang
menunggunya "lama kali lah"kata Ana marah "iih,si adek lah
cerewetnya"kata Alfon sambil menahan tawa "jadi kita mau kemana ?"tanya
Ana "makan!"jawab Alfon,sambil menarik tangan Ana.Mereka pun sampai di
tempat yg telah disiapkan Alfon "loh kok sepi kak?"tanya Ana "iya tempat
ini khusus ku pesan siang ini hanya untuk kita,"ciee yang bnyak
uang"goda Ana "demi kau dek"balas Alfon yg membuat hati Ana berdebar
dengan kencang,Alfon mempersilahkan Ana untuk duduk di bangku yg telah
disediakan "mau makan apa kau dek?tenang aku yg bayar dek,kan aku yg
ngajak kau"kata Alfon "terserah kak,yg penting makanan"jawb Ana "okee
sama ajah yahh"kata Alfon lagi,tak berapa lama makanannya pun disajikan
Ana yg dalam kedaan lapar langsung menyantap makananan itu yg membuat
Alfon tertawa geli,karna Ana makan belepotan sangkin laparnya Alfon
menghapus noda yg ada di dekat mulut Ana yg membuat Ana terdiam membeku
"udah deh jangn tegang gitu,abisnya kau makan belepotan"kata Alfon
sambil tersenyum,Ana hanya membalas dengn senyuman.Setelah makan selesai
Alfon mengajak Ana ke taman yg berda di sekitar situ,mereka lun duduk
di bawah pohon yg rindang dan duduk berdekatan sangat rapat,yg membuat
jantung Ana kembali berdebar dengan sangat kencang,lalu Alfon memegang
tangan Ana "iyah,dingin kali tangan mu dek,rileks ajalah,nampak kali lah
polos mu itu dek!"kata Alfon sambil tertawa namun Ana hanya diam
"ok...ok langsung ajahlah yah dek,sukanya kau samaku? tanya Alfon tapi
Ana tetap saja diam "ok jujur ajah aku yah dek,sebenarnya dah lama aku
suka sama mu, tapi kan dek gak mungkin lah kau dulu kutembak,karna kau
menurutku masih terlalu polos,tapi kayak mana lah gak tahan lagi aku
memendam rasa ini,mau nya kau jadi pacarku dek?!"tanya Alfon penuh
harap,semua harapan Ana akhirnya terkabul,impiannya selama ini untuk
menjadi pacar kakak kelasnya itu tercapai,dengan penuh rasa takut Ana
mengatakan ya mau aku jadi pacarmu kak,setelah mendengar itu Alfon pun
lansung memeluk Ana dengan erat,semenjak hari itu hubungan mereka pun
semakin erat dan mereka tak lagi sering bertengkar.
TAMAT
TAMAT