Senin, 03 Juli 2017
ONE TEAM ONE HEART
Sesampai di kelas Tia langsung bertnya pada Nita "gimnaa Nit?" "udah beres!tenang ajah"jawb Nita sambil mengmbil buku pelajrn.Bel sekolah pun berbunyi,yang lain pada pulang mereka malah memilih berdiskusi di bawah pohon "Nit blom mau pulang?"tanya Billy sambil menghmpiri mereka "Blom Bil,loh duluan ajah gpp kok!"jawb Nita "enggk ahh,aku nunggu kmu ajh!"sambil ddk di sebelah Nita "okee teman-teman disini gue bakalan bantui kalian buat deketin kk Alfian"kata Nita "gimna caranya?"tanya Nike "udaahh ntar gue pikirin"jawb Nita.Seminggu berlalu rencana demi rencana dilakukannya buat keempat sahabatnya yg bergantian mendekati Alfian,diakhir nnti mereka sudh sepakat Alfian bisa nentukan keputusnnya memilih siapa yg disukainya.Tibalah hari sabtu Nita dengn gayanya yg sok pemberni "kak?"katanya sambil tersenyum "iyaa dk?"jawab Alfian "boleh gak kami ngajak kkk lari sore bareng?"tanya Nita "maksudnya kita berenam gitu?"tanya Alfian "enggk ada Billy kok!"jawab Nita "ooh"jawab Alfian cuek "jd gmna kk?"tnya Nita "boleh"jawab Alfian.Nita pun lari dengn girangnya ke kelas,Alfian hanya bisa tersenyum melihat tingkah Nita yg selalu terlihat konyol "guyyss...Kakak ituu mauu!"kata Nita sambil terengah-engah "yeehh..."kata mereka berempat sambil loncat-loncat,"gue ke kelas Billy duluya bilang ke dia"kata Nita pda sahbat-shbtnya itu "okeee Nit"jawab mereka berempat serempak,sesampai di kelas Billy "Billy...Billy.."kata Nita "iyaa Nit!ada apa yaah?"tanya Billy "emm gini ntar loh jemput gue ke rumh!"kata Nita "mau apa?"kata Billy lagi "kita lari bareng!"jawab Nita "berdua?"tanya Billy dengn girang "enggklaah"jawb Nita "oke..okeelahh"jawab Billy sedikit cemberut".Mereka semua pun jumpa di sekolah lalu pergi sama-sama ke lapangan sampai di lapangn "Nit gue dah rindu kita berduaan gini"kata Billy "iihh kamu ituu yah!"kata Nita sambil mencubit gemes pipi Billy "awas kamu yahh!"kata Billy sambil mengejar Nita,melihat mereka Alfian dan yg lainnya tertawa "walaupun gue gk bisa jd kekasihnya tpi gue sadr dia bisa jd sahabt gue"kata Alfian dlm hati "Kak ayo lari bareng!"ajak Nike "ayo"jawb Alfian mereka pun lari bareng sambil bercerita,disatu sisi Nita sangat senang melihat Nike yg sudah bisa tersnyum lepas sejak perginya Drey dari hidupnya. Namun disisi lain Zuya,Tia,dan Mariana terlihat kesal,selesai lari Zuya langsung nawari air ke Alfian "nih kk buat kakk"kata Zuya "maksihh yaaa dk"kata Alfian,Zuya pun terlihat malu-malu dan pergi,tak mau kalah "kk ni saputangn buat ngehapus keringat kkk tuh"kata Tia "ya dek,maksih dek atas perhtiannya"kata Alfian sambil menghapus keringtnya,Mariana juga tak mau kalah "kak kk lapr kan! Ini buat kakk.."kata Mariana sambil memberi kue ke tangan Alfian "makasihh dek!"kata Alfian sambil tersenyum.Setelah itu dia pun melihat sekeliling dan menghampri Nita "Nit?gak capek?"tanya Alfian "capek dong kk!"jawb Nita tersenyum "kalo capek sini dulu kita ddk-ddk smbil ngobrol"kata Alfian sambil duduk di rerumputan "okee kk"jwb Nita sambil ddk disebelah Alfian "Nit diantara klian lima kok lohh,biasa aja sih sama guee gk kelihtan gugup,gk kayak yg lain?"tanya Alfian "emm gimna yah kak?karna udah terbiasa ajh kak!"jawab Nita "knpa kok terbiasa?"tanya Alfian "gini dulu waktu kelas satu bnyk yg deketin aku bukannya sok yahh kk!yahh gitulah jadi terbiasa kk,dari semua itu Billy yg kupillih kak!"jawb Nita "ohh..pantes ajahh beda sama yg lain,apalagi sama Nike!"kata Alfian "jelaslah kk dri kami yg paling terbuka itu cumaa aku dan paling jahil"jawb Nita sambil tertawa "loh lucu banget sih dek!"kata Alfian sambil tersenyum,Nita pun membalasnya dgn senyumn "emm..sebnrnya ada yg mau gue ceritain ke kkk,kk tau gak kenapa Nike kayak gitu?"kata Nita "enggk dek,emang knpa?"Alfian balik bertanya "waktu itu,wktu gue baru masuk SMA ini ada cowok yg slalu bersama gue kami jumpa dulu waktu mendafatr,namanya Drey orgnya sama kayak kkk tapii bandal banget dan lucu sama kayak aku,tapi dia berlebihan,dulu kami sering membuli.Org yg paling sering kmi buli itu Billy,mungkin karna itu aku bisa jatuh hati pada Billy.Setelah beberapa hari sahabtku bertambah kami menjadi berenam,kami semua sama-menjahili org yg suka bersikp sok jagoan,suatu saat Drey mau bilang persaannya ke aku tapi aku langsung bilang aku nganggep dia sahabat,jadi dia milih Nike.Semenjak itu mereka menjadi dekat dan menjalin hubungan.Saat it aku blum berpacrn dgn Billy,saat pembagian rapot semester 1 Drey dipaksa pindah sekolah guru-guru tak lagi tahan dengn sikapnya yg brutal dan nilainya yg buruk,kami semua sangt sedih bahkan terpukul,tak adalagi yg menjadi pelindung kami begtu juga Drey dia harus berpisah dgn Nike dia gk mau Nike berhubungn dgn org sepertinya,akhirnya Drey pindah kluar kota gak tahu deh sekrg dimana hilang kabar dianya,semenjak itu Nike jarang tersenyum bahkn tertawa,tapi sejak kakak hadir senyumnya kembali,bgtulah ceritanya kk"cerita Nita sambil bersedih "udah dek jangan sedihh,mungkin dia udah mendpatkn jalnnya sendri skrg.."kata Alfian menenangkan Nita "iyaahh mungkin lah kak"jawb Nita dgn senyuman "udah gih sana! Lihat tuh Billy sampe jatoh gara-gara liatin kita melulu"kata Alfian sambil menunjuk ke Billy,Nita pun berlari ke Billy dan membaringkn kepalanya di tangan Billy "kamu cembru?"tanya Nita melirik Billy "iyaaah,tpi aku tau kamu gk bakal ninggalin aku"jawb Billy sambil mengelus puncak kepala Nita,di tempat Alfian duduk "gue senang banget bisa kenal sama mereka,bisa dekat walau gak sebaya gue!"kata Alfian dalam hati sambil tersenyum.Sudah terlalu sore mereka pun pulang ke rumah mereka masing-masing,di kamarnya Alfian memikirkan Nike "manis jugak,imut lagi!"katanya di dalam hati sambil tersenyum,disisi lain "semoga gue gak salah ngomong sama kak Alfian,semoga dia ngerti"kata Nita di dlm hati.
Keesokan harinya pandangan Zuya,Tia,dan Mariana tampak aneh kepada Nita "pagii weee.."kata Nita "pagi juga cantik"jawb Nike "klian knpa?"tanya Nita "gk knpa"jawb Zuya cuek,tiba-tiba Nike dipanggil ke perpustakaan "weee gue pergi dulu yaa,buku gue waktu kemaren ada yg hilang!"kata Nike sambil pergi keluar kelas,tibalah giliran Nita yg dilihatin ketiga sahbatnya seperti Singa yg ingin menerkam "eitss..mau marah?jgn dsini kita bicarakn baik-baik di bawah,sesampai di bawah "Nit loh kok gtu sihh?"tanya Tia "gtu?gitu gimna?"tanya Nita heran "alaahh gak usah munafik"kata Mariana dengn nada tinggi "jangan bermuka dua lah,kami udah tau!"sambung Zuya "tunggu-tunggu klen knpa sihh?coba jelasin!"jawab Nita sedikit panik "knpa loh pili kasih! loh lebih milih Nike dibandingi kmi!"kata Tia dengn nda tinggi "guee gk pilih kasihh!gue rasa gue udh ambil tindkn yg tept!"kata Nita mencoba menjelaskn "tindakn tepat?tindkn tepat gimna?"kata Mariana dengn sinis 'gini..kalian gak bisa menghakimi gue tanpa tau alasannya...Kemaren kalian bilang gue yang egois semenjak itu gue juga berpikir bukan hnya gue yg egois klian bertiga juga!"kata Nita degn nda sedih "loh knapa?knpa kmi yg egois?"tanya Zuya kembali "kalian gak sadar?apa pura-pura sihh...Elo Tia dari dulu Erick selalu ada buat loh knpa loh gak mandang dia? Elo juga Zuya Tian kemarenkan nembak loh knpa gk loh terima! Kau pun Mariana,Edu edu dri dulu mentikan jawbn eloo.. Ayolahh guys! Ngertiim posisi gue kalian kan jga tau semenjak Drey pergi Nike tak pernah menyukai orglain kecuali kak Alfian! disini kita gak bolee egois kita harus beri dia kesempatan!"kata Nita sambil meneteskan air mata,mendengar hal itu Zuya,Tia,Mariana baru sdar mereka bahkan baru teringat degn perkataan Nita itu "Nit...maafin kami"kata Zuya degn nada bersalah "iya Nit maaf!"sambung Mariana,mereka bertiga pun memeluk Nita "udah Nit loh jangn nangis skrg kami udah sadar.."kata Zuya menenangkan Nita "ada apaaan nih?kok kayak gimana gitu?"tanya Nike heran "enggk gpp Nike,mari gabung kesini"ajak Nita,mereka berlima pun berpelukan.Semenjak kejadian itu mereka berlima semakin bersikap dewasa Tia menyadari kehdiran Erick begutu berarti,Mariana memberi kesempatan untuk Edu,begitu pula Zuya menerima Tian degn sepenuh hatinya,begitu pula Nike berpacaran dengan kak Alfian.Di liburn musim panas mereka pergi bersama sama ke sebuah taman "teman-teman aku senang kita jadi bersepuluh"kata Nita berbahagia "bukan hnya kamu Nit tpi kita semua kita jd satu yg utuh"kata Nike sambil merangkul Nita,mereka pun mengucpkn kata demi kata sambi berangkulan "bagaimna kalo kita berikan nama persahbtn ini?"kata Tian "gue jg mau bilang itu td!"sambung Edu "ah eloh sok banget Du,bilang ajh caper sama Mariana"Erick sambil tertawa "cie...ciee...cie..."semua serempak menyoraki Edu "udahh...udahh guys kasihn tau pcr aku"kata Mariana sambil cengingiran,semuanya pun tertawa bersama sama,ketepan mereka berada di taman yang berbentuk hati sehingga "gue punya ide namanya ONE TEAM ONE HEART,gimana bgus gak?"usul Tia "bagus banget"sambung Zuya,mereka pun melangkah bersama sama dan berteriak "ONE TEAM ONE HEART".Semenjak hari itu persahabtn mereka berlangsung,mereka saling menopang dlam suka maupun duka dan simbol pershbatn mereka adalah taman yg berbentuk hati itu,karena cintalah yg mempersatukan mereka.
TAMAT
Thank you for reading ;-)
Rabu, 24 Mei 2017
Generasi Muda Cerdas Berteknologi
Tara termasuk siswa yang buta dengan yang namanya teknologi,dia adalah anak yang tinggal di desa dan tidak punya apa-apa.Suatu hari sebuah keadaan memaksanya harus melanjutkan sekolahnya di kota,kedua orangtuanya tak sanggup lagi menghidupinya,terpaksa Tara tinggal di rumah saudaranya yang ada di Jakarta.Tibalah hari dimana Tara pergi dari orangtuanya "ma pa,Tara gak pengen ninggalin kalian"kata Tara dengan suara yang berat "sudahlah nak tak apa-apa kami masih bisa mengurus diri kami"jawab mamanya dan "iya nak betul yang dikatakan mamamu,tapi ingat disana kau harus sungguh-sungguh belajar,agar kelak kau bisa membahagiakan kami"kata papa Tara "iyahh ma pa Tara janji"jawab Tara sambil memeluk orang yang paling disayanginya di dunia ini,Tara pun pergi meninggalkan kedua orangtuanya sambil menangis.Sesampai di rumah saudaranya Tara di sambut dengan baik,untunglah keluarganya yang ada disana sangat menyayanginya.Tara pun didaftarkan pamannya ke sebuah sekolah yang lumayan terkenal disana,maklumlah pamannya termasuk orang yang mapan namun sayangnya tidak memiliki anak,karena itulah mereka sangat menyayangi Tara "besok kamu sudah bisa bersekolah Tara!"seru paman Tara "trimakasih paman,aku tak tau caranya berbalas budi kepada paman"jawab Tara sambil berlinang air mata "sudahlah nak,jangan menangis yang penting kamu harus menjadi orang yang berhasil"kata paman sambil menepuk-nepuk bahu Tara "iii..ya..paman,saya berjanji"jawab Tara tersedu-sedu.
Keesokan harinya dengan penuh semangat Tara pergi ke sekolah "paman..bibi..Tara pergi dulu yahhh"kata Tara pamitan kepada paman dan bibinya "iyah nak"jawab paman dan bibinya.Setelah di sekolah Tara linglung "aduhh...gimana ni?Aku gak tau dimana kelasku,seingatku paman mengatakan kelasku di X-IPA 3 tapi dimana yah ?"tanya Tara di dalam hati.Dari kajauhan ada seorang pemuda yang terus melihatinya dan seketika mendekatinya "kenapa yah dek?kok linglung gitu?"tanya pemuda itu "gini kak aku siswa baru,maklumlah orang kampung ke sekolah sebesar ini mah belum pernah sebelumnya,boleh nanyak kak?"jawab Tara "boleh dek,tanya aja selagi masih ada waktu"kata pemuda itu sambil tersenyum "emm kenalin dulu nama saya Tara kak,gini kak aku mau nanyak kelas X-MIA 3 dimana yah kk?"jawab Tara "ohh...saya Aldo dek,mari saya antarkan ke kelas kamu"jawab Aldo.Sesampai di kelas itu lonceng lansung berbunyi Tara lupa mengucapkan trimakasih kepada pemuda yang telah membantunya "selamat pagi anak-anak"kata ibu guru "selamat pagi bu..."balas semua siswa "baiklah hari ini kita kedatangan siswa baru,mari nak perkenalkan dirimu"kata bu guru sambil menunjuk kepada Tari,Tari pun memperkenalkan dirinya di hadapan siswa lainnya,banyak siswa menganggpnya rendah karena berasal dari kampung maklumlah anak kota yang tidak punya sopan santun.Tara menjalani hari-harinya di sekolah dengan penuh semangat,tak sedikit pula yang mulai mengagumi Tara karena ketekunannya.Suatu siang ketika Tara sedang di kantin tak sengaja dia berpapasan dengan Aldo "ehhh...kamuu kak,trimakasih banyak yah telah membantu saya kemaren"kata Tara sambil tersenyum "santai ajah kali,namanya sesama mahluk hidup harus saling tolong menolong"jawab Aldo "ohh oke deh kak,ngomong-ngomong kakak kelas berapa yah?"tanya Tara "kelas XI IPA 1 dek,oh iya udah dulu yahh dek,gue mau kesana "jawab Aldo tersenyum lalu pergi meninggalkan Tara.Bel pun berbunyi Tara pergi masuk ke dalam kelas "pagi anak-anak"kata ibu guru "selamat pagi bu.."jawab semua siswa,di bangkunya Tara terlihat murung betapa sedihnya dia,hari ini adalah hari dimana mereka belajar TIK,Tara merasa sangat gelisah karna dia tidak tau sedikitpun mengenai teknologi,di kampungnya saja sedikit sekali orang yang memiliki televisi,untunglah Tara pribadi yang kuat dia tetap terlihat semangat walaupun sedang bersedih "anak-anak hari ini kita masuk ke lab komputer"kata bu guru,mereka semua pun pergi ke lab komputer "baiklahh,semuanya hidupkan komputernya"perintah bu guru,semua siswa komputernya telah menyala tinggal punya Tara yang mati "kamu!kenpa kamu tidak menyalakan komputer?"tanya ibu guru "emm..maaf bu saya gak tau caranya"jawab Tara dengan sedih,seketika semua orang meledek Tara "dasar orang kampung"kata salah seorang teman sekelas Tara "ehh...ehh.. Sudah diam semua,lanjutkan pekerjaan kalian"kata bu guru tegas,di dalam hati bu guru dia merasa sangat sedih melihat Tara karena dulu hal yang sama terjadi kepadanya,tapi dia bertekat akan membuat Tara tidak merasakan hal yang sama seperti dia "sudahlah nak jangan bersedih nanti ibu bantu,besok sore kamu belajar sama ibu"kata bu guru menenangkan Tara.Setelah pulang sekolah Tara tak langsung pulang,dia langsung berlari ke taman sekolah disana dia menangis,dia luangkan semua yang ada di hatinya lewat tangisan dia merasa sedih sekali,tapi tak berapa lama Aldo datang menghampirinya"kamu kenapa?"tanya Aldo sambil menepuk bahu Tara "a...ku.. ta..di..diejeki kak.. sa..ma..teman sekelas"jawab Tara tersedudu-sedu sambil mengusap air matanya "sudahlah lah dek jangan menangis,kau bisa menganggap itu sebagai motivasi mu"kata Aldo menguatkan Tara,sejenak Tara pun berfikir dia tersadar bahwa ucapan Aldo memang benar tak seharusnya dia menangis,malahan dia harus membuktikkan bahwa dia juga bisa seperti mereka "trimakasih yahh kak.. lagi-lagi kau membantuku"kata Tara pada Aldo "iyaah sama-sama dek,kalo gak keberatan mari saya antar pulang"kata Aldo sambil mengajak Tara "oke kak"kata Tara,mereka pun pulang.Di rumah dengan tekun Tara membaca bukunya,keesokan harinya pada sore hari Tara langsung diajari ibu guru,bu guru sangat bangga melihat Tara yang sangat tekun dan cekatan.Tak sampai beberapa bulan hanya sekitar sebulan lebih Tara sudah dapat menguasi yang namanya teknologi,bahkan dia mengalahkan semua teman-teman sekelasnya,mulai sejak saat itu Tara selalu mengajari generasi muda yang tidak tau berteknologi menjadi cerdas berteknologi,disamping itu ada Aldo yang selalu menjadi penyemangat hidupnya.
TAMAT
Sabtu, 29 April 2017
Penyemangatku ternyata Pahlawanku...
Seila lagi-lagi terlambat bangun,dia bergegas mandi,makan,dan bersiap berngkat ke sekolahh "pergi yah Ma Pa"kata Seila "hati-hati yahh nak"jawab mama dan papanya,Seila pergi ke sekolah menaiki mobil karna sangkin terburunya dia lupa untuk membawa tugasnya yang sudh setengah mati dikerjakan pada malam hari "aduuhh,mampus gue pr gue tinggal!kali ini tamat lahhh guee"gerutu Seila dalam hati.Sesampai di sekolah lonceng langsung berbunyi dan dia segera masuk ke kelas,kebetulan sekali pada hari itu tidak ada yang namanya baris d lapangan,jadi Seila langsung masuk kelas "guys.. Guys.. Guys.. Gimana ni pr guee tinggal"kata Seila pada sahabat-sahabatnya "yahhh elo yahhh Sel gak pernah berubahh"kata Neshia salah satu sahabatnya "ahhh,elooo ntar ajah ceramahnya,jadi gimana guee?!"kata Seila lagii,ketiga sahabatnya yaitu Neshia,Tani,Bella langsung menanggapi"tanggung ajahh sendiri"mereka serempak mengatakan itu,hal itu membuat Seila hilang harapan.Pelajaran pun di mulai "Pagi anak-anak"kata seorang pak guru "pagi pakk"serempak semua siswa menjawab "okeee,hari ini kita kedatangan seorang teman baru"kata pak guru "akhirnya...trimakasih Tuhan"kata Seila dalam hati,biasanya jika ada siswa baru atau hal lain pak guru itu akan lupa untuk mengumpulkan pr "Loh selamat"kata ketiga sahabat Seila dengan pelan "iyahh guee tauu"bisik Seila.Seorang pemuda datang dari balik pintu dengan penampilan yang culun semuanya bersikap biasa saja,hanya seila yang sangat gembira lalu berlari mendekati pria itu "Hah trimakasih-trimakasih trimakasih banyak"kata Seila sambil memegang tangan pemuda itu dengan wajah yang begitu ceria,semua orang tercengang melihat tingkah anehnya "Seila,kenapa kamu?ayo duduk kembali!"perintah pak guru,Seila baru sadar dengan tingkahnya dan kembali ke bangkunya sambil cengengesan "apapun ceritanya dialah pahlawan gue"kata Seila dalam hati "okee silahkan kamu memperkenalkan diri"kata pak guru pada pria itu "baiklah perkenalkan nama saya Dev"kata Dev dalam perkenalannya,semua orang berbisik-bisik mengenai Dev,karena Dev yang begitu aneh dan sangat tertutup dalam perkenalan "diam.. Diam semua!kalian sangat berisik,oke Dev kamu bisa duduk di samping Seila"perintah pak guru,kebetulan Seila tak mempunyai sebangku karna setiap ada org yang datang ke sampingnya dia langsung mengusir orang itu,tapi kali ini tidak,malah dia menerima dengan senang hati,semua orang habis pikir dengan tingkah Seila yang sangat aneh itu.
Tak terasa saatnya jam istirahat,Seila langsung mengikuti kemanapun Dev pergi"loh ngapai sih?"tanya Dev "emm,makasihh pahlawanku"kata Seila lagi sambil menatap Dev dengan berseri seri "ni cewek aneh banget,gue pindah kesini untuk menghindari cewek-cewek tapi ini lebih parah dari mereka semua"cetus Dev dalam hati sambil berjalan kembali "Dev Dev tunggu"kata Seila sambil menarik lengan Dev "apaan sih,loh aneh!Mau apa manggil-manggil gue?"tanya Dev "gue cuma mau bilang gue pingin ngajak elo ke suatu tempat sebagai tanda trimaksihh"kata Seila dengan nada penuh harap,Dev yang tak tegaan mengangguk lalu pergi meninggalkan Seila "yeehhh gue berhasil berhasil hore"kata Seila sambil berjoget,semua orang melihatinya dan dia tak peduli lalu masuk ke dalam kelas.Di kelas semua teman-temannya sudah menunggunya "kenpa kalian?"tanya Seila "loh yang kenapa?"tanya satu kelasnya "gue bahagia!"jawab Seila "Bahagia kenapa sih Seila,gak biasanya loh gini?sama gue ajah loh gak pernah baik!"kata seorang cowok dari pintu,semua orang melirik ternyata ituu Gali,Gali adalah kakak kelasnya kelas XI,cowok populer di sekolah itu dan sangat menyukai Seila,namun sayang Seila menganggap Gali seperti kakaknya sendri "yah suka-suka gue dong kak"jawab Seila "ah terserahlah"kata Gali lagi dan pergi begitu saja.Ketiga sahabat Seila pun menghampirinya "Seila loh gimana sih,kak Gali itu baik sama loh,tapi lohh cuekin melulu"kata Bella "gue gak peduli gue gak suka sama dia Bel emang apa salah gue kan memang betul Dev itu pahlawan gue,loh ngertiin gue dikit dong!"jawab Seila "yaudah dehh Seila terserah loh ajah,kami gini karna kami peduli"kata Tani "iyaah iyahh sahabat-sahabatku makasih banyak"kata Seila sambil memeluk sahabat-sahabatnya itu.
Pulang sekolah tiba,Seila langsung menghambat jalannya Dev "eits,mau kemana?Tadi kan looh udah mau!"kata Seila dengan penuh semangat "harus yahh?hari ini pulak?aku punya urusan"jawab Dev "urusan apa?baca buku?ntar ajh lahh loh ituu harus refreshing!"kata Seila lagi "yaudahhh"jawab Dev "kita naik apaan?"tanya Dev "naik mobil gue lah"jawab Seila "jadi sepeda gue gimana?"kata Dev mencari-cari alasan,sebenarnya pada hari itu Dev punya jadwal syuting terpaksa dia harus menundanya "Tenang bagasi kan ada!"jawab Seila sambil menarik lengan Dev menaiki mobil.Sesampai disana betapa terkejutnya Dev,itu adalah tempat yang biasa dia kunjungi,menghabiskan waktu sendrian bisa di bilang tempat favorit Dev "kita kok kesini?"tanya Dev "kenpa tempatnya gak menarik?"Seila balik menanyak "enggk cuman pengen nanyak ajah sihhh!"jawab Dev "ooh gitu,jadi gini ini adalah tempat favorit gue,elo orang pertama gue ajak kesini,gue senang banget disini tempatnya indah dan damai banget"jawab Seila "ooh gitu,kok bisa samaan gitu?"kata Dev ceplos "yahh gue mana tau"kata Seila sambil menatap Dev,tiba-tiba "emm..tunggu-tunggu deh!"kata Seila sambil terus memandangi Dev "kenpa?kenpa mukak gue jelek amat gitu?"tanya Dev heran "hah?jelek?muka kaya loo jelek?enggaklah cuman elo terlalu culun aja!"balas Seila "jadi kenpa?"tanya Dev penasaran "mukak loohh itu kayaknya gue sering kali liat loohh!"kata Seila "mampus gue masak secepat ini gue ketahuan,sama cewek kayak gini lagi"gerutu Dev dalam hati "kenpa?kenapa lohh diam sihh?atau jangan2 yang gue bilang bener yahh!!Tunggu beri gue waktu untuk mengingat"kata Seila sambil berfikir,tak berapa lama "iyahh betul! akhirnya"kata Seila dengan suara yang sangat kencang,lalu spontan memeluk Dev "eloo...eloo...Dev anggara kan?gue penggemar berat looo!ehh maaf"lanjut Seila sambil melepas pelukannya,seketika Seila jadi merasa grogi karna dari dulu keinginannya adalah satu sekolah sama Dev anggara "apa?apa?lohh ngaco"kata Dev mengelak "enggk..enggk!liat ini"kata Seila sambil mencopot kacamata serta membuat Dev seperti yang pernah dia lihat "kan betul"teriak Seila lagi,tetapi Dev langsung menutup mulutnya agar tidak ada orang yang memperhatikan dia "bisa diam gak sih?ok-ok kamu benar tapi ini rahasia kita berdua"jawab Dev sambil membuka mulut Seila "Ya Tuhan trimakasih kau mengabulkan doaku dia tak hanya pahlawan bagiku tetapi orng yang paling kukagumi..
Gue ngefans banget sama looo"kata Seila lagi sambil melonjak kegirangan "udah udah gak usah lebay"kata Dev sambil menarik tangan Seila agar kembali duduk "hahaha...oke oke gue bakal jaga rahasia,kita makan ajah yah sekarg gue laper dan haus abis teriak"kata Seila sambil tertawa,di dalam hatinya Dev merasa bingung dia seperti tak dapat berfikir lagi,dia tak bisa melawan bahkan menolak permintaan Seila entah apa yang terjadi "kenapa bengong sihh!ayoo"ajak Seila sambil menarik tangan Dev.Pada saat makanan masih di pesan Seila langsung membuka pembicaraan "apa sihh alasan loh Dev..knpa loh pindah ke sekolah gue?padahal sekolah loh yang sebelumnya kan lebih favorit!"kata Seila "lohh tau gak?gue itu merasa percuma pindah kesini,sama ajah ada cewek juga yang kenal sama gue,kayak elo lagi!"jawab Dev "apa?apa sihh loo bilang,kok jadi lari ke gue yahh!gue berlebihan banget gitu,oke fine gue ngerti,gue gak jadi makan kalo loh mau makan,makan ajah sendiri"kata Seila marah-marah sambil meninggalkan Dev.Setelah Seila pergi Dev merasa bingung,dia merasa bersalah tak tau kenpa dia tak tega melihat perubahan Seila tadi "emang gue salah ngomong,sial"gerutu Dev di dalam hati,dilain sisi-sisi Seila yang tadinya merasa tersinggung menagis di tempat tidur "apa sih salah gue,gue begitu karna dia pahlawan gue!"kata Seila sambil menangis.
Keesokan harinya Seila tak seperti biasa dia menjadi sangat cepat bangun begitu pula pergi ke sekolah namun dia tetap saja murung,semua kebiasaannya yang suka jahil dan becanda bersama temannya tak dia lakukan,dia lebih memilih untuk membaca buku yang di bawanya dari rumah "lohh kenapa?tanya Tani "sakit hati"jawab Seila dengan cuek,ketiga sahabatnya itu hanya bisa heran melihat Seila yang sangat aneh,seketika Dev datang "pagi culun,ehh Dev maksudnya"kata Bella,Dev hanya membalas dengan senyuman "eh..eh..eh..jangan masukin ke dalam hati yah kata-kata gue barusan cuma bencanda kok!"kata Bella lagi "iaa Bella gpp"jawb Dev.Ketika pelajaran di mulai dan siswa disuruh mengerjakan soal "La lohh masih marah?"tanya Dev,namun Seila tak berkutik sedikitpun hal itu membuat Dev sangat merasa bersalah "Seila.."teriak Dev "hei kamu!kenpa ribut,sekarng berdiri di depan!"kata pak guru pada Dev,semua teman sekelas pun menertawakan Dev "aduhh..aduhh...gue kok jadi gak bisa ngendaliin diri sih?apa jangan-jangan gue suka yah sama Seila"cetus Dev dalam hati.Sepulang sekolah Dev langsung menahan tangan Seila agar tak langsung pulang dan mau dengerin dia "Seila kami balek duluan yahh!kan udah ada pahlawan loh yang nemenin"kata Bella sambil menyusun bukunya "yaudah deh"jawab Seila,ketika semuanya sudah pulang tinggallah mereka berdua di kelas "La?o...Seila?sombong banget sih!liat kesini dong!"goda Dev,tapi tetap saja Seila mingkem dan tak mau berbicara,seketika Dev pun memegang tangan Seila,spontan Seila "loh maunya apa sih,dijauhi salah didekati marah-marah!"teriak Seila mengeluarkan amarahnya "iyah maaf,masak pahlawannya gak bisa dimaafin!maafin gue yahh,gue janji gak gitu lagi"kata Dev,seketika Seila terdiam lalu "yehhh,akhirnya...loh ngakui kalo lohh pahlwan gue.Iyah gue maafin loh gue kesal ajahh sama lohh gue baik-baik gitu lohh jahat"kata Seila panjang lebar "hahaha iya.. Iyaa.. Loh itu yah bukan hanya bnyk bicara tapi cerewet"kata Dev dengan sedikit tertawa "aahh....apaan sihh!"jawab Seila,Seila tak terkendali seketika pipinya berubah menjadi merah meramu "ciee..tu pipi apa tomat?"kata Dev lagi sambil tertawa terbahak-bahak "ihh.....lohh itu yah!"jawab Seila sambil memukul Dev "aduh-aduh sakit!gimana sihh sakit tau!"seru Dev "eh...biarin aja kamunya sihh keterlaluan"balas Seila "iya-iya maaf penggemar terberatku"kata Dev lagi,Seila membalas dengan senyuman lalu mereka keluar kelas "loh mau langsung pulang"tanya Dev "eemm...gimna yahhh! kalo lohh mau ngajakin gue jalan-jalan gitu gue mau"jawab Seila sambil tersenyum "ohh...yaudah loh ikut gue naik sepeda aja,ntar mobil loh ,supir ajah suruh yang ngambil!"kata Dev lagi "oke-oke dehh,kita mau kemana?"balas Seila "udah ikut ajahh!kata Dev sambil memutar sepedanya.
TAMAT
Senin, 10 April 2017
PUISI BIKINAN SENDIRI
Ok Kawan2 kali ini hanya bisa bikin puisi aku,,tolong beri saran/masukan mengenai tulisan saya..
Trims
HIDUPKU
Kesepian terkapar di jalan yg tak berpenghuni
Hanya angin yang berhembus dan dingin yang menusuk slalu menemani
Letih,tak berguna,disingkirkan itu yang kurasakan
Bagaikan selebaran tisu yang terbuang di jalanan
Tangisku,kehampaanku,amarahku,tak ada satupun yang peduli
Oh malangnya nasibku
Tak ada satupun yang mengerti apa yang kurasa
Sungguh teganya,
Apakah ini takdirku?
Sudahlah pasti itu jawabannya.
Minggu, 09 April 2017
Diaryku(08042017)
Hari ini aku sedih rasanya berat kali buat pisah sama kakak kelas dan abang kelasku,ingin rasanya aku meanangis,tapi aku bodoh bila aku menangis karna mereka bukan pergi meninggalkanku melainkan melanjutkan kehidupan.Terlebih buat kakak yang slalu ada disisiku selama 3 tahun yang akhirnya harus pergi meninggalkan aku.
3 tahun kami lalui bersama walaupun pertengkaran sering terjdi itulah yang membuatku semakin rindu.Semua tawa,curhat,semua itu akan menjadi kenangan bagiku.
Takkan ada lagi yang menemaniku,takkan ada lagi yang terus bersamaku,tapi aku akan selalu berdoa yang terbaik buatmu kak. :'( :-) :-)
Begitu pula buat abang walaupun sampai sekarang aku belum bisa berani bicara sama abang karena sifatku yang kekanak-kanakan,walaupun aku selalu hanya bisa melihat dan tak berbicara sama abang,walaupun aku hanya bisa ngobrol sama abang secara tidak langsung,walaupun akhirnya aku hanya bisa melihat abang untuk terakhir kalinya tanpa mengucapkan satupun kata perpisahan padahal udah pengen kali bicara langsung sama abang.Aku senang kali bisa kenal sama abang,terlebih selama ini abang mau tersenyum dan menyapaku,itu semua udah cukup membuatku bahagia.Terkadangpun aku merasa sedih pada diriku sendiri yang tak punya sedikitpun keberanian,tapi aku akan terus mencoba untuk bisa selalu percaya diri dan menjadi pemberani.Aku juga akan selalu berdoa yang terbaik buat abang.
#bakalan_rindu
#kak_bang
#semangatyah_UN
Minggu, 05 Maret 2017
Sambungan Ada Cinta di Sekolah Mama
"kak,kakak marah samaku?"tanya Nadin,Rio diam sejenak lalu "buat apa aku marah,marah gak ada arti,jujur dek sakit kali rasanya tapi apa boleh buat kau lebih memilih dia"jawab Rio meluapkan perasaannya,mendengar itu Nadin "aku ngerti kok apa yang kakak rasa tapi begitulah hatiku lebih memilihnya,gppkan kak kalo kakak jadi orang yang selalu ada buatku jika aku merasa kesepian,pingin curhat,dan lainnya"kata Nadin lagi "hmm.. Apa boleh buat dek,kalo itunya keputusanmu kuterima dengan lapang dada"jawab Rio dengan tulus,bel seketika berbunyi setelah Rio selesai berbicara,mereka berdua pun masuk ke dalam kelas mereka masing-masing.Ketika pulang sekolah di gerbang sudah ada Jack yang menunggu Nadin "Cepat amat Jack"kata Nadin sembari mendekati jack "hehe...emang gak boleh yah soalnya udah rindu ni"jawab Jack menggoda Nadin "iiiis... Apaan sih lebay banget!"kata Nadin sambil menepuk bahu Jack "biar lebay yang penting kamu bahagia aku senang"jawab Jack lagi sambil menyuruh Nadin menaiki motornya.Di atas motor selama perjalanan "Din kapan-kapan aku bolehkan main ke rumahmu sekalian belajar bareng!"kata Jack "emmm gimana yah......"
Diam sejenak "yah boleh lah mesti kali permisi"jawab Nadin sambil tersenyum "gitu dong minggu depan aku datng ke rumah yah,sekalian jumpa mertua!"kata Jack lagi sambil tertawa,Nadin pun ikut tertawa mendengar perkataan Jack.Tak terasa mereka akhirnya sudah sampai di rumah Nadin "gak terasa udah nyampe,pengennya lebih lama lagi!"kata Nadin sambil turun dari motor "hahaha bisa ajah kamu"kata Jack sambil mencubit gemas pipi Nadin hal itu membuat Nadin malu,tak mau terlihat malu Nadin langsung pergi masuk ke rumah,hal itu membuat Jack tertawa geli "lucu amat sih Nadin"kata Jack dalam hati sambil pergi pulang ke rumahnya.
Seminggu telah berlalu,hari ini adalah hari dimana Jack pergi ke rumah Nadin,sore harinya "Leo gue pergi dulu yah!"kata Jack terhadap teman dekatnya "wah wah kebiasaan nih,ninggalin gue pasti mau jumpa Nadinkan!udah ngaku ajah!"jawab Leo "iyaa aku mau ke rumah Nadin,memang eloh teman terbaik gue,elo tau segalanya tentang gue!"kata Jack,Leo mendengar perkataan Jack itu menjadi tertawa.Sampai di rumah Nadin,Nadin terlihat sudah menunggunya,ketika dia datang Nadin langsung menghampirinya "hey..lama amat"kata Nadin"cielah yang udah gak sabar"kata Jack bergurai,Nadin pun tertawa dan menarik tangan Jack masuk ke dalam rumah.
Tamat
Rabu, 15 Februari 2017
Ada Cinta di Sekolah Mama
Nadin memang siswa yang bijak dan pintar.Pada saat pendaftaran SMA Nadin tidak di sekolahkan di tempat mamanya bekerja melainkan di sekolah yang terbaik di daerahnya.Nadin adalah siswi yang cerdas jadi orangtuanya ingin menyekolahkannya di sekolah yang paling bagus.Pada saat hari libur Nadin ikut dengan mamanya pergi ke SMA tempat mamanya mengajar untuk membantu dalam penerimaaan siswa baru.Nadin sangat senang berada disana tapi sayang dia tak di sekolahkan disana.Suatu siang yang cerah Nadin sangat merasa bosan berada di SMA mamanya tak sengaja pada saat dia berjalan tak melihat jalannya dia menabrak seorang lelaki di lihatnya perlahan ke atas jantung Nadin langsung berdetak kencang betapa terpesona nya dia dengan lelaki yang memiliki kulit hitam manis,tinggi,tegap,dan tampan itu "ehh ehh sorry banget gak sengaja"kata Nadin "emm... iya gpp santai ajahh kamunya"kata lelaki itu,ketika Nadin ingin pergi "eh tunggu dulu"kata lelaki itu,Nadin pun memberhentikan langkahnya dan balik badan
"kenalin gue Jack dari Pekanbaru,salam kenal"kata Jack sambil tersenyum manis dan mengulurkan tangannya,hal itu membuat Nadin tergila gila dengan gugup dia menjawab "gue Nadin orang sini,gue lagi nemenin orangtua gue nerima siswa baru"jawab Nadin "oooh,orangtuamu kerja disini kebetulan,gue mau mendaftar disini"kata Jack ramah "ooh gitu,kalo gue memang mendaftar SMA baru jugak tapi bukan disini"kata Nadin dengan nada sedikit kecewa "yah gak enak dong,kita gak bisa lebih dekat lagi"kata Jack lagi,Nadin hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan Jack dan Jack pun hanya terdiam dan melanjutkan jalannya untuk pergi mendaftar.Nadin pergi duduk disebelah mamanya tidak berapa lama Jack pun datang dengan ramah "siang bu"kata Jack "iyah siang dek,mau mendaftarkan ini isi formulirnya!"kata mama Nadin "iyah bu"kata Jack,tak beberapa lama Jack dan mama Nadin terlibat perbincangan yang menarik dan akhirnya Jack permisi untuk pulang "pulang yah Din,pulang yah bu"kata Jack "kok kenal sama anak saya yah?"kata mama Nadin "ooh,iyah tadi gak sengaja kenalan bu"jawab Jack sambil tersenyum,ketika Jack ingin melangkah untuk pergi "ma aku ngantar Jack ke depan yah"kata Nadin mamanya menjawab dengan senyuman yang menandakan setuju "ngomong ngomong kau ngekost?!"kata Nadin memulai pembicaraan "enggak,gue tinggal di rumah saudara"jawab Jack "oohh gituu,jadi sekarang loh balek kemana?!kata Nadin polos "ke rumah loh"jawab Jack bergurau,Nadin seketika terkejut mengira apa yang dikatakan Jack itu adalah benar "kenapa? gue cuman becanda,santai ajah,gue balik ke rumah saudara gue laah"jawab Jack sambil diakhiri dengan tawa.Jack pun pergi menaiki angkot dan Nadin hanya bisa melihat kepergiannya,Nadin berkata di dalam hati "andai saja aku bisa dekat dengannya,aahh...ahhh.. ngacok gue"kata Nadin di dalam hati.
Tak terasa libur sekolah sudah usai,ini adalah hari pertama Nadin memasuki SMA barunya, dengan bersemangat Nadin pergi ke sekolah barunya,di sekolah dia merasa canggung karena dia belum memiliki seorang teman,di bawah pohon Nadin melihat seorang siswi baru jugak dengan ramah "hay saya Nadin,senang bertemu dengan mu"kata Nadin "iyahh hay jugak saya Mutiara"jawab siswi baru itu,tak berapa lama mereka terlihat sangat akrab seperti sudah kenal lama tak ada jarak diantara mereka.Bel sekolah berbunyi ini adalah hari pertama mereka ospek.Seorang kakak kelas mereka memegang mikrofon "selamat pagi adik-adik perkenalkan nama saya Rio saya duduk di kelas XII IPA 1 disini saya akan memimpin kegiatan pada hari ini"kata Kakak kelas itu,tak sengaja Nadin berteriak karena ada seseorang yang berbaris di dekatnya menginjak kakinya "aduuhh"teriak Nadin"siapa yang teriak,ayo maju ke depan"kata kakak kelas itu dengan sedikit nada tinggi,dengan takut Nadin maju ke depan seketika semua mata terarah kepadanya terlebih laki-laki yang ada disana mata mereka sampai melotot melihat Nadin yang begitu cantik dan manis "maaf kak"kata Nadin pelan "siapa yang nyuruh kamu bicara?"kata kakak kelas,Nadin pun hanya bisa diam sambil menundukkan kepala "sebagai hukumannya kamu harus menyanyikan sebuah lagu dengan mikrofon ini,itupun dengan karanganmu sendiri tidak boleh jelek,kalo sampe jelek hukumanmu akan di tambah"kata kakak senior itu "tapi kak....aku kan gak sengaja tadi"jawab Nadin mencoba mengelak "gak ada tapi tapian"kata kakak senior sambil menguatkan nada suaranya,dengan ketakutan,pipi yang merah,dan tangan yang dingin,Nadin menarik nafasnya lalu dia memejamkan mata dan bernyanyi dengan suara yang sangat indah dan lagu yang dapat dikatakan bagus,semua orang tercengang lalu berbisik-bisik memujinya,ketika dia membuka mata dia melihat orang orang yang bertepuk tangan untuknya "lumayan suaramu bagus dan lagunya oke,jadi hukumanmu tidak di tambah"kata Rio "oh iyahh,siapa namamu?"tambah Rio "Nadin kak"jawab Nadin polos "oke kamu boleh balik ke barisan"kata kakak senior itu.Jam terasa cepat berlalu Nadin pulang sekolah,di jalan bersama Mutiara dia berbicara mengenai kejengkelannya terhadap kakak kelasnya itu yang tiba-tiba datang menghampirinya "hey"sapa Rio "emmm apa kak!"kata Nadin dengan nada sedikit jengkel "loh masih marah yah dek,yang tadi kan hukuman itu pun karna loh salah,jadi maaf deh kalo loh marah!"kata Rio dengan tersenyum "emmm...iyah kak gpp"jawab Nadin sambil menarik tangan Mutiara lalu pergi,Rio hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat Nadin,dia sangat terpukau dengan adik kelasnya itu.Setelah pulang sekolah Nadin langsung pulang ke rumah setiba di rumah "aihh,makek acara rumah ke tutup lagi pasti papa belom pulang dari kantor apalagi mama pasti masih di sekolahnya terpaksa deh harus ke sekolah mama"desah Nadin. Sewaktu tiba disana Nadin terkejut ternyata semua siswa sudah berpulangan sehingga semua mata melihat dirinya karna mereka merasa asing dengannya tiba-tiba ada seseorang yang memanggil namanya lalu menghampirinya "hey Din dah lama yah kita gak jumpa,apa kabar nih?"kata Jack,jantung Nadin kembali bedetak kencang dengan gugup "hay jugak,baik kok"jawab Nadin,ketika dia ingin pergi karena merasa canggung tiba tiba Jack menarik tangannya "jangan main tinggal ajah dong Din,emang mau kemana sihh?"kata Jack "ini mau minta kunci rumah sama nyokap dah laper nihh"jawab Nadin polos "ooohh gituu,yaudah gak usah repot kesana,sebagai gantinya temani gue makan bentar yahh sekalian loh makan jugak gue traktir "ajak Jack dengan penuh harap "tenang gue bawa motor loh gue bonceng"kata Jack lagi "emmm yaudah deh kalo loh nya maksa gitu apa boleh buat"jawab Nadin,ketika mereka ingin pergi "Jack....Jack wah luh mah gitu mentang-mentang ada cewek cantik loh ninggalin gue"kata salah satu teman Jack dengan napas terengah-engah "kenalin gue Leo teman akrab Jack"kata Leo sambil tersenyum "gue Nadin"jawab Nadin "oke udah dulu yahhh Leo kami mau pergi lo balek sendiri yahh !?"kata Jack "inikan baru hari pertama kita sekolahh luh mah parah tapi karna Nadin gue mau dehh"kata Leo diselangi tawa,mereka berdua pun pergi meninggalkan Leo.Setiba di tempat itu "loh makan apa Din?"tanya Jack "terserah loh ajah deh,kalo enggak samakan ajah kayak loh!"jawab Nadin "oke dehhh"kata Jack, Jack pun pergi memesan makanan lalu kembali duduk,selama menunggu makanan Jack tak henti memandangi wajah cantik Nadin yang membuat Nadin menjadi malu,untuk mencairkan suasana "gimana sekolah disana,enak gak,pasti enakkan?"
kata Nadin membuka pembicaraan "emmm...gimana yah?!enak sihh tapi ada yang kurang kalo kamunya gak ada"jawab Jack dengan senyuman,seketika Nadin tersipu malu lalu "ini dek pesanannya,silahkan menikmati.... Kalian berdua pacarannya,cocok deh"kata pelayan restoran dengan senyuman lalu meninggalkan mereka berdua,Nadin dan Jack pun hanya bisa tersenyum mendengar itu.Setelah mereka berdua selesai makan mereka pun pulang,Jack tidak mengantar Nadin karna Nadin tidak menginginkan hal itu.Pada saat malam hari Nadin membayangkan seluruh kejadian yang dia rasakan sepanjang hari itu,hati Nadin berbunga-bunga ketika mengingat Jack yang selalu menatapnya begitu pula Jack di kamarnya "Leo loh masih ingatkan cewek yang tadi di sekolah?"kata Jack terhadap Leo "yang mana?oooh...iya iya aku ingat Nadin kan cewek cantik itu,minta nomor nya dong!"kata Leo menggoda Jack "apaan sihh looh,gue belom punya,kayaknya gue jatuh cinta sama itu cewek semenjak kami tak sengaja bertabrakan kayak cinta pandangan pertama gitu,gimana ni Leo?"kata Jack panjang lebar,dia baru sadar setelah melihat Leo ternyata dia sudah ngomong sendiri dari tadi,tetap saja Jack belom bisa tidur dan masih memikirkan Nadin sampai akhirnya dia tertidur juga. Di pagi harinya Nadin bangun kesiangan sehingga saat dia tiba di sekolah siswa-siswi sudah berbaris,dia melihat sekeliling tempat dia untuk bisa nyelip dan upaya nya itu pun berhasil tetapi ada seorang kakak senior yang melihatnya yaitu Rio,dia langsung dihampiri oleh kakak seniornya itu "eemm.... Loh yah dek masih aja masa Ospek udah terlambat,niat sekolah gak sih?"kata Rio "hehehe maaf deh kak gak kuulangi pun,janji aku kak,please!"kata Nadin penuh harap "okeee gue beri dispensasi buat loh,tapi dengan syarat lo harus baek sama gue,gak ada cuek-cuekan!"kata kakak kelas itu dengan tatapan yang menjengkelkan "hm...iyahh deh kak,sipp!"jawab Nadin sambil memberi senyuman kepada Rio.Sepulang sekolah "Din gue antar yah balek"ajak Rio dari belakang "hmm,gimana yah kak.."belom selesai Nadin bicara Rio langsung menarik tangan Nadin dan akhirnya Nadin pun diantarkan pulang oleh Rio,ketika perjalanan pulang mereka melewati sekolah mamanya Nadin ketepatan para siswa pun sudah berpulangan disana,dari kejauhan Jack melihat Nadin yang dibonceng oleh seorang lelaki,jantungnya tiba-tiba berdetak dengan sangat kencang di dalam hati "siapa tuh yang sama Nadin?pacarnya yah!sial masak gue terlambat"desah Jack sambil kembali berjalan dengan wajah yang lesuh,sementara Nadin tidak melihat Jack yang terlihat cemburu pada saat itu,dari belakang Jack ada seorang cewek yang menepuk badannya "loh kenapa"kata Citra teman sekolah Jack yang tampaknya memiliki ketertarikan terhadap Jack, padahal ini baru saja hari kedua mereka bersekolah "emm,gpp kok Cit"jawab Jack lalu pergi menaiki motornya dan pergi begitu saja yang membuat Citra sedikit kecewa.Di rumah Jack membaringkan badannya di tempat tidur "siapa sih cowok itu,gue penasaran"kata Jack dalam hatinya.
Ospek akhirnya telah berakhir ini adalah hari pertama Nadin masuk sekolah seperti biasa,baru saja ini hari pertama dia masuk sekolah bersama kakak kelasnya,semua orang sudah mengenalnya dan mulai berbisik-bisik tentangnya "hay cantik"kata seseorang dari belakang Nadin yang ternyata Rio kakak kelasnya itu,Nadin menjawab dengan senyuman,ketika Nadin ingin pergi Rio menarik tangan Nadin dengan kuat yangn membuat Nadin jatuh dipelukan Rio "iihhh,apaan sih"kata Nadin kesal "kenapa loh gak senang,maaf deh,tapi tunggu bentar ajah dek tolong"jawab Rio,semua mata pun melihat ke arah mereka ada yang bersiul dan ada pula teriak gak jelas,Nadin langsung mendorong Rio dan belari menuju kelasnya,di kelas "loh kenapa Din?"tanya Mutiara sambil menepuk bahunya "itu tuh kak Rio gue takut nih"jawab Nadin degan napas terengah-engah "ohhh,yaudah deh loh santai ajah disitu,gue akan jaga-jaga di pintu"kata Mutiara sambil berjalan ke arah pintu,Nadin mengangguk menandakan setuju.Di sekolahnya Rio merupakan cowok yang terpopuler bukan hanya tampang yang dapat dibilang ok tapi dia adalah seorang ketua OSIS, Rio memiliki kulit yang putih,tinggi,pintar,tampan,dan hampir semua perempuan yang ada di sekolah sangat menyukai dirinya tapi sayang Nadin tidak melihat dirinya karena Jack telah hadir di hati Nadin terlebih dahulu.Di jam istirahat Nadin memutuskan untuk keluar kelas karena dia merasa sangat lapar,belom sampai di kantin "Din,maaf"kata Rio sambil menepuk bahu Nadin yang membuatnya sangat terkejut "eh..... Elo kak,emm...i..ya kak"jawab Nadin dengan nada sedikit ketakutan,Rio langsung menggengam tangan Nadin dan mengajaknya ke kantin "ayo Din biar aku yang traktir"ajak Rio,belom Nadin menjawab mereka sudah sampai di kantin "makan apa Din?"tanya Rio "terserah"jawab Nadin singkat mereka pun makan bersama,selama makan Rio tak henti memandangi Nadin dan membuat Nadin harus menunduk.Setelah mereka selesai makan "makasih kk"kata Nadin,Rio hanya mengangguk sambil tersenyum,setelah itu Nadin berlari ke arah kelasnya yang hanya membuat Rio tersenyum.Setelah bel pulang berbunyi Nadin langsung bergegas berlari untuk pulang agar tidak berjumpa dengan Rio "Tiara gue duluan yahh,bye"kata Nadin sambil berlari "okk,sipp"jawab Mutiara singkat,rencana Nadin ternyata berhasil dia lolos dari Rio tetapi di saat dia ingin pulang ke rumahnya di gang rumahnya dia bertemu dengan Jack "eh elo lagi apa disini?"tanya Nadin "emang gak bisa?ada yang larang"jawab Jack sedikit cuek "gak sih yaudah gue pulang aja"jawab Nadin tapi di dalam hati dia merasa heran dengan perubahan sikap Jack, ketika Nadin ingin melanjutkan langkahnya "Din,siapa dia?"kata Jack dengan Nada bergetar,hal itu membuat Nadin terkejut "yang...mana?"jawab Nadin seketika Jack diam lalu "yang pernah ngantar kamu pulang?"tanya Jack "oooh itu,kakak kelasku kenapa?"jawab Nadin lagi,Jack hanya diam lalu pergi meninggalkan Nadin,melihat tingkah Jack yang aneh Nadin tidak mau ada salah paham diantara mereka jadi Nadin mengejar Jack "Jack tunggu"kata Nadin dengan napas terengah engah,tapi Jack tetap meneruskan langkannya,seketika Nadin berlari tiba-tiba dia terjatuh "aduhh,sakit"kata Nadin sambil menahan rasa sakit,Jack yang mendengar jatuhnya Nadin kembali berlari menuju Nadin "Din loh gpp"kata Jack sambil membersihkan baju Nadin yang jorok dan menopang Nadin "ayok Din naik ke motor gue"kata Jack,lalu mereka pergi ke sebuah taman disana "Din yang mana sakit?"kata Jack dengan nada penuh penyesalan "udah gpp"jawab Nadin,seketika mereka berdua diam dan mengintropeksi diri mereka masing masing "Din jujur"kata Jack,Nadin membalas perkataan Jack dengan menatapnya "Gue ......gue sukak sama... Sama seseorang"lanjut Jack,hal itu membuat Jantung Nadin berdebar "emmm...jadi urusannya samaku apa?"jawab Nadin "loh dah punya pacar?"tanya Jack "belom"jawab Nadin polos "loh ada suka sama cowok gitu?"tanya Jack lagi yang membuat Nadin menjadi gugup dan terdiam "Din gue sukak sama loh"kata Jack berterus terang,seketika Nadin tersenyum senang "sama"jawabnya spontan "apa?apa Din?"bilang lagi"kata Jack "emm..enggak"kata Nadin dengan malu,Jack pun melanjutkan kata-katanya "Din loh mau gak pacaran samaku?"tanya Jack dengan sedikit gugup "emmm gimana yahh!"goda Nadin "apanya gimna?tanya Jack "gakkk.....gue mau kok tapi janji jangan bikin aku kecewa yahh!"jawab Nadin dan spontan memeluk Jack,Jack pun membalas pelukan itu "akhirnya Din gue legah"kata Jack,Nadin hanya tersenyum "ayo makan Din pasti dah laparkan"kata Jack sambil menggandeng tangan Nadin,selama makan mereka memiliki satu perjanjian "Din selama kita pacaran,kita harus saling terbuka yahh baru kalo pergi dan pulang kita bareng walau kita gak satu sekolah,janji yah!"kata Jack dengan senyuman "iyahh Jack aku janji"jawab Nadin sambil tersenyum,setelah makan Jack mengantar Nadin pulang ke rumah.Pagi harinya "Nadin...Nadin.."kata Jack "iya dek ada apa yah?"tanya ibu Nadin "gini bu Nadin nya ada,mau sama berangkat sekolah bu"kata Jack "ooh,yaudah tunggu ibu panggil yah!"kata ibu Nadin,seketika Nadin keluar dari rumah mereka pun pamitan lalu pergi "Gue antar ke sekolahkan?"tanya Jack "iya"jawab Nadin,sesampai di sekolah Nadin "belajar yang rajin yah sayang"kata Jack sambil mengelus puncak kepala Nadin,Nadin pun tersipu "iya iya,hati hati di jalan"kata Nadin.Dari kejauhan Rio melihat mereka berdua "hei bro"kata Rio kepada Jack "iya,ada apa yah?''jawab Jack,Nadin langsung memotong pembicaraaan dan berkata "Kenalin Jack pacar gue" ,seketika Rio merasa sakit sekali dia kira akan ada harapan untuknya,setelah mendengar itu dia tertekun "jadi karna pacarmu,bisa semena-mena anak sekolah lain masuk kesini"kata Rio degan penuh kekesalan "em... ee... sorry deh kak"jawab Nadin "yaudah gue pergi ya Din,bagus bagus belajarnya!"kata Jack sambil tersenyum manis lalu pergi meninggalkan sekolah Nadin,ketika Nadin akan pergi ke kelas "Din...."kata Rio "apa kak?"tanya Nadin "apa hati diciptakan untuk dipatahkan!"kata Rio lagi dengan nada kecewa lalu pergi meninggalkan Nadin,sementara Nadin yang mendengar kata-kata itu dia berpikir lalu tersentak dia baru sadar bahwa kakak kelasnya itu telah jatuh hati padanya.Ketika jam pelajaran dimulai Nadin tak lagi konsentrasi pada belajarnya,dia kepikiran kepada kakak kelasnya itu "kok bisa yah,kenapa ini harus terjadi?"cetus Nadin di dalam hati nya seketika suara sedikit berteriak menyadarkan dia dari lamunannya ternyata itu adalah ibu guru yang sedang heran melihat Nadin "Nadin! kenapa kamu melamun?"kata ibu guru "maaf bu... maaf.."jawab Nadin sambil menunduk "yaudah perhatikan"kata ibu guru lagi sambil menggeleng.Ketika jam istirahat tiba karna merasa tidak enak dia mencari Rio tapi dia tidak menemukannya,seketika dia melihat bangku yang ada di taman dia melihat Rio sedang duduk menyendiri,dihampirinya kakak kelasnya itu "Kak Rio"sapa Nadin "apah Din?"jawab kakak kelasnya itu "boleh gak aku duduk disamping kakak?"tanya Nadin,Rio hanya mengangguk menandakan setuju
Bersambung
Gara Gara Ujian
Nike bergegas pergi ke sekolah,dengan semangatnya dia selalu pergi ke sekolah.Nike adalah cewek yang gak pernah suka yang namanya pacaran apalagi kalo ada orang yang berbicara tentang pacaran dia tak mau ambil pusing dengan tidak mau tau sama sekali.Walaupun begitu bukan berati dia tak akrab dengan yang namanya laki-laki.Suatu saat ketika adanya ujian tengah semester anak kelas XII dibuat sebgku dengn kelas X,kebetulan sebgku Nike adalah seorang anak laki-laki.Pada saat proses ujian "kak? bantu dulu aku bahasa inggris"kata sebgku Nike "aku ajah blom siap,tapi sini lah biar kutengok dulu soalnya!"jawab Nike.Mulai dari hari pertama mereka ujian Nike sangat akrab dengan sebangkunya yang bernama Rey itu,memang tak terlalu tampan tapi Nike sungguh menyukai sebangkunya itu tapi bukan cinta,penyebabnya Rey orangnya dewasa,pintar,humoris dan lainnya yang bisa meluluhkan Nike.Tapi setelah ujian mereka sangat akrab terlebih melalui MEDSOS mereka berdua terlihat sangat akrab bisa dibilang PDKT.Tak berapa lama mereka PDKT-AN mereka pun akhirnya pacaran.
TAMAT