Nadin memang siswa yang bijak dan pintar.Pada saat pendaftaran SMA Nadin tidak di sekolahkan di tempat mamanya bekerja melainkan di sekolah yang terbaik di daerahnya.Nadin adalah siswi yang cerdas jadi orangtuanya ingin menyekolahkannya di sekolah yang paling bagus.Pada saat hari libur Nadin ikut dengan mamanya pergi ke SMA tempat mamanya mengajar untuk membantu dalam penerimaaan siswa baru.Nadin sangat senang berada disana tapi sayang dia tak di sekolahkan disana.Suatu siang yang cerah Nadin sangat merasa bosan berada di SMA mamanya tak sengaja pada saat dia berjalan tak melihat jalannya dia menabrak seorang lelaki di lihatnya perlahan ke atas jantung Nadin langsung berdetak kencang betapa terpesona nya dia dengan lelaki yang memiliki kulit hitam manis,tinggi,tegap,dan tampan itu "ehh ehh sorry banget gak sengaja"kata Nadin "emm... iya gpp santai ajahh kamunya"kata lelaki itu,ketika Nadin ingin pergi "eh tunggu dulu"kata lelaki itu,Nadin pun memberhentikan langkahnya dan balik badan
"kenalin gue Jack dari Pekanbaru,salam kenal"kata Jack sambil tersenyum manis dan mengulurkan tangannya,hal itu membuat Nadin tergila gila dengan gugup dia menjawab "gue Nadin orang sini,gue lagi nemenin orangtua gue nerima siswa baru"jawab Nadin "oooh,orangtuamu kerja disini kebetulan,gue mau mendaftar disini"kata Jack ramah "ooh gitu,kalo gue memang mendaftar SMA baru jugak tapi bukan disini"kata Nadin dengan nada sedikit kecewa "yah gak enak dong,kita gak bisa lebih dekat lagi"kata Jack lagi,Nadin hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan Jack dan Jack pun hanya terdiam dan melanjutkan jalannya untuk pergi mendaftar.Nadin pergi duduk disebelah mamanya tidak berapa lama Jack pun datang dengan ramah "siang bu"kata Jack "iyah siang dek,mau mendaftarkan ini isi formulirnya!"kata mama Nadin "iyah bu"kata Jack,tak beberapa lama Jack dan mama Nadin terlibat perbincangan yang menarik dan akhirnya Jack permisi untuk pulang "pulang yah Din,pulang yah bu"kata Jack "kok kenal sama anak saya yah?"kata mama Nadin "ooh,iyah tadi gak sengaja kenalan bu"jawab Jack sambil tersenyum,ketika Jack ingin melangkah untuk pergi "ma aku ngantar Jack ke depan yah"kata Nadin mamanya menjawab dengan senyuman yang menandakan setuju "ngomong ngomong kau ngekost?!"kata Nadin memulai pembicaraan "enggak,gue tinggal di rumah saudara"jawab Jack "oohh gituu,jadi sekarang loh balek kemana?!kata Nadin polos "ke rumah loh"jawab Jack bergurau,Nadin seketika terkejut mengira apa yang dikatakan Jack itu adalah benar "kenapa? gue cuman becanda,santai ajah,gue balik ke rumah saudara gue laah"jawab Jack sambil diakhiri dengan tawa.Jack pun pergi menaiki angkot dan Nadin hanya bisa melihat kepergiannya,Nadin berkata di dalam hati "andai saja aku bisa dekat dengannya,aahh...ahhh.. ngacok gue"kata Nadin di dalam hati.
Tak terasa libur sekolah sudah usai,ini adalah hari pertama Nadin memasuki SMA barunya, dengan bersemangat Nadin pergi ke sekolah barunya,di sekolah dia merasa canggung karena dia belum memiliki seorang teman,di bawah pohon Nadin melihat seorang siswi baru jugak dengan ramah "hay saya Nadin,senang bertemu dengan mu"kata Nadin "iyahh hay jugak saya Mutiara"jawab siswi baru itu,tak berapa lama mereka terlihat sangat akrab seperti sudah kenal lama tak ada jarak diantara mereka.Bel sekolah berbunyi ini adalah hari pertama mereka ospek.Seorang kakak kelas mereka memegang mikrofon "selamat pagi adik-adik perkenalkan nama saya Rio saya duduk di kelas XII IPA 1 disini saya akan memimpin kegiatan pada hari ini"kata Kakak kelas itu,tak sengaja Nadin berteriak karena ada seseorang yang berbaris di dekatnya menginjak kakinya "aduuhh"teriak Nadin"siapa yang teriak,ayo maju ke depan"kata kakak kelas itu dengan sedikit nada tinggi,dengan takut Nadin maju ke depan seketika semua mata terarah kepadanya terlebih laki-laki yang ada disana mata mereka sampai melotot melihat Nadin yang begitu cantik dan manis "maaf kak"kata Nadin pelan "siapa yang nyuruh kamu bicara?"kata kakak kelas,Nadin pun hanya bisa diam sambil menundukkan kepala "sebagai hukumannya kamu harus menyanyikan sebuah lagu dengan mikrofon ini,itupun dengan karanganmu sendiri tidak boleh jelek,kalo sampe jelek hukumanmu akan di tambah"kata kakak senior itu "tapi kak....aku kan gak sengaja tadi"jawab Nadin mencoba mengelak "gak ada tapi tapian"kata kakak senior sambil menguatkan nada suaranya,dengan ketakutan,pipi yang merah,dan tangan yang dingin,Nadin menarik nafasnya lalu dia memejamkan mata dan bernyanyi dengan suara yang sangat indah dan lagu yang dapat dikatakan bagus,semua orang tercengang lalu berbisik-bisik memujinya,ketika dia membuka mata dia melihat orang orang yang bertepuk tangan untuknya "lumayan suaramu bagus dan lagunya oke,jadi hukumanmu tidak di tambah"kata Rio "oh iyahh,siapa namamu?"tambah Rio "Nadin kak"jawab Nadin polos "oke kamu boleh balik ke barisan"kata kakak senior itu.Jam terasa cepat berlalu Nadin pulang sekolah,di jalan bersama Mutiara dia berbicara mengenai kejengkelannya terhadap kakak kelasnya itu yang tiba-tiba datang menghampirinya "hey"sapa Rio "emmm apa kak!"kata Nadin dengan nada sedikit jengkel "loh masih marah yah dek,yang tadi kan hukuman itu pun karna loh salah,jadi maaf deh kalo loh marah!"kata Rio dengan tersenyum "emmm...iyah kak gpp"jawab Nadin sambil menarik tangan Mutiara lalu pergi,Rio hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat Nadin,dia sangat terpukau dengan adik kelasnya itu.Setelah pulang sekolah Nadin langsung pulang ke rumah setiba di rumah "aihh,makek acara rumah ke tutup lagi pasti papa belom pulang dari kantor apalagi mama pasti masih di sekolahnya terpaksa deh harus ke sekolah mama"desah Nadin. Sewaktu tiba disana Nadin terkejut ternyata semua siswa sudah berpulangan sehingga semua mata melihat dirinya karna mereka merasa asing dengannya tiba-tiba ada seseorang yang memanggil namanya lalu menghampirinya "hey Din dah lama yah kita gak jumpa,apa kabar nih?"kata Jack,jantung Nadin kembali bedetak kencang dengan gugup "hay jugak,baik kok"jawab Nadin,ketika dia ingin pergi karena merasa canggung tiba tiba Jack menarik tangannya "jangan main tinggal ajah dong Din,emang mau kemana sihh?"kata Jack "ini mau minta kunci rumah sama nyokap dah laper nihh"jawab Nadin polos "ooohh gituu,yaudah gak usah repot kesana,sebagai gantinya temani gue makan bentar yahh sekalian loh makan jugak gue traktir "ajak Jack dengan penuh harap "tenang gue bawa motor loh gue bonceng"kata Jack lagi "emmm yaudah deh kalo loh nya maksa gitu apa boleh buat"jawab Nadin,ketika mereka ingin pergi "Jack....Jack wah luh mah gitu mentang-mentang ada cewek cantik loh ninggalin gue"kata salah satu teman Jack dengan napas terengah-engah "kenalin gue Leo teman akrab Jack"kata Leo sambil tersenyum "gue Nadin"jawab Nadin "oke udah dulu yahhh Leo kami mau pergi lo balek sendiri yahh !?"kata Jack "inikan baru hari pertama kita sekolahh luh mah parah tapi karna Nadin gue mau dehh"kata Leo diselangi tawa,mereka berdua pun pergi meninggalkan Leo.Setiba di tempat itu "loh makan apa Din?"tanya Jack "terserah loh ajah deh,kalo enggak samakan ajah kayak loh!"jawab Nadin "oke dehhh"kata Jack, Jack pun pergi memesan makanan lalu kembali duduk,selama menunggu makanan Jack tak henti memandangi wajah cantik Nadin yang membuat Nadin menjadi malu,untuk mencairkan suasana "gimana sekolah disana,enak gak,pasti enakkan?"
kata Nadin membuka pembicaraan "emmm...gimana yah?!enak sihh tapi ada yang kurang kalo kamunya gak ada"jawab Jack dengan senyuman,seketika Nadin tersipu malu lalu "ini dek pesanannya,silahkan menikmati.... Kalian berdua pacarannya,cocok deh"kata pelayan restoran dengan senyuman lalu meninggalkan mereka berdua,Nadin dan Jack pun hanya bisa tersenyum mendengar itu.Setelah mereka berdua selesai makan mereka pun pulang,Jack tidak mengantar Nadin karna Nadin tidak menginginkan hal itu.Pada saat malam hari Nadin membayangkan seluruh kejadian yang dia rasakan sepanjang hari itu,hati Nadin berbunga-bunga ketika mengingat Jack yang selalu menatapnya begitu pula Jack di kamarnya "Leo loh masih ingatkan cewek yang tadi di sekolah?"kata Jack terhadap Leo "yang mana?oooh...iya iya aku ingat Nadin kan cewek cantik itu,minta nomor nya dong!"kata Leo menggoda Jack "apaan sihh looh,gue belom punya,kayaknya gue jatuh cinta sama itu cewek semenjak kami tak sengaja bertabrakan kayak cinta pandangan pertama gitu,gimana ni Leo?"kata Jack panjang lebar,dia baru sadar setelah melihat Leo ternyata dia sudah ngomong sendiri dari tadi,tetap saja Jack belom bisa tidur dan masih memikirkan Nadin sampai akhirnya dia tertidur juga. Di pagi harinya Nadin bangun kesiangan sehingga saat dia tiba di sekolah siswa-siswi sudah berbaris,dia melihat sekeliling tempat dia untuk bisa nyelip dan upaya nya itu pun berhasil tetapi ada seorang kakak senior yang melihatnya yaitu Rio,dia langsung dihampiri oleh kakak seniornya itu "eemm.... Loh yah dek masih aja masa Ospek udah terlambat,niat sekolah gak sih?"kata Rio "hehehe maaf deh kak gak kuulangi pun,janji aku kak,please!"kata Nadin penuh harap "okeee gue beri dispensasi buat loh,tapi dengan syarat lo harus baek sama gue,gak ada cuek-cuekan!"kata kakak kelas itu dengan tatapan yang menjengkelkan "hm...iyahh deh kak,sipp!"jawab Nadin sambil memberi senyuman kepada Rio.Sepulang sekolah "Din gue antar yah balek"ajak Rio dari belakang "hmm,gimana yah kak.."belom selesai Nadin bicara Rio langsung menarik tangan Nadin dan akhirnya Nadin pun diantarkan pulang oleh Rio,ketika perjalanan pulang mereka melewati sekolah mamanya Nadin ketepatan para siswa pun sudah berpulangan disana,dari kejauhan Jack melihat Nadin yang dibonceng oleh seorang lelaki,jantungnya tiba-tiba berdetak dengan sangat kencang di dalam hati "siapa tuh yang sama Nadin?pacarnya yah!sial masak gue terlambat"desah Jack sambil kembali berjalan dengan wajah yang lesuh,sementara Nadin tidak melihat Jack yang terlihat cemburu pada saat itu,dari belakang Jack ada seorang cewek yang menepuk badannya "loh kenapa"kata Citra teman sekolah Jack yang tampaknya memiliki ketertarikan terhadap Jack, padahal ini baru saja hari kedua mereka bersekolah "emm,gpp kok Cit"jawab Jack lalu pergi menaiki motornya dan pergi begitu saja yang membuat Citra sedikit kecewa.Di rumah Jack membaringkan badannya di tempat tidur "siapa sih cowok itu,gue penasaran"kata Jack dalam hatinya.
Ospek akhirnya telah berakhir ini adalah hari pertama Nadin masuk sekolah seperti biasa,baru saja ini hari pertama dia masuk sekolah bersama kakak kelasnya,semua orang sudah mengenalnya dan mulai berbisik-bisik tentangnya "hay cantik"kata seseorang dari belakang Nadin yang ternyata Rio kakak kelasnya itu,Nadin menjawab dengan senyuman,ketika Nadin ingin pergi Rio menarik tangan Nadin dengan kuat yangn membuat Nadin jatuh dipelukan Rio "iihhh,apaan sih"kata Nadin kesal "kenapa loh gak senang,maaf deh,tapi tunggu bentar ajah dek tolong"jawab Rio,semua mata pun melihat ke arah mereka ada yang bersiul dan ada pula teriak gak jelas,Nadin langsung mendorong Rio dan belari menuju kelasnya,di kelas "loh kenapa Din?"tanya Mutiara sambil menepuk bahunya "itu tuh kak Rio gue takut nih"jawab Nadin degan napas terengah-engah "ohhh,yaudah deh loh santai ajah disitu,gue akan jaga-jaga di pintu"kata Mutiara sambil berjalan ke arah pintu,Nadin mengangguk menandakan setuju.Di sekolahnya Rio merupakan cowok yang terpopuler bukan hanya tampang yang dapat dibilang ok tapi dia adalah seorang ketua OSIS, Rio memiliki kulit yang putih,tinggi,pintar,tampan,dan hampir semua perempuan yang ada di sekolah sangat menyukai dirinya tapi sayang Nadin tidak melihat dirinya karena Jack telah hadir di hati Nadin terlebih dahulu.Di jam istirahat Nadin memutuskan untuk keluar kelas karena dia merasa sangat lapar,belom sampai di kantin "Din,maaf"kata Rio sambil menepuk bahu Nadin yang membuatnya sangat terkejut "eh..... Elo kak,emm...i..ya kak"jawab Nadin dengan nada sedikit ketakutan,Rio langsung menggengam tangan Nadin dan mengajaknya ke kantin "ayo Din biar aku yang traktir"ajak Rio,belom Nadin menjawab mereka sudah sampai di kantin "makan apa Din?"tanya Rio "terserah"jawab Nadin singkat mereka pun makan bersama,selama makan Rio tak henti memandangi Nadin dan membuat Nadin harus menunduk.Setelah mereka selesai makan "makasih kk"kata Nadin,Rio hanya mengangguk sambil tersenyum,setelah itu Nadin berlari ke arah kelasnya yang hanya membuat Rio tersenyum.Setelah bel pulang berbunyi Nadin langsung bergegas berlari untuk pulang agar tidak berjumpa dengan Rio "Tiara gue duluan yahh,bye"kata Nadin sambil berlari "okk,sipp"jawab Mutiara singkat,rencana Nadin ternyata berhasil dia lolos dari Rio tetapi di saat dia ingin pulang ke rumahnya di gang rumahnya dia bertemu dengan Jack "eh elo lagi apa disini?"tanya Nadin "emang gak bisa?ada yang larang"jawab Jack sedikit cuek "gak sih yaudah gue pulang aja"jawab Nadin tapi di dalam hati dia merasa heran dengan perubahan sikap Jack, ketika Nadin ingin melanjutkan langkahnya "Din,siapa dia?"kata Jack dengan Nada bergetar,hal itu membuat Nadin terkejut "yang...mana?"jawab Nadin seketika Jack diam lalu "yang pernah ngantar kamu pulang?"tanya Jack "oooh itu,kakak kelasku kenapa?"jawab Nadin lagi,Jack hanya diam lalu pergi meninggalkan Nadin,melihat tingkah Jack yang aneh Nadin tidak mau ada salah paham diantara mereka jadi Nadin mengejar Jack "Jack tunggu"kata Nadin dengan napas terengah engah,tapi Jack tetap meneruskan langkannya,seketika Nadin berlari tiba-tiba dia terjatuh "aduhh,sakit"kata Nadin sambil menahan rasa sakit,Jack yang mendengar jatuhnya Nadin kembali berlari menuju Nadin "Din loh gpp"kata Jack sambil membersihkan baju Nadin yang jorok dan menopang Nadin "ayok Din naik ke motor gue"kata Jack,lalu mereka pergi ke sebuah taman disana "Din yang mana sakit?"kata Jack dengan nada penuh penyesalan "udah gpp"jawab Nadin,seketika mereka berdua diam dan mengintropeksi diri mereka masing masing "Din jujur"kata Jack,Nadin membalas perkataan Jack dengan menatapnya "Gue ......gue sukak sama... Sama seseorang"lanjut Jack,hal itu membuat Jantung Nadin berdebar "emmm...jadi urusannya samaku apa?"jawab Nadin "loh dah punya pacar?"tanya Jack "belom"jawab Nadin polos "loh ada suka sama cowok gitu?"tanya Jack lagi yang membuat Nadin menjadi gugup dan terdiam "Din gue sukak sama loh"kata Jack berterus terang,seketika Nadin tersenyum senang "sama"jawabnya spontan "apa?apa Din?"bilang lagi"kata Jack "emm..enggak"kata Nadin dengan malu,Jack pun melanjutkan kata-katanya "Din loh mau gak pacaran samaku?"tanya Jack dengan sedikit gugup "emmm gimana yahh!"goda Nadin "apanya gimna?tanya Jack "gakkk.....gue mau kok tapi janji jangan bikin aku kecewa yahh!"jawab Nadin dan spontan memeluk Jack,Jack pun membalas pelukan itu "akhirnya Din gue legah"kata Jack,Nadin hanya tersenyum "ayo makan Din pasti dah laparkan"kata Jack sambil menggandeng tangan Nadin,selama makan mereka memiliki satu perjanjian "Din selama kita pacaran,kita harus saling terbuka yahh baru kalo pergi dan pulang kita bareng walau kita gak satu sekolah,janji yah!"kata Jack dengan senyuman "iyahh Jack aku janji"jawab Nadin sambil tersenyum,setelah makan Jack mengantar Nadin pulang ke rumah.Pagi harinya "Nadin...Nadin.."kata Jack "iya dek ada apa yah?"tanya ibu Nadin "gini bu Nadin nya ada,mau sama berangkat sekolah bu"kata Jack "ooh,yaudah tunggu ibu panggil yah!"kata ibu Nadin,seketika Nadin keluar dari rumah mereka pun pamitan lalu pergi "Gue antar ke sekolahkan?"tanya Jack "iya"jawab Nadin,sesampai di sekolah Nadin "belajar yang rajin yah sayang"kata Jack sambil mengelus puncak kepala Nadin,Nadin pun tersipu "iya iya,hati hati di jalan"kata Nadin.Dari kejauhan Rio melihat mereka berdua "hei bro"kata Rio kepada Jack "iya,ada apa yah?''jawab Jack,Nadin langsung memotong pembicaraaan dan berkata "Kenalin Jack pacar gue" ,seketika Rio merasa sakit sekali dia kira akan ada harapan untuknya,setelah mendengar itu dia tertekun "jadi karna pacarmu,bisa semena-mena anak sekolah lain masuk kesini"kata Rio degan penuh kekesalan "em... ee... sorry deh kak"jawab Nadin "yaudah gue pergi ya Din,bagus bagus belajarnya!"kata Jack sambil tersenyum manis lalu pergi meninggalkan sekolah Nadin,ketika Nadin akan pergi ke kelas "Din...."kata Rio "apa kak?"tanya Nadin "apa hati diciptakan untuk dipatahkan!"kata Rio lagi dengan nada kecewa lalu pergi meninggalkan Nadin,sementara Nadin yang mendengar kata-kata itu dia berpikir lalu tersentak dia baru sadar bahwa kakak kelasnya itu telah jatuh hati padanya.Ketika jam pelajaran dimulai Nadin tak lagi konsentrasi pada belajarnya,dia kepikiran kepada kakak kelasnya itu "kok bisa yah,kenapa ini harus terjadi?"cetus Nadin di dalam hati nya seketika suara sedikit berteriak menyadarkan dia dari lamunannya ternyata itu adalah ibu guru yang sedang heran melihat Nadin "Nadin! kenapa kamu melamun?"kata ibu guru "maaf bu... maaf.."jawab Nadin sambil menunduk "yaudah perhatikan"kata ibu guru lagi sambil menggeleng.Ketika jam istirahat tiba karna merasa tidak enak dia mencari Rio tapi dia tidak menemukannya,seketika dia melihat bangku yang ada di taman dia melihat Rio sedang duduk menyendiri,dihampirinya kakak kelasnya itu "Kak Rio"sapa Nadin "apah Din?"jawab kakak kelasnya itu "boleh gak aku duduk disamping kakak?"tanya Nadin,Rio hanya mengangguk menandakan setuju
Bersambung