Bryan punya berbagai macam hal yg dia butuhkan kecuali kasih sayang.Bryan biasa dipanggil Rian,kedua orgtuanya terlalu sibuk dengan bisnis sehingga tak memperdulikannya,dan orgtuanya pun mengasingkannya di Singapura,orangtuanya di Jakarta sementra dia di Singapura sendri untung saja Rian betah hidup sendri,sudahlah jangan merasa kasihan memang beginilah nasib anak-anak yang orang tuanya yang terlalu sibuk berbisnis.Disini Rian menghabiskan wktu dengan melakukan apa yg dia sukai sambil bersekolah skrang dia duduk di kelas XI,di suatu pagi ketika Rian sedang berada di taman Rian memandangi seorang gadis umurnya mungkin sama sepertinya,gadis itu terlihat sedih mungkin terluka "kakak bisakah kau membawaku bersamamu?"tanya gadis itu dengan isak tangis "maaf,aku tak bisa! disini aku sudah cukup sulit.Jangn tambah mempersulitkanku!"jawb kakak gadis itu sembari pergi "kakak...kakk...aku ingin ikut bersamamu"kata gadis itu sambil mengejar kakaknya,namun dia tak dapat mengejar kakaknya "apa yg akan kukatakan pada ibu dan ayah? Kakak tak mengizinkanku bersamanya! Haruskah kukembali!"desis gadis itu dalam hati sambil mengeluarkn air mata,seketika gadis itu melirik ke sekitarnya dia merasa sedikit takut karna ini pertama kalinya dia pergi ke negara itu,sesaat dia memberhentikan matanya pada Rian namun menunduk kembali.Itu hari pertama Rian bertemu dengn gadis itu dan mungkin itu hari yang membuat Rian seolah memperdulikan gadis itu,ketika gadis itu ingin pergi dia tak melihat sekelilingnya dan hampir ditabrak mobil "Awas!"Teriak Rian sambil menarikknya ke pinggir dan mereka pun terjatuh bersamaan,mata mereka saling memandang dan itu membuat Rian tak karuan "punya mata gak sih?"tanya Rian padanya "punya namun terasa tertutup karena perihnya hati..makasihh telah menyelamatkanku"jawab gadis itu sambil berdri dan mengulurkan tangannya pada Rian "hmmm"jawb Rian sambil memberi tangannya ke tangn gadis itu "ngomong-ngomong kamu bisa bahasa indonesia! non formal lagi,org Indonesia yah?"tanya gadis itu "hmm"jawab Rian "oohh,sekali lagi trimakasih"kata gadis itu sambil melangkah namun seketika dia berbalik lagi ""emm..boleh gk aku minjam ponselmu?"tanya gadis itu "tentu saja"kata Rian sambil memberikn ponselnya "kamu di Singapurakan?bisakah kau menemuiku aku di Singapura sekrang,tolong cepatlah membalsnya"kata gadis itu melalui pesannya di akun sosialnya "ini..trimaksih jika ada blsan tolong berikan padaku.Aku akan membayarnya nnti "hmmm.."jawb Rian smbil menerima ponsel "apakah suaramu mahal?tak bisakah menjawb dengn sebuah kata?"kata gadis itu dengn nada sedkit jengkel "ohh?Maaf..."bals Rian "ya tak apa-apa..bisakah kau memberitahu namamu?"tnya gadis itu "apakah kamu juga akan memberitahu namamu terlebih dahulu"Rian balik tanya "isss..dasar! gue Yeni "jawab Yeni "ohh"jawb Rian "begtu saja?apakah kau takkan memberitahu namamu?"kata Yeni "gue Bryan,bisakah kita duduk di cafe sana kaki terasa sakit berlama lama diri disni"kata Rian sambil pergi melangkah "ohh tentu"jawb Yeni sembari mengikuti Rian "apakah sudh di blas?"tnya Yeni sembari duduk "tolong...buatkan 2 gelas juice untuk kami(dlm bhasa inggris)"kata Rian pada seorang pelayan "heii?kau tak mendengarku"kata Yeni dengan nada sedikit tinggi "kau tak punya sopan sntun?aku sudh menolongmu! bersabarlah dan nikmati minumannya dulu baru kubuka ponselku"balas Rian dengn sedikit cerewet,Yeni pun hanya bisa melotot "menjengkelkan... Tapi baikk sih"kata Yeni di dalam hati dengan tersenyum diakhir katanya "loh knpaa?"tanya Rian "enggkkk kenpa"jawb Yeni sambil meminun juicenya Rian pun terlihat sedkit tersenyum,ponsel Rian seketika berdering "sial gak bisa liat situasi apa?"desah Rian di dalam hati "kemarikan ponselmu,aku akn membayarnya!"kata Yeni sambil meminta "hah? Kau hnya bisa mengatakn itu terus menerus! apkah kau memiliki uang yg bnyk!"jawb Rian dengn wajah sedikit cemberut dan memberi ponselnya "akhirnya dibalas jugk"kata Yeni tersenyum lepas,dia pun memberithu keberadaanya saat itu,di depannya Rian hanya dapat memandanginya "mungkinkah aku menyukaimu"kata Rian tanpa sadar seketika mereka saling memandang "apa?"kata Yeni memperjelas "udh ada balasanya?ponsel gue siniin!"kata Rian mengalihkn pembicaraan "ohhh?"jwb Yeni sambil mengembalikan ponsel Rian "sekali lagi trimaksihh ini uangnya!"sambung Yeni "gue gak butuh uangmu!"jawab Rian "ohh?sebagai gantinya gue punya topi baru beli kemaren,cocok tuh sama kamu"jawab Sonia sambil memberi topinya "kau pikir aku mau menerimanya?"kata Rian sambil melirik Yeni "yasudah kalo gk mau"balas Yeni "eitss gk boleh gitu yg udh di kasih gak boleh diambil lagi"kata Rian sembari mengambil topi itu dari genggaman Yeni dan memakainya "apakah aku terlihat tampan"kata Rian sambil mengedipkan matanya "mungkin"jawab Yeni sambil tertawa "hmm..mungkin kita harus menggunakan jaket sekrg sudh terlalu dingin"kata Rian sembari menarik tangan Yeni,kebetulan disamping cafe itu terdapat tempat menjual pakaian mereka pun membeli jaket yg sama yg memiliki bacaan Singapura dn lambang singapura gambar singa "apakah kau menyukainya?"tnya Rian sambil melirik Yeni "hmm,makasihh bnyak"kta Yeni tersenyum lebar "tak perlu berterimakasih"jawab Rian "hey Yenii..!"kata seorang pemuda dari seberang "Doni!apakah itu kau!"jawab Yeni sambil melihat ke arah dimana suara itu muncul "kpan kesini?"tanya Doni "ceritanya panjang banget!"jawab Yeni "emm...kenalin ini Rian"sambung Yeni "ohh!gue Doni"kata Doni pada Rian "siapa itu?loh kenal dimana?"bisik Doni "udah tenang ajahh baik kok,ntar gue jelasin semuanya!"jawb Yeni dengan berbisik juga "loh mau pergi?"tanya Rian "hmm"jawb Yeni "tak bisakah kau disini bersamaku lebih lama lagi"kata Rian "bisakah aku meminta nomor teleponmu"sambung Rian l "emm...sebaiknya gak perlu gak ada lagi yg mau kita bicarakan ! Ini hanyalah sebuah mimpi bagiku terlebih bisa bertemu dengn org sepertimu.. Sekali lagi trimakasih"jawab Sonia,sebenarnya Sonia tak tega mengatakanya tapi dia harus mengatkannya,Doni dan Sonia pun pergi "Sonia? Akankah kita bisa bertemu kembali!"kata Rian sambil menarim tangan Sonia,dengn berat hati Sonia pergi tanpa menjawab Rian sebenarnya dia pun menginginkan hal yg sama namun hal itu terasa hanya sebatas mimpi saja "Sonia kita tinggal di apartemant ayahku ya,besok pagi kita baru berbincang!"kata Doni "hmmm"jawab Sonia,sesampai di apartemant "selamat tidur Sonia"kata Doni sambil merebahkan tubuhnya di sofa "iyaa trimakasih untuk bantuannya"jwab Sonia dengn meneteskan air mata,seblum tidur Sonia menuliskan ini di media sosialnya dengn sebuah foto yg berda di cafe"ingin rasanya aku masih berada disana",di rumahnya Rian tak karuan dia hanye memikirkan Sonia seketika dia membuka ponselnya ternyata akun Sonia masih terbuka di ponselnya dia pun melihat kiriman Sonia yg baru saja dibuat,Rian tersenyum dan merasa sedih membacanya. Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar