Sabtu, 29 April 2017

Penyemangatku ternyata Pahlawanku...

     Seila lagi-lagi terlambat bangun,dia bergegas mandi,makan,dan bersiap berngkat ke sekolahh "pergi yah Ma Pa"kata Seila "hati-hati yahh nak"jawab mama dan papanya,Seila pergi ke sekolah menaiki mobil karna sangkin terburunya dia lupa untuk membawa tugasnya yang sudh setengah mati dikerjakan pada malam hari "aduuhh,mampus gue pr gue tinggal!kali ini tamat lahhh guee"gerutu Seila dalam hati.Sesampai di sekolah lonceng langsung  berbunyi dan dia segera masuk ke kelas,kebetulan sekali pada hari itu tidak ada yang namanya baris d lapangan,jadi Seila langsung masuk kelas "guys.. Guys.. Guys.. Gimana ni pr guee tinggal"kata Seila pada sahabat-sahabatnya "yahhh elo yahhh Sel gak pernah berubahh"kata Neshia salah satu sahabatnya "ahhh,elooo ntar ajah ceramahnya,jadi gimana guee?!"kata Seila lagii,ketiga sahabatnya yaitu Neshia,Tani,Bella langsung menanggapi"tanggung ajahh sendiri"mereka serempak mengatakan itu,hal itu membuat Seila hilang harapan.Pelajaran pun di mulai "Pagi anak-anak"kata seorang pak guru "pagi pakk"serempak semua siswa menjawab "okeee,hari ini kita kedatangan seorang teman baru"kata pak guru "akhirnya...trimakasih Tuhan"kata Seila dalam hati,biasanya jika ada siswa baru atau hal lain pak guru itu akan lupa untuk mengumpulkan pr "Loh selamat"kata ketiga sahabat Seila dengan pelan "iyahh guee tauu"bisik Seila.Seorang pemuda datang dari balik pintu dengan penampilan yang culun semuanya bersikap biasa saja,hanya seila yang sangat gembira lalu berlari mendekati pria itu "Hah trimakasih-trimakasih trimakasih banyak"kata Seila sambil memegang tangan pemuda itu dengan wajah yang begitu ceria,semua orang tercengang melihat tingkah anehnya "Seila,kenapa kamu?ayo duduk kembali!"perintah pak guru,Seila baru sadar dengan tingkahnya dan kembali ke bangkunya sambil cengengesan "apapun ceritanya dialah pahlawan gue"kata Seila dalam hati "okee silahkan kamu memperkenalkan diri"kata pak guru pada pria itu "baiklah perkenalkan nama saya Dev"kata Dev dalam perkenalannya,semua orang berbisik-bisik mengenai Dev,karena Dev yang begitu aneh dan sangat tertutup dalam perkenalan "diam.. Diam semua!kalian sangat berisik,oke Dev kamu bisa duduk di samping Seila"perintah pak guru,kebetulan Seila tak mempunyai sebangku karna setiap ada org yang datang ke sampingnya dia langsung mengusir orang itu,tapi kali ini tidak,malah dia menerima dengan senang hati,semua orang habis pikir dengan tingkah Seila yang sangat aneh itu.
     Tak terasa saatnya jam istirahat,Seila langsung mengikuti kemanapun Dev pergi"loh ngapai sih?"tanya Dev "emm,makasihh pahlawanku"kata Seila lagi sambil menatap Dev dengan berseri seri "ni cewek aneh banget,gue pindah kesini untuk menghindari cewek-cewek tapi ini lebih parah dari mereka semua"cetus Dev dalam hati sambil berjalan kembali "Dev Dev tunggu"kata Seila sambil menarik lengan Dev "apaan sih,loh aneh!Mau apa manggil-manggil gue?"tanya Dev "gue cuma mau bilang gue pingin ngajak elo ke suatu tempat sebagai tanda trimaksihh"kata Seila dengan nada penuh harap,Dev yang tak tegaan mengangguk lalu pergi meninggalkan Seila "yeehhh gue berhasil berhasil hore"kata Seila sambil berjoget,semua orang melihatinya dan dia tak peduli lalu masuk ke dalam kelas.Di kelas semua teman-temannya sudah menunggunya "kenpa kalian?"tanya Seila "loh yang kenapa?"tanya satu kelasnya "gue bahagia!"jawab Seila "Bahagia kenapa sih Seila,gak biasanya loh gini?sama gue ajah loh gak pernah baik!"kata seorang cowok dari pintu,semua orang melirik ternyata ituu Gali,Gali adalah kakak kelasnya kelas XI,cowok populer di sekolah itu dan sangat menyukai Seila,namun sayang Seila menganggap Gali seperti kakaknya sendri "yah suka-suka gue dong kak"jawab Seila "ah terserahlah"kata Gali lagi dan pergi begitu saja.Ketiga sahabat Seila pun menghampirinya "Seila loh gimana sih,kak Gali itu baik sama loh,tapi lohh cuekin melulu"kata Bella "gue gak peduli gue gak suka sama dia Bel emang apa salah gue kan memang betul Dev itu pahlawan gue,loh ngertiin gue dikit dong!"jawab Seila "yaudah dehh Seila terserah loh ajah,kami gini karna kami peduli"kata Tani "iyaah iyahh sahabat-sahabatku makasih banyak"kata Seila sambil memeluk sahabat-sahabatnya itu.
Pulang sekolah tiba,Seila langsung menghambat jalannya Dev "eits,mau kemana?Tadi kan looh udah mau!"kata Seila dengan penuh semangat "harus yahh?hari ini pulak?aku punya urusan"jawab Dev "urusan apa?baca buku?ntar ajh lahh loh ituu harus refreshing!"kata Seila lagi "yaudahhh"jawab Dev "kita naik apaan?"tanya Dev "naik mobil gue lah"jawab Seila "jadi sepeda gue gimana?"kata Dev mencari-cari alasan,sebenarnya pada hari itu Dev punya jadwal syuting terpaksa dia harus menundanya "Tenang bagasi kan ada!"jawab Seila sambil menarik lengan Dev menaiki mobil.Sesampai disana betapa terkejutnya Dev,itu adalah tempat yang biasa dia kunjungi,menghabiskan waktu sendrian bisa di bilang tempat favorit Dev "kita kok kesini?"tanya Dev "kenpa tempatnya gak menarik?"Seila balik menanyak "enggk cuman pengen nanyak ajah sihhh!"jawab Dev "ooh gitu,jadi gini ini adalah tempat favorit gue,elo orang pertama gue ajak kesini,gue senang banget disini tempatnya indah dan damai banget"jawab Seila "ooh gitu,kok bisa samaan gitu?"kata Dev ceplos "yahh gue mana tau"kata Seila sambil menatap Dev,tiba-tiba "emm..tunggu-tunggu deh!"kata Seila sambil terus memandangi Dev "kenpa?kenpa mukak gue jelek amat gitu?"tanya Dev heran "hah?jelek?muka kaya loo jelek?enggaklah cuman elo terlalu culun aja!"balas Seila "jadi kenpa?"tanya Dev penasaran "mukak loohh itu kayaknya gue sering kali liat loohh!"kata Seila "mampus gue masak secepat ini gue ketahuan,sama cewek kayak gini lagi"gerutu Dev dalam hati "kenpa?kenapa lohh diam sihh?atau jangan2 yang gue bilang bener yahh!!Tunggu beri gue waktu untuk mengingat"kata Seila sambil berfikir,tak berapa lama "iyahh betul! akhirnya"kata Seila dengan suara yang sangat kencang,lalu spontan memeluk Dev "eloo...eloo...Dev anggara kan?gue penggemar berat looo!ehh maaf"lanjut Seila sambil melepas pelukannya,seketika Seila jadi merasa grogi karna dari dulu keinginannya adalah satu sekolah sama Dev anggara "apa?apa?lohh ngaco"kata Dev mengelak "enggk..enggk!liat ini"kata Seila sambil mencopot kacamata serta membuat Dev seperti yang pernah dia lihat "kan betul"teriak Seila lagi,tetapi Dev langsung menutup mulutnya agar tidak ada orang yang memperhatikan dia "bisa diam gak sih?ok-ok kamu benar tapi ini rahasia kita berdua"jawab Dev sambil membuka mulut Seila "Ya Tuhan trimakasih kau mengabulkan doaku dia tak hanya pahlawan bagiku tetapi orng yang paling kukagumi..
Gue ngefans banget sama looo"kata Seila lagi sambil melonjak kegirangan "udah udah gak usah lebay"kata Dev sambil menarik tangan Seila agar kembali duduk "hahaha...oke oke gue bakal jaga rahasia,kita makan ajah yah sekarg gue laper dan haus abis teriak"kata Seila sambil tertawa,di dalam hatinya Dev merasa bingung dia seperti tak dapat berfikir lagi,dia tak bisa melawan bahkan menolak permintaan Seila entah apa yang terjadi "kenapa bengong sihh!ayoo"ajak Seila sambil menarik tangan Dev.Pada saat makanan masih di pesan Seila langsung membuka pembicaraan "apa sihh alasan loh Dev..knpa loh pindah ke sekolah gue?padahal sekolah loh yang sebelumnya kan lebih favorit!"kata Seila "lohh tau gak?gue itu merasa percuma pindah kesini,sama ajah ada cewek juga yang kenal sama gue,kayak elo lagi!"jawab Dev "apa?apa sihh loo bilang,kok jadi lari ke gue yahh!gue berlebihan banget gitu,oke fine gue ngerti,gue gak jadi makan kalo loh mau makan,makan ajah sendiri"kata Seila marah-marah sambil meninggalkan Dev.Setelah Seila pergi Dev merasa bingung,dia merasa  bersalah tak tau kenpa dia tak tega melihat perubahan Seila tadi "emang gue salah ngomong,sial"gerutu Dev di dalam hati,dilain sisi-sisi Seila yang tadinya merasa tersinggung menagis di tempat tidur "apa sih salah gue,gue begitu karna dia pahlawan gue!"kata Seila sambil menangis.
      Keesokan harinya Seila tak seperti biasa dia menjadi sangat cepat bangun begitu pula pergi ke sekolah namun dia tetap saja murung,semua kebiasaannya yang suka jahil dan becanda bersama temannya tak dia lakukan,dia lebih memilih untuk membaca buku yang di bawanya dari rumah "lohh kenapa?tanya Tani "sakit hati"jawab Seila dengan cuek,ketiga sahabatnya itu hanya bisa heran melihat Seila yang sangat aneh,seketika Dev datang "pagi culun,ehh Dev maksudnya"kata Bella,Dev hanya membalas dengan senyuman "eh..eh..eh..jangan masukin ke dalam hati  yah kata-kata gue barusan cuma bencanda kok!"kata Bella lagi "iaa Bella gpp"jawb Dev.Ketika pelajaran di mulai dan siswa disuruh mengerjakan soal "La lohh masih marah?"tanya Dev,namun Seila tak berkutik sedikitpun hal itu membuat Dev sangat merasa bersalah "Seila.."teriak Dev "hei kamu!kenpa ribut,sekarng berdiri di depan!"kata pak guru pada Dev,semua teman sekelas pun menertawakan Dev "aduhh..aduhh...gue kok jadi gak bisa ngendaliin diri sih?apa jangan-jangan gue suka yah sama Seila"cetus Dev dalam hati.Sepulang sekolah Dev langsung menahan tangan Seila agar tak langsung pulang dan mau dengerin dia "Seila kami balek duluan yahh!kan udah ada pahlawan loh yang nemenin"kata Bella sambil menyusun bukunya "yaudah deh"jawab Seila,ketika semuanya sudah pulang tinggallah mereka berdua di kelas "La?o...Seila?sombong banget sih!liat kesini dong!"goda Dev,tapi tetap saja Seila mingkem dan tak mau berbicara,seketika Dev pun memegang tangan Seila,spontan Seila "loh maunya apa sih,dijauhi salah didekati marah-marah!"teriak Seila mengeluarkan amarahnya "iyah maaf,masak pahlawannya gak bisa dimaafin!maafin gue yahh,gue janji gak gitu lagi"kata Dev,seketika Seila terdiam lalu "yehhh,akhirnya...loh ngakui kalo lohh pahlwan gue.Iyah gue maafin loh gue kesal ajahh sama lohh gue baik-baik gitu lohh jahat"kata Seila panjang lebar "hahaha iya.. Iyaa.. Loh itu yah bukan hanya bnyk bicara tapi cerewet"kata Dev dengan sedikit tertawa "aahh....apaan sihh!"jawab Seila,Seila tak terkendali seketika pipinya berubah menjadi merah meramu "ciee..tu pipi apa tomat?"kata Dev lagi sambil tertawa terbahak-bahak "ihh.....lohh itu yah!"jawab Seila sambil memukul Dev "aduh-aduh sakit!gimana sihh sakit tau!"seru Dev "eh...biarin aja kamunya sihh  keterlaluan"balas Seila "iya-iya maaf penggemar terberatku"kata Dev lagi,Seila membalas dengan senyuman lalu mereka keluar kelas "loh mau langsung pulang"tanya Dev "eemm...gimna yahhh! kalo lohh mau ngajakin gue jalan-jalan gitu gue mau"jawab Seila sambil tersenyum "ohh...yaudah loh ikut gue naik sepeda aja,ntar mobil loh ,supir ajah suruh yang ngambil!"kata Dev lagi "oke-oke dehh,kita mau kemana?"balas Seila "udah ikut ajahh!kata Dev sambil memutar sepedanya.

                   TAMAT

Senin, 10 April 2017

PUISI BIKINAN SENDIRI

Ok Kawan2 kali ini hanya bisa bikin puisi aku,,tolong beri saran/masukan mengenai tulisan saya..
Trims

              HIDUPKU

Kesepian terkapar di jalan yg tak berpenghuni
Hanya angin yang berhembus dan dingin yang menusuk slalu menemani
Letih,tak berguna,disingkirkan itu yang kurasakan
Bagaikan selebaran tisu yang terbuang di jalanan
Tangisku,kehampaanku,amarahku,tak ada satupun yang peduli
Oh malangnya nasibku
Tak ada satupun yang mengerti apa yang kurasa
Sungguh teganya,
Apakah ini takdirku?
Sudahlah pasti itu jawabannya.

Minggu, 09 April 2017

Diaryku(08042017)

Hari ini aku sedih rasanya berat kali buat pisah sama kakak kelas dan abang kelasku,ingin rasanya aku meanangis,tapi aku bodoh bila aku menangis karna mereka bukan pergi meninggalkanku melainkan melanjutkan kehidupan.Terlebih buat kakak yang slalu ada disisiku selama 3 tahun yang akhirnya harus pergi meninggalkan aku.
3 tahun kami lalui bersama walaupun pertengkaran sering terjdi itulah yang membuatku semakin rindu.Semua tawa,curhat,semua itu akan menjadi kenangan bagiku.
Takkan ada lagi yang menemaniku,takkan ada lagi yang terus bersamaku,tapi aku akan selalu berdoa yang terbaik buatmu kak. :'( :-) :-)
   Begitu pula buat abang walaupun sampai sekarang aku belum bisa berani bicara sama abang karena sifatku yang kekanak-kanakan,walaupun aku selalu hanya bisa melihat dan tak berbicara sama abang,walaupun aku hanya bisa ngobrol sama abang secara tidak langsung,walaupun akhirnya aku hanya bisa melihat abang untuk terakhir kalinya tanpa mengucapkan satupun kata perpisahan padahal udah pengen kali bicara langsung sama abang.Aku senang kali bisa kenal sama abang,terlebih selama ini abang mau tersenyum dan menyapaku,itu semua udah cukup membuatku bahagia.Terkadangpun aku merasa sedih pada diriku sendiri yang tak punya sedikitpun keberanian,tapi aku akan terus mencoba untuk bisa selalu percaya diri dan menjadi pemberani.Aku juga akan selalu berdoa yang terbaik buat abang.
#bakalan_rindu
#kak_bang
#semangatyah_UN