Rabu, 24 Mei 2017

Generasi Muda Cerdas Berteknologi

    Tara termasuk siswa yang buta dengan yang namanya teknologi,dia adalah anak yang tinggal di desa dan tidak punya apa-apa.Suatu hari sebuah keadaan memaksanya harus melanjutkan sekolahnya di kota,kedua orangtuanya tak sanggup lagi menghidupinya,terpaksa Tara tinggal di rumah saudaranya yang ada di Jakarta.Tibalah hari dimana Tara pergi dari orangtuanya "ma pa,Tara gak pengen ninggalin kalian"kata Tara dengan suara yang berat "sudahlah nak tak apa-apa kami masih bisa mengurus diri kami"jawab mamanya dan "iya nak betul yang dikatakan mamamu,tapi ingat disana kau harus sungguh-sungguh belajar,agar kelak kau bisa membahagiakan kami"kata papa Tara "iyahh ma pa Tara janji"jawab Tara sambil memeluk orang yang paling disayanginya di dunia ini,Tara pun pergi meninggalkan kedua orangtuanya sambil menangis.Sesampai di rumah saudaranya Tara di sambut dengan baik,untunglah keluarganya yang ada disana sangat menyayanginya.Tara pun didaftarkan pamannya ke sebuah sekolah yang lumayan terkenal disana,maklumlah pamannya termasuk orang yang mapan namun sayangnya tidak memiliki anak,karena itulah mereka sangat menyayangi Tara "besok kamu sudah bisa bersekolah Tara!"seru paman Tara "trimakasih paman,aku tak tau caranya berbalas budi kepada paman"jawab Tara sambil berlinang air mata "sudahlah nak,jangan menangis yang penting kamu harus menjadi orang yang berhasil"kata paman sambil menepuk-nepuk bahu Tara "iii..ya..paman,saya berjanji"jawab Tara tersedu-sedu.
    Keesokan harinya dengan penuh semangat Tara pergi ke sekolah "paman..bibi..Tara pergi dulu yahhh"kata Tara pamitan kepada paman dan bibinya "iyah nak"jawab paman dan bibinya.Setelah di sekolah Tara linglung "aduhh...gimana ni?Aku gak tau dimana kelasku,seingatku paman mengatakan kelasku di X-IPA 3 tapi dimana yah ?"tanya Tara di dalam hati.Dari kajauhan ada seorang pemuda yang terus melihatinya dan seketika mendekatinya "kenapa yah dek?kok linglung gitu?"tanya pemuda itu "gini kak aku siswa baru,maklumlah orang kampung ke sekolah sebesar ini mah belum pernah sebelumnya,boleh nanyak kak?"jawab Tara "boleh dek,tanya aja selagi masih  ada waktu"kata pemuda itu sambil tersenyum "emm kenalin dulu nama saya Tara kak,gini kak aku mau nanyak kelas X-MIA 3 dimana yah kk?"jawab Tara "ohh...saya Aldo dek,mari saya antarkan ke kelas kamu"jawab Aldo.Sesampai di kelas itu lonceng lansung berbunyi Tara lupa mengucapkan trimakasih kepada pemuda yang telah membantunya "selamat pagi anak-anak"kata ibu guru "selamat pagi bu..."balas semua siswa "baiklah hari ini kita kedatangan siswa baru,mari nak perkenalkan dirimu"kata bu guru sambil menunjuk kepada Tari,Tari pun memperkenalkan dirinya di hadapan siswa lainnya,banyak siswa menganggpnya rendah karena berasal dari kampung maklumlah anak kota yang tidak punya sopan santun.Tara menjalani hari-harinya di sekolah dengan penuh semangat,tak sedikit pula yang mulai mengagumi Tara karena ketekunannya.Suatu siang ketika Tara sedang di kantin tak sengaja dia berpapasan dengan Aldo "ehhh...kamuu kak,trimakasih banyak yah telah membantu saya kemaren"kata Tara sambil tersenyum "santai ajah kali,namanya sesama mahluk hidup harus saling tolong menolong"jawab Aldo "ohh oke deh kak,ngomong-ngomong kakak kelas berapa yah?"tanya Tara "kelas XI IPA 1 dek,oh iya udah dulu yahh dek,gue mau kesana "jawab Aldo tersenyum lalu pergi meninggalkan Tara.Bel pun berbunyi Tara pergi masuk ke dalam kelas "pagi anak-anak"kata ibu guru "selamat pagi bu.."jawab semua siswa,di bangkunya Tara terlihat murung betapa sedihnya dia,hari ini adalah hari dimana mereka belajar TIK,Tara merasa sangat gelisah karna dia tidak tau sedikitpun mengenai teknologi,di kampungnya saja sedikit sekali orang yang memiliki televisi,untunglah Tara pribadi yang kuat dia tetap terlihat semangat walaupun sedang bersedih "anak-anak hari ini kita masuk ke lab komputer"kata bu guru,mereka semua pun pergi ke lab komputer "baiklahh,semuanya hidupkan komputernya"perintah bu guru,semua siswa komputernya telah menyala tinggal punya Tara yang mati "kamu!kenpa kamu tidak menyalakan komputer?"tanya ibu guru "emm..maaf bu saya gak tau caranya"jawab Tara dengan sedih,seketika semua orang meledek Tara "dasar orang kampung"kata salah seorang teman sekelas Tara "ehh...ehh.. Sudah diam semua,lanjutkan pekerjaan kalian"kata bu guru tegas,di dalam hati bu guru dia merasa sangat sedih melihat Tara karena dulu hal yang sama terjadi kepadanya,tapi dia bertekat akan membuat Tara tidak merasakan hal yang sama seperti dia "sudahlah nak jangan bersedih nanti ibu bantu,besok sore kamu belajar sama ibu"kata bu guru menenangkan Tara.Setelah pulang sekolah Tara tak langsung pulang,dia langsung berlari ke taman sekolah disana dia menangis,dia luangkan semua yang ada di hatinya lewat tangisan dia merasa sedih sekali,tapi tak berapa lama Aldo datang menghampirinya"kamu kenapa?"tanya Aldo sambil menepuk bahu Tara "a...ku.. ta..di..diejeki kak.. sa..ma..teman sekelas"jawab Tara tersedudu-sedu sambil mengusap air matanya "sudahlah lah dek jangan menangis,kau bisa menganggap itu sebagai motivasi mu"kata Aldo menguatkan Tara,sejenak Tara pun berfikir dia tersadar bahwa ucapan Aldo memang benar tak seharusnya dia menangis,malahan dia harus membuktikkan bahwa dia juga bisa seperti mereka "trimakasih yahh kak.. lagi-lagi kau membantuku"kata Tara pada Aldo "iyaah sama-sama dek,kalo gak keberatan mari saya antar pulang"kata Aldo sambil mengajak Tara "oke kak"kata Tara,mereka pun pulang.Di rumah dengan tekun Tara membaca bukunya,keesokan harinya pada sore hari Tara langsung diajari ibu guru,bu guru sangat bangga melihat Tara yang sangat tekun dan cekatan.Tak sampai beberapa bulan hanya sekitar sebulan lebih Tara sudah dapat menguasi yang namanya teknologi,bahkan dia mengalahkan semua teman-teman sekelasnya,mulai sejak saat itu Tara selalu mengajari generasi muda yang tidak tau berteknologi menjadi cerdas berteknologi,disamping itu ada Aldo yang selalu menjadi penyemangat hidupnya.

                    TAMAT