Cerita Harianku
Sabtu, 30 Mei 2020
Mangatoon
Minggu, 07 Oktober 2018
Be Mine
Minggu, 01 Juli 2018
Akun Wattpad
Selasa, 19 Juni 2018
LOVE IS THE MOMENT
Bryan punya berbagai macam hal yg dia butuhkan kecuali kasih sayang.Bryan biasa dipanggil Rian,kedua orgtuanya terlalu sibuk dengan bisnis sehingga tak memperdulikannya,dan orgtuanya pun mengasingkannya di Singapura,orangtuanya di Jakarta sementra dia di Singapura sendri untung saja Rian betah hidup sendri,sudahlah jangan merasa kasihan memang beginilah nasib anak-anak yang orang tuanya yang terlalu sibuk berbisnis.Disini Rian menghabiskan wktu dengan melakukan apa yg dia sukai sambil bersekolah skrang dia duduk di kelas XI,di suatu pagi ketika Rian sedang berada di taman Rian memandangi seorang gadis umurnya mungkin sama sepertinya,gadis itu terlihat sedih mungkin terluka "kakak bisakah kau membawaku bersamamu?"tanya gadis itu dengan isak tangis "maaf,aku tak bisa! disini aku sudah cukup sulit.Jangn tambah mempersulitkanku!"jawb kakak gadis itu sembari pergi "kakak...kakk...aku ingin ikut bersamamu"kata gadis itu sambil mengejar kakaknya,namun dia tak dapat mengejar kakaknya "apa yg akan kukatakan pada ibu dan ayah? Kakak tak mengizinkanku bersamanya! Haruskah kukembali!"desis gadis itu dalam hati sambil mengeluarkn air mata,seketika gadis itu melirik ke sekitarnya dia merasa sedikit takut karna ini pertama kalinya dia pergi ke negara itu,sesaat dia memberhentikan matanya pada Rian namun menunduk kembali.Itu hari pertama Rian bertemu dengn gadis itu dan mungkin itu hari yang membuat Rian seolah memperdulikan gadis itu,ketika gadis itu ingin pergi dia tak melihat sekelilingnya dan hampir ditabrak mobil "Awas!"Teriak Rian sambil menarikknya ke pinggir dan mereka pun terjatuh bersamaan,mata mereka saling memandang dan itu membuat Rian tak karuan "punya mata gak sih?"tanya Rian padanya "punya namun terasa tertutup karena perihnya hati..makasihh telah menyelamatkanku"jawab gadis itu sambil berdri dan mengulurkan tangannya pada Rian "hmmm"jawb Rian sambil memberi tangannya ke tangn gadis itu "ngomong-ngomong kamu bisa bahasa indonesia! non formal lagi,org Indonesia yah?"tanya gadis itu "hmm"jawab Rian "oohh,sekali lagi trimakasih"kata gadis itu sambil melangkah namun seketika dia berbalik lagi ""emm..boleh gk aku minjam ponselmu?"tanya gadis itu "tentu saja"kata Rian sambil memberikn ponselnya "kamu di Singapurakan?bisakah kau menemuiku aku di Singapura sekrang,tolong cepatlah membalsnya"kata gadis itu melalui pesannya di akun sosialnya "ini..trimaksih jika ada blsan tolong berikan padaku.Aku akan membayarnya nnti "hmmm.."jawb Rian smbil menerima ponsel "apakah suaramu mahal?tak bisakah menjawb dengn sebuah kata?"kata gadis itu dengn nada sedkit jengkel "ohh?Maaf..."bals Rian "ya tak apa-apa..bisakah kau memberitahu namamu?"tnya gadis itu "apakah kamu juga akan memberitahu namamu terlebih dahulu"Rian balik tanya "isss..dasar! gue Yeni "jawab Yeni "ohh"jawb Rian "begtu saja?apakah kau takkan memberitahu namamu?"kata Yeni "gue Bryan,bisakah kita duduk di cafe sana kaki terasa sakit berlama lama diri disni"kata Rian sambil pergi melangkah "ohh tentu"jawb Yeni sembari mengikuti Rian "apakah sudh di blas?"tnya Yeni sembari duduk "tolong...buatkan 2 gelas juice untuk kami(dlm bhasa inggris)"kata Rian pada seorang pelayan "heii?kau tak mendengarku"kata Yeni dengan nada sedikit tinggi "kau tak punya sopan sntun?aku sudh menolongmu! bersabarlah dan nikmati minumannya dulu baru kubuka ponselku"balas Rian dengn sedikit cerewet,Yeni pun hanya bisa melotot "menjengkelkan... Tapi baikk sih"kata Yeni di dalam hati dengan tersenyum diakhir katanya "loh knpaa?"tanya Rian "enggkkk kenpa"jawb Yeni sambil meminun juicenya Rian pun terlihat sedkit tersenyum,ponsel Rian seketika berdering "sial gak bisa liat situasi apa?"desah Rian di dalam hati "kemarikan ponselmu,aku akn membayarnya!"kata Yeni sambil meminta "hah? Kau hnya bisa mengatakn itu terus menerus! apkah kau memiliki uang yg bnyk!"jawb Rian dengn wajah sedikit cemberut dan memberi ponselnya "akhirnya dibalas jugk"kata Yeni tersenyum lepas,dia pun memberithu keberadaanya saat itu,di depannya Rian hanya dapat memandanginya "mungkinkah aku menyukaimu"kata Rian tanpa sadar seketika mereka saling memandang "apa?"kata Yeni memperjelas "udh ada balasanya?ponsel gue siniin!"kata Rian mengalihkn pembicaraan "ohhh?"jwb Yeni sambil mengembalikan ponsel Rian "sekali lagi trimaksihh ini uangnya!"sambung Yeni "gue gak butuh uangmu!"jawab Rian "ohh?sebagai gantinya gue punya topi baru beli kemaren,cocok tuh sama kamu"jawab Sonia sambil memberi topinya "kau pikir aku mau menerimanya?"kata Rian sambil melirik Yeni "yasudah kalo gk mau"balas Yeni "eitss gk boleh gitu yg udh di kasih gak boleh diambil lagi"kata Rian sembari mengambil topi itu dari genggaman Yeni dan memakainya "apakah aku terlihat tampan"kata Rian sambil mengedipkan matanya "mungkin"jawab Yeni sambil tertawa "hmm..mungkin kita harus menggunakan jaket sekrg sudh terlalu dingin"kata Rian sembari menarik tangan Yeni,kebetulan disamping cafe itu terdapat tempat menjual pakaian mereka pun membeli jaket yg sama yg memiliki bacaan Singapura dn lambang singapura gambar singa "apakah kau menyukainya?"tnya Rian sambil melirik Yeni "hmm,makasihh bnyak"kta Yeni tersenyum lebar "tak perlu berterimakasih"jawab Rian "hey Yenii..!"kata seorang pemuda dari seberang "Doni!apakah itu kau!"jawab Yeni sambil melihat ke arah dimana suara itu muncul "kpan kesini?"tanya Doni "ceritanya panjang banget!"jawab Yeni "emm...kenalin ini Rian"sambung Yeni "ohh!gue Doni"kata Doni pada Rian "siapa itu?loh kenal dimana?"bisik Doni "udah tenang ajahh baik kok,ntar gue jelasin semuanya!"jawb Yeni dengan berbisik juga "loh mau pergi?"tanya Rian "hmm"jawb Yeni "tak bisakah kau disini bersamaku lebih lama lagi"kata Rian "bisakah aku meminta nomor teleponmu"sambung Rian l "emm...sebaiknya gak perlu gak ada lagi yg mau kita bicarakan ! Ini hanyalah sebuah mimpi bagiku terlebih bisa bertemu dengn org sepertimu.. Sekali lagi trimakasih"jawab Sonia,sebenarnya Sonia tak tega mengatakanya tapi dia harus mengatkannya,Doni dan Sonia pun pergi "Sonia? Akankah kita bisa bertemu kembali!"kata Rian sambil menarim tangan Sonia,dengn berat hati Sonia pergi tanpa menjawab Rian sebenarnya dia pun menginginkan hal yg sama namun hal itu terasa hanya sebatas mimpi saja "Sonia kita tinggal di apartemant ayahku ya,besok pagi kita baru berbincang!"kata Doni "hmmm"jawab Sonia,sesampai di apartemant "selamat tidur Sonia"kata Doni sambil merebahkan tubuhnya di sofa "iyaa trimakasih untuk bantuannya"jwab Sonia dengn meneteskan air mata,seblum tidur Sonia menuliskan ini di media sosialnya dengn sebuah foto yg berda di cafe"ingin rasanya aku masih berada disana",di rumahnya Rian tak karuan dia hanye memikirkan Sonia seketika dia membuka ponselnya ternyata akun Sonia masih terbuka di ponselnya dia pun melihat kiriman Sonia yg baru saja dibuat,Rian tersenyum dan merasa sedih membacanya. Bersambung
Senin, 11 Juni 2018
Akun wattpadkuu
Senin, 03 Juli 2017
ONE TEAM ONE HEART
Sesampai di kelas Tia langsung bertnya pada Nita "gimnaa Nit?" "udah beres!tenang ajah"jawb Nita sambil mengmbil buku pelajrn.Bel sekolah pun berbunyi,yang lain pada pulang mereka malah memilih berdiskusi di bawah pohon "Nit blom mau pulang?"tanya Billy sambil menghmpiri mereka "Blom Bil,loh duluan ajah gpp kok!"jawb Nita "enggk ahh,aku nunggu kmu ajh!"sambil ddk di sebelah Nita "okee teman-teman disini gue bakalan bantui kalian buat deketin kk Alfian"kata Nita "gimna caranya?"tanya Nike "udaahh ntar gue pikirin"jawb Nita.Seminggu berlalu rencana demi rencana dilakukannya buat keempat sahabatnya yg bergantian mendekati Alfian,diakhir nnti mereka sudh sepakat Alfian bisa nentukan keputusnnya memilih siapa yg disukainya.Tibalah hari sabtu Nita dengn gayanya yg sok pemberni "kak?"katanya sambil tersenyum "iyaa dk?"jawab Alfian "boleh gak kami ngajak kkk lari sore bareng?"tanya Nita "maksudnya kita berenam gitu?"tanya Alfian "enggk ada Billy kok!"jawab Nita "ooh"jawab Alfian cuek "jd gmna kk?"tnya Nita "boleh"jawab Alfian.Nita pun lari dengn girangnya ke kelas,Alfian hanya bisa tersenyum melihat tingkah Nita yg selalu terlihat konyol "guyyss...Kakak ituu mauu!"kata Nita sambil terengah-engah "yeehh..."kata mereka berempat sambil loncat-loncat,"gue ke kelas Billy duluya bilang ke dia"kata Nita pda sahbat-shbtnya itu "okeee Nit"jawab mereka berempat serempak,sesampai di kelas Billy "Billy...Billy.."kata Nita "iyaa Nit!ada apa yaah?"tanya Billy "emm gini ntar loh jemput gue ke rumh!"kata Nita "mau apa?"kata Billy lagi "kita lari bareng!"jawab Nita "berdua?"tanya Billy dengn girang "enggklaah"jawb Nita "oke..okeelahh"jawab Billy sedikit cemberut".Mereka semua pun jumpa di sekolah lalu pergi sama-sama ke lapangan sampai di lapangn "Nit gue dah rindu kita berduaan gini"kata Billy "iihh kamu ituu yah!"kata Nita sambil mencubit gemes pipi Billy "awas kamu yahh!"kata Billy sambil mengejar Nita,melihat mereka Alfian dan yg lainnya tertawa "walaupun gue gk bisa jd kekasihnya tpi gue sadr dia bisa jd sahabt gue"kata Alfian dlm hati "Kak ayo lari bareng!"ajak Nike "ayo"jawb Alfian mereka pun lari bareng sambil bercerita,disatu sisi Nita sangat senang melihat Nike yg sudah bisa tersnyum lepas sejak perginya Drey dari hidupnya. Namun disisi lain Zuya,Tia,dan Mariana terlihat kesal,selesai lari Zuya langsung nawari air ke Alfian "nih kk buat kakk"kata Zuya "maksihh yaaa dk"kata Alfian,Zuya pun terlihat malu-malu dan pergi,tak mau kalah "kk ni saputangn buat ngehapus keringat kkk tuh"kata Tia "ya dek,maksih dek atas perhtiannya"kata Alfian sambil menghapus keringtnya,Mariana juga tak mau kalah "kak kk lapr kan! Ini buat kakk.."kata Mariana sambil memberi kue ke tangan Alfian "makasihh dek!"kata Alfian sambil tersenyum.Setelah itu dia pun melihat sekeliling dan menghampri Nita "Nit?gak capek?"tanya Alfian "capek dong kk!"jawb Nita tersenyum "kalo capek sini dulu kita ddk-ddk smbil ngobrol"kata Alfian sambil duduk di rerumputan "okee kk"jwb Nita sambil ddk disebelah Alfian "Nit diantara klian lima kok lohh,biasa aja sih sama guee gk kelihtan gugup,gk kayak yg lain?"tanya Alfian "emm gimna yah kak?karna udah terbiasa ajh kak!"jawab Nita "knpa kok terbiasa?"tanya Alfian "gini dulu waktu kelas satu bnyk yg deketin aku bukannya sok yahh kk!yahh gitulah jadi terbiasa kk,dari semua itu Billy yg kupillih kak!"jawb Nita "ohh..pantes ajahh beda sama yg lain,apalagi sama Nike!"kata Alfian "jelaslah kk dri kami yg paling terbuka itu cumaa aku dan paling jahil"jawb Nita sambil tertawa "loh lucu banget sih dek!"kata Alfian sambil tersenyum,Nita pun membalasnya dgn senyumn "emm..sebnrnya ada yg mau gue ceritain ke kkk,kk tau gak kenapa Nike kayak gitu?"kata Nita "enggk dek,emang knpa?"Alfian balik bertanya "waktu itu,wktu gue baru masuk SMA ini ada cowok yg slalu bersama gue kami jumpa dulu waktu mendafatr,namanya Drey orgnya sama kayak kkk tapii bandal banget dan lucu sama kayak aku,tapi dia berlebihan,dulu kami sering membuli.Org yg paling sering kmi buli itu Billy,mungkin karna itu aku bisa jatuh hati pada Billy.Setelah beberapa hari sahabtku bertambah kami menjadi berenam,kami semua sama-menjahili org yg suka bersikp sok jagoan,suatu saat Drey mau bilang persaannya ke aku tapi aku langsung bilang aku nganggep dia sahabat,jadi dia milih Nike.Semenjak itu mereka menjadi dekat dan menjalin hubungan.Saat it aku blum berpacrn dgn Billy,saat pembagian rapot semester 1 Drey dipaksa pindah sekolah guru-guru tak lagi tahan dengn sikapnya yg brutal dan nilainya yg buruk,kami semua sangt sedih bahkan terpukul,tak adalagi yg menjadi pelindung kami begtu juga Drey dia harus berpisah dgn Nike dia gk mau Nike berhubungn dgn org sepertinya,akhirnya Drey pindah kluar kota gak tahu deh sekrg dimana hilang kabar dianya,semenjak itu Nike jarang tersenyum bahkn tertawa,tapi sejak kakak hadir senyumnya kembali,bgtulah ceritanya kk"cerita Nita sambil bersedih "udah dek jangan sedihh,mungkin dia udah mendpatkn jalnnya sendri skrg.."kata Alfian menenangkan Nita "iyaahh mungkin lah kak"jawb Nita dgn senyuman "udah gih sana! Lihat tuh Billy sampe jatoh gara-gara liatin kita melulu"kata Alfian sambil menunjuk ke Billy,Nita pun berlari ke Billy dan membaringkn kepalanya di tangan Billy "kamu cembru?"tanya Nita melirik Billy "iyaaah,tpi aku tau kamu gk bakal ninggalin aku"jawb Billy sambil mengelus puncak kepala Nita,di tempat Alfian duduk "gue senang banget bisa kenal sama mereka,bisa dekat walau gak sebaya gue!"kata Alfian dalam hati sambil tersenyum.Sudah terlalu sore mereka pun pulang ke rumah mereka masing-masing,di kamarnya Alfian memikirkan Nike "manis jugak,imut lagi!"katanya di dalam hati sambil tersenyum,disisi lain "semoga gue gak salah ngomong sama kak Alfian,semoga dia ngerti"kata Nita di dlm hati.
Keesokan harinya pandangan Zuya,Tia,dan Mariana tampak aneh kepada Nita "pagii weee.."kata Nita "pagi juga cantik"jawb Nike "klian knpa?"tanya Nita "gk knpa"jawb Zuya cuek,tiba-tiba Nike dipanggil ke perpustakaan "weee gue pergi dulu yaa,buku gue waktu kemaren ada yg hilang!"kata Nike sambil pergi keluar kelas,tibalah giliran Nita yg dilihatin ketiga sahbatnya seperti Singa yg ingin menerkam "eitss..mau marah?jgn dsini kita bicarakn baik-baik di bawah,sesampai di bawah "Nit loh kok gtu sihh?"tanya Tia "gtu?gitu gimna?"tanya Nita heran "alaahh gak usah munafik"kata Mariana dengn nada tinggi "jangan bermuka dua lah,kami udah tau!"sambung Zuya "tunggu-tunggu klen knpa sihh?coba jelasin!"jawab Nita sedikit panik "knpa loh pili kasih! loh lebih milih Nike dibandingi kmi!"kata Tia dengn nda tinggi "guee gk pilih kasihh!gue rasa gue udh ambil tindkn yg tept!"kata Nita mencoba menjelaskn "tindakn tepat?tindkn tepat gimna?"kata Mariana dengn sinis 'gini..kalian gak bisa menghakimi gue tanpa tau alasannya...Kemaren kalian bilang gue yang egois semenjak itu gue juga berpikir bukan hnya gue yg egois klian bertiga juga!"kata Nita degn nda sedih "loh knapa?knpa kmi yg egois?"tanya Zuya kembali "kalian gak sadar?apa pura-pura sihh...Elo Tia dari dulu Erick selalu ada buat loh knpa loh gak mandang dia? Elo juga Zuya Tian kemarenkan nembak loh knpa gk loh terima! Kau pun Mariana,Edu edu dri dulu mentikan jawbn eloo.. Ayolahh guys! Ngertiim posisi gue kalian kan jga tau semenjak Drey pergi Nike tak pernah menyukai orglain kecuali kak Alfian! disini kita gak bolee egois kita harus beri dia kesempatan!"kata Nita sambil meneteskan air mata,mendengar hal itu Zuya,Tia,Mariana baru sdar mereka bahkan baru teringat degn perkataan Nita itu "Nit...maafin kami"kata Zuya degn nada bersalah "iya Nit maaf!"sambung Mariana,mereka bertiga pun memeluk Nita "udah Nit loh jangn nangis skrg kami udah sadar.."kata Zuya menenangkan Nita "ada apaaan nih?kok kayak gimana gitu?"tanya Nike heran "enggk gpp Nike,mari gabung kesini"ajak Nita,mereka berlima pun berpelukan.Semenjak kejadian itu mereka berlima semakin bersikap dewasa Tia menyadari kehdiran Erick begutu berarti,Mariana memberi kesempatan untuk Edu,begitu pula Zuya menerima Tian degn sepenuh hatinya,begitu pula Nike berpacaran dengan kak Alfian.Di liburn musim panas mereka pergi bersama sama ke sebuah taman "teman-teman aku senang kita jadi bersepuluh"kata Nita berbahagia "bukan hnya kamu Nit tpi kita semua kita jd satu yg utuh"kata Nike sambil merangkul Nita,mereka pun mengucpkn kata demi kata sambi berangkulan "bagaimna kalo kita berikan nama persahbtn ini?"kata Tian "gue jg mau bilang itu td!"sambung Edu "ah eloh sok banget Du,bilang ajh caper sama Mariana"Erick sambil tertawa "cie...ciee...cie..."semua serempak menyoraki Edu "udahh...udahh guys kasihn tau pcr aku"kata Mariana sambil cengingiran,semuanya pun tertawa bersama sama,ketepan mereka berada di taman yang berbentuk hati sehingga "gue punya ide namanya ONE TEAM ONE HEART,gimana bgus gak?"usul Tia "bagus banget"sambung Zuya,mereka pun melangkah bersama sama dan berteriak "ONE TEAM ONE HEART".Semenjak hari itu persahabtn mereka berlangsung,mereka saling menopang dlam suka maupun duka dan simbol pershbatn mereka adalah taman yg berbentuk hati itu,karena cintalah yg mempersatukan mereka.
TAMAT
Thank you for reading ;-)
Rabu, 24 Mei 2017
Generasi Muda Cerdas Berteknologi
Tara termasuk siswa yang buta dengan yang namanya teknologi,dia adalah anak yang tinggal di desa dan tidak punya apa-apa.Suatu hari sebuah keadaan memaksanya harus melanjutkan sekolahnya di kota,kedua orangtuanya tak sanggup lagi menghidupinya,terpaksa Tara tinggal di rumah saudaranya yang ada di Jakarta.Tibalah hari dimana Tara pergi dari orangtuanya "ma pa,Tara gak pengen ninggalin kalian"kata Tara dengan suara yang berat "sudahlah nak tak apa-apa kami masih bisa mengurus diri kami"jawab mamanya dan "iya nak betul yang dikatakan mamamu,tapi ingat disana kau harus sungguh-sungguh belajar,agar kelak kau bisa membahagiakan kami"kata papa Tara "iyahh ma pa Tara janji"jawab Tara sambil memeluk orang yang paling disayanginya di dunia ini,Tara pun pergi meninggalkan kedua orangtuanya sambil menangis.Sesampai di rumah saudaranya Tara di sambut dengan baik,untunglah keluarganya yang ada disana sangat menyayanginya.Tara pun didaftarkan pamannya ke sebuah sekolah yang lumayan terkenal disana,maklumlah pamannya termasuk orang yang mapan namun sayangnya tidak memiliki anak,karena itulah mereka sangat menyayangi Tara "besok kamu sudah bisa bersekolah Tara!"seru paman Tara "trimakasih paman,aku tak tau caranya berbalas budi kepada paman"jawab Tara sambil berlinang air mata "sudahlah nak,jangan menangis yang penting kamu harus menjadi orang yang berhasil"kata paman sambil menepuk-nepuk bahu Tara "iii..ya..paman,saya berjanji"jawab Tara tersedu-sedu.
Keesokan harinya dengan penuh semangat Tara pergi ke sekolah "paman..bibi..Tara pergi dulu yahhh"kata Tara pamitan kepada paman dan bibinya "iyah nak"jawab paman dan bibinya.Setelah di sekolah Tara linglung "aduhh...gimana ni?Aku gak tau dimana kelasku,seingatku paman mengatakan kelasku di X-IPA 3 tapi dimana yah ?"tanya Tara di dalam hati.Dari kajauhan ada seorang pemuda yang terus melihatinya dan seketika mendekatinya "kenapa yah dek?kok linglung gitu?"tanya pemuda itu "gini kak aku siswa baru,maklumlah orang kampung ke sekolah sebesar ini mah belum pernah sebelumnya,boleh nanyak kak?"jawab Tara "boleh dek,tanya aja selagi masih ada waktu"kata pemuda itu sambil tersenyum "emm kenalin dulu nama saya Tara kak,gini kak aku mau nanyak kelas X-MIA 3 dimana yah kk?"jawab Tara "ohh...saya Aldo dek,mari saya antarkan ke kelas kamu"jawab Aldo.Sesampai di kelas itu lonceng lansung berbunyi Tara lupa mengucapkan trimakasih kepada pemuda yang telah membantunya "selamat pagi anak-anak"kata ibu guru "selamat pagi bu..."balas semua siswa "baiklah hari ini kita kedatangan siswa baru,mari nak perkenalkan dirimu"kata bu guru sambil menunjuk kepada Tari,Tari pun memperkenalkan dirinya di hadapan siswa lainnya,banyak siswa menganggpnya rendah karena berasal dari kampung maklumlah anak kota yang tidak punya sopan santun.Tara menjalani hari-harinya di sekolah dengan penuh semangat,tak sedikit pula yang mulai mengagumi Tara karena ketekunannya.Suatu siang ketika Tara sedang di kantin tak sengaja dia berpapasan dengan Aldo "ehhh...kamuu kak,trimakasih banyak yah telah membantu saya kemaren"kata Tara sambil tersenyum "santai ajah kali,namanya sesama mahluk hidup harus saling tolong menolong"jawab Aldo "ohh oke deh kak,ngomong-ngomong kakak kelas berapa yah?"tanya Tara "kelas XI IPA 1 dek,oh iya udah dulu yahh dek,gue mau kesana "jawab Aldo tersenyum lalu pergi meninggalkan Tara.Bel pun berbunyi Tara pergi masuk ke dalam kelas "pagi anak-anak"kata ibu guru "selamat pagi bu.."jawab semua siswa,di bangkunya Tara terlihat murung betapa sedihnya dia,hari ini adalah hari dimana mereka belajar TIK,Tara merasa sangat gelisah karna dia tidak tau sedikitpun mengenai teknologi,di kampungnya saja sedikit sekali orang yang memiliki televisi,untunglah Tara pribadi yang kuat dia tetap terlihat semangat walaupun sedang bersedih "anak-anak hari ini kita masuk ke lab komputer"kata bu guru,mereka semua pun pergi ke lab komputer "baiklahh,semuanya hidupkan komputernya"perintah bu guru,semua siswa komputernya telah menyala tinggal punya Tara yang mati "kamu!kenpa kamu tidak menyalakan komputer?"tanya ibu guru "emm..maaf bu saya gak tau caranya"jawab Tara dengan sedih,seketika semua orang meledek Tara "dasar orang kampung"kata salah seorang teman sekelas Tara "ehh...ehh.. Sudah diam semua,lanjutkan pekerjaan kalian"kata bu guru tegas,di dalam hati bu guru dia merasa sangat sedih melihat Tara karena dulu hal yang sama terjadi kepadanya,tapi dia bertekat akan membuat Tara tidak merasakan hal yang sama seperti dia "sudahlah nak jangan bersedih nanti ibu bantu,besok sore kamu belajar sama ibu"kata bu guru menenangkan Tara.Setelah pulang sekolah Tara tak langsung pulang,dia langsung berlari ke taman sekolah disana dia menangis,dia luangkan semua yang ada di hatinya lewat tangisan dia merasa sedih sekali,tapi tak berapa lama Aldo datang menghampirinya"kamu kenapa?"tanya Aldo sambil menepuk bahu Tara "a...ku.. ta..di..diejeki kak.. sa..ma..teman sekelas"jawab Tara tersedudu-sedu sambil mengusap air matanya "sudahlah lah dek jangan menangis,kau bisa menganggap itu sebagai motivasi mu"kata Aldo menguatkan Tara,sejenak Tara pun berfikir dia tersadar bahwa ucapan Aldo memang benar tak seharusnya dia menangis,malahan dia harus membuktikkan bahwa dia juga bisa seperti mereka "trimakasih yahh kak.. lagi-lagi kau membantuku"kata Tara pada Aldo "iyaah sama-sama dek,kalo gak keberatan mari saya antar pulang"kata Aldo sambil mengajak Tara "oke kak"kata Tara,mereka pun pulang.Di rumah dengan tekun Tara membaca bukunya,keesokan harinya pada sore hari Tara langsung diajari ibu guru,bu guru sangat bangga melihat Tara yang sangat tekun dan cekatan.Tak sampai beberapa bulan hanya sekitar sebulan lebih Tara sudah dapat menguasi yang namanya teknologi,bahkan dia mengalahkan semua teman-teman sekelasnya,mulai sejak saat itu Tara selalu mengajari generasi muda yang tidak tau berteknologi menjadi cerdas berteknologi,disamping itu ada Aldo yang selalu menjadi penyemangat hidupnya.
TAMAT